Petani padi di Ngawi mengandalkan musim tanam yang padat: di banyak desa, padi ditanam dua hingga tiga kali setahun, diselingi jagung, kedelai, atau melon. Pola tanam yang padat ini membuat tanah bekerja keras sepanjang tahun. Pupuk Kilat, pupuk organik lengkap plus hormon dan 17 asam amino dari Jember yang terdaftar di Kementan, membantu benih tumbuh serempak, anakan lebih banyak, dan gabah lebih bernas, sekaligus memberi bahan organik bagi tanah sawah.
Pertanian di Ngawi
Kabupaten Ngawi terletak di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sebagian besar wilayahnya berupa dataran rendah dengan sawah irigasi dan tadah hujan yang luas, dialiri Bengawan Solo dan Bengawan Madiun yang bertemu di wilayah ini. Kondisi tersebut menjadikan Ngawi salah satu daerah penghasil padi penting di Jawa Timur.
Di bagian selatan, wilayah Ngawi mulai naik ke lereng Gunung Lawu di sekitar Jogorogo, Ngrambe, dan Sine, dengan udara lebih sejuk dan lahan tegalan. Di bagian utara, terdapat kawasan hutan jati dan lahan kering. Keragaman ini membuat petani Ngawi tidak hanya menanam padi, tetapi juga jagung, kedelai, kacang-kacangan, melon, dan sayuran.
Pada lahan sawah irigasi, pola tanam yang umum adalah padi–padi–palawija. Setelah dua musim padi, banyak petani menanam jagung, kedelai, atau melon di musim kemarau untuk memanfaatkan sisa air dan memutus siklus hama padi.
Tantangan petani padi di Ngawi
- Tanah yang terus ditanami. Dengan dua hingga tiga musim padi per tahun, tanah sawah jarang beristirahat. Tanpa tambahan bahan organik, tanah cenderung makin padat dan respons tanaman terhadap pupuk menurun.
- Hama tikus dan wereng. Hamparan sawah yang luas memudahkan tikus berkembang, sementara wereng sering muncul pada pertanaman yang rapat dan dipupuk nitrogen berlebihan.
- Air di musim kemarau. Lahan tadah hujan dan sawah di ujung saluran irigasi sering kekurangan air saat kemarau, sehingga waktu tanam harus diatur dengan cermat.
- Biaya pupuk. Kebutuhan pupuk untuk tiga musim tanam per tahun cukup besar, sehingga efisiensi pemupukan sangat berpengaruh pada keuntungan.
Kalender tanam padi di Ngawi
Pada sawah irigasi, musim tanam pertama umumnya dimulai saat musim hujan sekitar November–Desember, musim tanam kedua sekitar Maret–April, dan sebagian sawah dengan air cukup menanam padi lagi atau beralih ke palawija di musim kemarau. Lahan tadah hujan biasanya hanya menanam padi sekali di musim hujan, lalu dilanjutkan jagung atau kacang-kacangan.
| Musim | Perkiraan waktu | Pilihan tanaman |
|---|---|---|
| Musim tanam I (hujan) | November – Februari | Padi |
| Musim tanam II | Maret – Juni | Padi (sawah irigasi) atau jagung |
| Musim tanam III (kemarau) | Juli – Oktober | Jagung, kedelai, melon, atau padi bila air tersedia |
Waktu ini bisa bergeser setiap tahun mengikuti datangnya musim hujan dan jadwal air irigasi di setiap daerah. Ikuti kesepakatan jadwal tanam kelompok tani setempat agar penanaman serempak.
