Langsung ke konten
Konsultasi gratis via WhatsApp · Pengiriman ke seluruh Indonesia
Shopee WhatsApp
Panduan Tanaman Pangan

Jarak Tanam Padi yang Ideal agar Hasil Maksimal

Pupuk Kilat Diperbarui 7 menit baca

Jarak tanam padi yang paling umum dipakai adalah sistem tegel 25 × 25 cm dan sistem jajar legowo 2:1 dengan ukuran 25 × 12,5 × 50 cm. Jajar legowo 2:1 menambah jumlah rumpun sekitar 30% dibandingkan tegel 25 × 25 cm, sekaligus memberi lorong kosong yang memudahkan pemupukan, penyemprotan, dan masuknya sinar matahari. Pilihan jarak tanam terbaik bergantung pada varietas, kesuburan tanah, dan musim.

Jarak tanam menentukan berapa banyak rumpun dalam satu hektar dan seberapa besar tiap rumpun bisa berkembang. Terlalu rapat membuat tanaman berebut cahaya dan hara serta rawan penyakit; terlalu renggang membuat lahan tidak termanfaatkan maksimal.

Mengapa jarak tanam memengaruhi hasil?

Setiap rumpun padi membutuhkan ruang untuk tiga hal: cahaya bagi daun, hara dan air bagi akar, serta udara yang mengalir di antara tanaman. Jarak tanam mengatur pembagian ketiganya.

Bila terlalu rapat, daun saling menaungi sehingga daun bagian bawah kurang cahaya dan cepat menguning. Kelembapan di antara rumpun juga tinggi, kondisi yang disukai penyakit seperti hawar daun, blas, dan busuk pelepah, serta hama seperti wereng dan tikus yang senang bersembunyi di pertanaman rapat. Akar pun berebut hara, sehingga jumlah anakan produktif per rumpun menurun.

Bila terlalu renggang, setiap rumpun memang tumbuh besar dengan banyak anakan, tetapi jumlah rumpun per hektar sedikit. Pada tanah yang kurang subur atau varietas yang anakannya terbatas, total malai per hektar menjadi rendah dan hasil tidak maksimal.

Jarak tanam ideal adalah titik tengah: jumlah rumpun cukup banyak, tetapi setiap rumpun masih mendapat cahaya, hara, dan sirkulasi udara yang baik.

Jenis sistem jarak tanam padi

SistemUkuranPerkiraan populasi per hektarCocok untuk
Tegel 20 × 20 cm20 × 20 cm±250.000 rumpunVarietas beranakan sedikit, tanah kurang subur
Tegel 25 × 25 cm25 × 25 cm±160.000 rumpunPaling umum, varietas unggul beranakan sedang
Tegel 30 × 30 cm30 × 30 cm±111.000 rumpunTanah subur, varietas beranakan banyak, metode SRI
Jajar legowo 2:125 × 12,5 × 50 cm±213.000 rumpunMeningkatkan populasi sekaligus memudahkan perawatan
Jajar legowo 4:125 × 12,5 × 50 cm±256.000 rumpunPopulasi tinggi pada lahan subur

Angka populasi adalah perkiraan untuk lahan efektif satu hektar, belum dikurangi pematang dan saluran air.

Apa itu jajar legowo?

Jajar legowo adalah cara tanam yang menyelang-nyelingi beberapa baris tanaman dengan satu lorong kosong. Kata “legowo” dari bahasa Jawa berarti lega atau luas, merujuk pada lorong yang dibiarkan kosong.

  • Legowo 2:1 berarti setiap dua baris tanaman diselingi satu lorong. Jarak antarbaris 25 cm, jarak dalam baris dirapatkan menjadi 12,5 cm, dan lebar lorong 50 cm.
  • Legowo 4:1 berarti setiap empat baris tanaman diselingi satu lorong, dengan populasi lebih tinggi.

Keuntungan utama jajar legowo adalah efek tanaman pinggir: rumpun yang berada di tepi lorong mendapat cahaya dan sirkulasi udara lebih banyak sehingga biasanya membentuk malai lebih panjang dan gabah lebih bernas. Lorong juga memudahkan petani berjalan saat menyemprot, menyiang, dan memupuk tanpa merusak tanaman.

