Kedelai memiliki masa tanam yang singkat sehingga setiap fase pemupukan harus tepat waktu. Pemberian pupuk organik cair di masa pembentukan dan pengisian polong sangat menentukan hasil panen. Panduan ini merangkum jadwal dan dosis pupuk untuk kedelai menggunakan POC Kilat.
Ringkasan: Pupuk untuk kedelai menggunakan POC Kilat diberikan dalam 5 tahap. 1 tutup botol = 10 ml.
Jadwal aplikasi POC Kilat pada kedelai
| Waktu | Tujuan | Dosis dan cara |
|---|---|---|
| 1–2 hari sebelum tanam | Mempercepat pertumbuhan benih dan meningkatkan ketahanan bibit terhadap penyakit. | Rendam benih dengan dosis 1 tutup botol (10 ml) per 1 liter air untuk 1 kg benih selama 15 menit, lalu segera tanam. |
| 7 HST | Mempercepat pertumbuhan, pembentukan akar dan daun, serta ketahanan bibit terhadap penyakit. | Semprot 7 tutup botol (70 ml) per tangki merata ke seluruh permukaan daun dan daerah perakaran. |
| 15–17 HST | Mempercepat pertumbuhan dan mengoptimalkan penyerapan pupuk. | Semprot minimal 2 hari setelah pemupukan dengan dosis 7 tutup botol (70 ml) per tangki, merata ke seluruh permukaan daun. |
| 40–45 HST | Mempercepat terbentuknya polong. | Semprot 10 tutup botol (100 ml) per tangki merata ke seluruh permukaan daun. |
| 55–60 HST | Mengoptimalkan pengisian dan pembesaran polong. | Semprot 10 tutup botol (100 ml) per tangki merata ke seluruh permukaan daun dan polong. |
Langkah aplikasi per tahap
1–2 hari sebelum tanam
Tujuan: Mempercepat pertumbuhan benih dan meningkatkan ketahanan bibit terhadap penyakit.
Rendam benih dengan dosis 1 tutup botol (10 ml) per 1 liter air untuk 1 kg benih selama 15 menit, lalu segera tanam.
7 HST
Tujuan: Mempercepat pertumbuhan, pembentukan akar dan daun, serta ketahanan bibit terhadap penyakit.
Semprot 7 tutup botol (70 ml) per tangki merata ke seluruh permukaan daun dan daerah perakaran.
15–17 HST
Tujuan: Mempercepat pertumbuhan dan mengoptimalkan penyerapan pupuk.
Semprot minimal 2 hari setelah pemupukan dengan dosis 7 tutup botol (70 ml) per tangki, merata ke seluruh permukaan daun.
40–45 HST
Tujuan: Mempercepat terbentuknya polong.
Semprot 10 tutup botol (100 ml) per tangki merata ke seluruh permukaan daun.
55–60 HST
Tujuan: Mengoptimalkan pengisian dan pembesaran polong.
Semprot 10 tutup botol (100 ml) per tangki merata ke seluruh permukaan daun dan polong.
Informasi tambahan
- Rendam benih cukup 15 menit saja, lalu segera tanam setelah perendaman.
- POC Kilat dapat dicampur dengan pestisida, insektisida, atau fungisida. Dosis campuran 7 tutup botol (70 ml) per tangki.
Tips agar hasil kedelai maksimal
- Jangan merendam benih kedelai terlalu lama karena kulit benih mudah rusak.
- Fase 40–60 HST adalah masa paling penting untuk jumlah dan isi polong, jangan sampai terlewat.
- Semprot hingga mengenai polong pada aplikasi 55–60 HST.
Belum pernah memakai POC Kilat? Baca dulu cara aplikasi POC Kilat agar teknik rendam, semprot, kocor, dan labur batang tidak keliru.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa lama merendam benih kedelai dengan POC Kilat?
Cukup 15 menit dengan dosis 1 tutup botol (10 ml) per 1 liter air untuk 1 kg benih, lalu segera tanam.
Kapan POC Kilat disemprot agar polong kedelai banyak?
Pada 40–45 HST untuk mempercepat pembentukan polong, dan 55–60 HST untuk pengisian serta pembesaran polong, masing-masing 10 tutup botol (100 ml) per tangki.
Apakah POC Kilat disemprot ke daun atau ke tanah pada kedelai?
Pada 7 HST disemprot ke daun dan daerah perakaran, selanjutnya ke seluruh permukaan daun, dan pada 55–60 HST juga ke polong.
Baca juga
- Pupuk untuk Jagung: Jadwal Semprot POC Kilat agar Tongkol Besar
- Pupuk untuk Padi: Cara Aplikasi dan Dosis POC Kilat per Hektar
- Fungsi Hormon Auksin, Giberelin, Sitokinin, dan Asam Amino