Jadwal pupuk padi untuk petani Ngawi
Jadwal berikut memakai Pupuk Kilat (1 tutup botol = 10 ml) dengan tangki semprot 14–16 liter. Kocok botol sebelum dipakai, dan semprot pagi (06.00–09.00) atau sore (16.00–18.00).
| Waktu | Takaran & cara | Tujuan |
|---|---|---|
| Sebelum semai | Rendam benih dalam larutan 1 tutup botol per 2 liter air | Daya tumbuh benih optimal dan serempak |
| Persemaian (5–7 hari sebelum tanam) | Semprot merata ke permukaan tanah persemaian (±1 liter per hektar) | Memperkaya hara media persemaian |
| 7, 20, dan 40 HST | Semprot 5 tutup botol per tangki ke seluruh daun (50 tutup per drum 200 liter) | Anakan banyak, pertumbuhan cepat, penyerapan pupuk optimal |
| 60 HST | Semprot 5 tutup botol per tangki, selama padi belum berbunga | Mendukung pengisian bulir |
| Saat padi berbunga | Jangan disemprot | Menjaga penyerbukan bunga padi |
Kebutuhan Pupuk Kilat untuk padi sekitar 5–6 liter per hektar per musim. Pupuk Kilat dapat dicampur dengan pestisida (7 tutup botol per tangki), sehingga nutrisi dan pengendalian hama bisa diberikan sekaligus. Penjelasan lengkap tiap fase ada di pupuk untuk padi, cara budidayanya di cara menanam padi, dan pilihan jarak tanam di jarak tanam padi.
Jagung dan kedelai setelah musim padi
Setelah musim padi, banyak sawah di Ngawi ditanami jagung atau kedelai. Untuk jagung, rendam 2 kg benih dalam 2 liter air berisi 1 tutup botol Pupuk Kilat selama 6 jam, lalu semprot 7 tutup botol per tangki pada 7 HST dan 15–17 HST, serta 10 tutup botol per tangki pada 35–37 HST untuk pembesaran tongkol. Jadwal lengkapnya ada di pupuk untuk jagung.
Untuk kedelai, rendam 1 kg benih dalam 1 liter air berisi 1 tutup botol selama 15 menit, semprot 7 tutup botol per tangki pada 7 dan 15–17 HST, lalu 10 tutup botol per tangki pada 40–45 HST dan 55–60 HST untuk pembentukan dan pengisian polong. Panduannya ada di pupuk untuk kedelai.
Melon di musim kemarau
Melon menjadi pilihan sebagian petani Ngawi di musim kemarau karena nilai jualnya yang tinggi dan umurnya yang pendek. Untuk melon, semprot 5 tutup botol per tangki setiap 7 hari hingga 28 HST, lalu 3 tutup botol per tangki pada 35–40 HST dan 7 tutup botol per tangki pada 50–55 HST, dengan sebagian besar buah ikut tersemprot. Kocor 1 tutup botol per liter air, satu gelas per tanaman, bisa dilakukan bersamaan. Kebutuhan sekitar 5–6 liter per hektar. Panduan lengkapnya ada di pupuk untuk melon dan semangka.
Mengendalikan tikus di hamparan sawah
Tikus adalah salah satu hama yang paling ditakuti petani padi di daerah dengan hamparan sawah luas. Pengendalian paling efektif dilakukan bersama-sama sebelum tanam, misalnya gropyokan untuk membongkar sarang di pematang dan tanggul, membersihkan semak dan gulma di sekitar sawah, serta tanam serempak agar tikus tidak menemukan sumber makanan sepanjang musim. Sebagian kelompok tani juga memasang pagar plastik dengan bubu perangkap dan memanfaatkan burung hantu sebagai predator alami.
Tanaman yang sehat dan tumbuh serempak lebih cepat pulih bila terserang ringan. Setelah serangan terkendali, penyemprotan Pupuk Kilat sesuai jadwal membantu tanaman membentuk anakan baru.
Merawat tanah sawah agar tetap subur
Dengan dua hingga tiga musim tanam setahun, tanah sawah di Ngawi membutuhkan perawatan khusus agar produktivitasnya terjaga:
- Jangan bakar jerami. Jerami yang dikomposkan atau dibenamkan saat olah lahan mengembalikan bahan organik dan kalium ke tanah.