Cara membuat jajar legowo 2:1 di sawah

  1. Siapkan caplak legowo, yaitu alat penggaris dari kayu atau bambu dengan gigi berjarak sesuai pola 25 cm – 25 cm – 50 cm. Caplak ini ditarik di atas lumpur sawah yang sudah rata sehingga meninggalkan garis.
  2. Ratakan lahan dan biarkan air macak-macak (lembap, tidak tergenang) agar garis caplak terlihat jelas.
  3. Tarik caplak lurus dari satu sisi petak ke sisi lain. Garis yang terbentuk menjadi baris tanam dan lorong.
  4. Tanam bibit pada baris yang ditentukan: dua baris tanam berjarak 25 cm, lalu lorong 50 cm, demikian seterusnya.
  5. Rapatkan jarak dalam baris menjadi 12,5 cm, sehingga jumlah rumpun yang hilang karena lorong tergantikan.
  6. Isi rumpun pinggir petak (sisipan) pada baris pinggir untuk menambah populasi.

Bila memakai mesin tanam, gunakan mesin yang sudah memiliki pengaturan legowo atau atur dengan meninggalkan satu jalur tanam kosong secara berkala sesuai panduan mesin.

Menghitung kebutuhan bibit

Jarak tanam juga menentukan kebutuhan benih. Sebagai contoh, tegel 25 × 25 cm menghasilkan sekitar 160.000 rumpun per hektar. Bila setiap lubang ditanami 2 bibit, dibutuhkan sekitar 320.000 bibit. Pada jajar legowo 2:1 dengan sekitar 213.000 rumpun, kebutuhan bibit naik menjadi sekitar 426.000 bibit.

Untuk tanam pindah, kebutuhan benih umumnya sekitar 20–25 kg per hektar, tergantung ukuran gabah, daya kecambah, dan jumlah bibit per lubang. Siapkan sedikit lebih banyak dari perhitungan untuk cadangan penyulaman.

Persemaian sebaiknya dibuat sekitar 1/20 hingga 1/25 dari luas sawah yang akan ditanami, dengan benih yang direndam lebih dulu agar tumbuh serempak. Perendaman benih dengan larutan 1 tutup botol Pupuk Kilat per 2 liter air membantu daya tumbuh benih.

Contoh pemilihan jarak tanam

  • Sawah subur, varietas beranakan banyak, musim kemarau: tegel 25 × 25 cm atau legowo 2:1 sudah memadai.
  • Sawah kurang subur, varietas beranakan sedikit: tegel 20 × 20 cm atau legowo 4:1 untuk mengejar populasi.
  • Musim hujan dengan riwayat penyakit daun: legowo 2:1 agar sirkulasi udara lebih baik.

Cara memilih jarak tanam yang tepat

  1. Lihat sifat varietas. Varietas yang beranakan banyak membutuhkan jarak lebih lebar; varietas beranakan sedikit bisa lebih rapat.
  2. Perhatikan kesuburan tanah. Tanah subur membuat rumpun besar, sehingga jarak lebih lebar. Tanah kurang subur sebaiknya ditanam lebih rapat agar populasi mengejar hasil.
  3. Pertimbangkan musim. Pada musim hujan yang lembap, jarak lebih longgar atau legowo membantu mengurangi penyakit seperti blas dan hawar daun.
  4. Sesuaikan dengan alat. Jika memakai mesin tanam (rice transplanter), ikuti pengaturan jarak yang tersedia pada mesin.

Jarak tanam pada tanam benih langsung dan padi gogo

Tanam benih langsung (tabela). Pada sistem ini benih tidak disemai lebih dulu, tetapi langsung ditanam di sawah, baik dengan disebar maupun dengan alat tanam benih (atabela) yang membuat baris teratur. Penanaman berbaris lebih dianjurkan daripada disebar karena memudahkan penyiangan dan pemupukan. Jarak antarbaris umumnya sekitar 20–25 cm, dan alat tanam benih juga tersedia dalam pola legowo.

Padi gogo (lahan kering). Benih ditugal ke dalam lubang tanam, 3–5 butir per lubang. Jarak yang umum dipakai sekitar 25 × 25 cm atau 30 × 20 cm, juga dapat dibuat pola legowo. Di lahan kering, jarak tanam juga perlu mempertimbangkan ketersediaan air, karena populasi yang terlalu rapat lebih cepat menghabiskan air tanah saat kemarau.