- Beri pupuk kandang atau kompos minimal sekali setahun, terutama sebelum musim tanam pertama.
- Gilir dengan kacang-kacangan. Kedelai atau kacang hijau di musim kemarau membantu menambah nitrogen ke tanah melalui bintil akar.
- Gunakan pupuk berimbang sesuai anjuran penyuluh setempat, bukan hanya urea.
- Tambahkan pupuk organik lengkap yang mengandung C-organik, unsur mikro, dan asam amino untuk membantu kehidupan mikroba tanah.
Tips bertani padi di Ngawi
- Tambahkan bahan organik. Kembalikan jerami ke sawah setelah dikomposkan, atau beri pupuk kandang saat olah lahan, agar tanah tetap gembur.
- Tanam serempak dengan petani satu hamparan untuk menekan serangan tikus dan wereng.
- Pakai bibit muda berumur sekitar 15–21 hari setelah semai, 1–3 bibit per lubang.
- Hindari nitrogen berlebihan menjelang bunting agar tanaman tidak rebah dan tidak disukai wereng.
- Keringkan sawah sekitar 7–10 hari sebelum panen agar gabah masak merata. Ciri-ciri padi siap panen dibahas di umur panen padi.
Sayuran di lereng Lawu
Di kecamatan bagian selatan yang mengarah ke lereng Gunung Lawu, seperti Jogorogo, Ngrambe, dan Sine, udara lebih sejuk sehingga petani juga menanam sayuran dan cabai. Untuk sayuran daun, semprot 3 tutup botol Pupuk Kilat per tangki setiap 7 hari hingga 28 HST, lalu kocor rutin hingga panen. Untuk cabai, semprot 5 tutup botol per tangki setiap 7 hari hingga 49 HST, lalu 7 tutup botol per tangki mulai 56 HST dan setelah setiap petik. Panduannya ada di pupuk untuk sawi dan sayuran daun dan pupuk untuk cabai.
Satu pupuk untuk semua musim tanam
Dengan pola padi–padi–palawija, petani Ngawi menanam beberapa komoditas dalam setahun. Pupuk Kilat bisa dipakai untuk semuanya — padi, jagung, kedelai, melon, hingga sayuran — dari perendaman benih sampai fase berbuah. Yang berbeda hanya takaran dan jadwalnya. Dengan satu produk, petani tidak perlu menyimpan banyak jenis pupuk daun dan perangsang, dan pemakaian rutin dapat membantu mengurangi pupuk kimia secara bertahap.
Pengiriman ke seluruh Ngawi
Pupuk Kilat dikirim dari Jember ke seluruh 19 kecamatan di Kabupaten Ngawi, antara lain Ngawi, Paron, Kedunggalar, Pitu, Widodaren, Mantingan, Karanganyar, Gerih, Kwadungan, Pangkur, Karangjati, Bringin, Padas, Kasreman, Geneng, Jogorogo, Kendal, Ngrambe, dan Sine. Untuk pembelian kelompok tani, tanyakan pengiriman sekaligus agar lebih hemat.
Cara order Pupuk Kilat di Ngawi
Pilih ukuran 500 ml hingga 10 liter di halaman produk Pupuk Kilat, klik Claim Voucher untuk potongan harga, lalu lanjutkan order via WhatsApp. CS kami akan mengonfirmasi ongkos kirim dan perkiraan waktu tiba. Untuk satu hektar padi, kemasan 4 liter ditambah 2 liter sudah mencukupi satu musim tanam.
Informasi distributor resmi terdekat ada di halaman distributor, dan daerah lain di provinsi ini bisa dilihat di Pupuk Kilat Jawa Timur. Tertarik menjadi penjual di Ngawi? Pelajari program kemitraan.
Hasil di lapangan dipengaruhi kondisi lahan, cuaca, varietas, dan cara budidaya.