Pengaruh jarak tanam terhadap hama dan penyakit

Jarak tanam juga merupakan cara pengendalian hama yang murah. Pertanaman yang terlalu rapat membuat bagian bawah rumpun lembap dan gelap, kondisi yang disukai wereng batang cokelat dan penyakit busuk pelepah. Tikus pun lebih leluasa bersarang tanpa terlihat. Lorong pada sistem legowo membuat pangkal rumpun lebih mudah diperiksa, sehingga serangan bisa diketahui lebih awal, dan penyemprotan lebih tepat sasaran karena petugas bisa berjalan di lorong tanpa merusak tanaman.

Tips menanam sesuai jarak tanam

  • Gunakan caplak (alat penggaris dari kayu atau bambu) atau tali yang diberi tanda agar jarak lurus dan seragam.
  • Tanam 1–3 bibit per lubang; bibit terlalu banyak justru membuat anakan berebut hara.
  • Gunakan bibit muda berumur sekitar 15–21 hari setelah semai agar anakan tumbuh maksimal.
  • Tanam dangkal, sekitar 2–3 cm, agar anakan cepat muncul.
  • Sulam bibit yang mati paling lambat 7–10 hari setelah tanam supaya pertumbuhan tetap seragam.

Apa pun sistem yang dipilih, catat jarak tanam, varietas, dan hasil panen setiap musim. Dengan membandingkan catatan dari beberapa musim, Anda akan menemukan jarak tanam yang paling cocok untuk sawah Anda sendiri, karena setiap lahan memiliki kesuburan, ketersediaan air, dan tekanan hama yang berbeda.

Kesalahan dalam mengatur jarak tanam

  1. Tidak memakai caplak atau tali, sehingga jarak tidak beraturan, sebagian terlalu rapat dan sebagian terlalu renggang.
  2. Menanam terlalu banyak bibit per lubang dengan harapan rumpun lebih rimbun; justru anakan berebut hara dan banyak yang tidak produktif.
  3. Memakai bibit terlalu tua sehingga anakan sedikit dan jarak lebar tidak termanfaatkan.
  4. Menyamakan jarak untuk semua musim. Pada musim hujan, pertanaman rapat lebih rawan penyakit.
  5. Membiarkan lorong legowo ditumbuhi gulma, padahal lorong seharusnya memudahkan penyiangan.
  6. Tidak menyulam rumpun yang mati, sehingga populasi berkurang tanpa disadari.

Jarak tanam dan pemupukan

Populasi yang lebih tinggi pada jajar legowo berarti kebutuhan hara per hektar juga lebih besar. Pupuk dasar dan susulan sebaiknya disesuaikan dengan rekomendasi penyuluh setempat. Lorong pada sistem legowo memudahkan penyemprotan pupuk daun secara merata.

Untuk pupuk daun, Pupuk Kilat diberikan pada 7, 20, 40, dan 60 HST dengan takaran 5 tutup botol per tangki, dan tidak disemprotkan saat padi berbunga. Jadwal lengkap ada di pupuk untuk padi. Seluruh tahapan budidaya dari persemaian hingga panen dibahas di cara menanam padi, dan pemupukan tanaman pangan lainnya di panduan pupuk tanaman pangan.

Hasil di lapangan tetap dipengaruhi kondisi lahan, cuaca, varietas, dan cara budidaya.

Sudah pakai jajar legowo?Tanyakan takaran pupuk daun sesuai luas sawah dan jarak tanam Anda ke CS kami.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa jarak tanam padi yang ideal?

Yang paling umum adalah tegel 25 × 25 cm atau jajar legowo 2:1 dengan ukuran 25 × 12,5 × 50 cm. Pilihan akhir menyesuaikan varietas, kesuburan tanah, dan musim.

Apa kelebihan jajar legowo dibanding tegel?

Populasi rumpun lebih banyak, lebih banyak tanaman pinggir yang mendapat cahaya penuh, sirkulasi udara lebih baik, serta lorong memudahkan pemupukan dan penyemprotan.

Berapa populasi padi per hektar dengan jarak 25 × 25 cm?

Sekitar 160.000 rumpun per hektar lahan efektif.

Berapa bibit padi per lubang tanam?

Dianjurkan 1–3 bibit per lubang dengan bibit muda berumur sekitar 15–21 hari setelah semai.

Masih bingung soal pemakaian? Kirim foto tanaman Anda, CS kami bantu rekomendasikan cara pakai yang tepat.
Ditulis oleh Pupuk Kilat
Tanya CS