Tongkol jagung yang besar dan berisi penuh ditentukan sejak benih ditanam. Pemberian pupuk organik cair di fase yang tepat membantu akar cepat terbentuk, daun membuka sempurna, dan biji terisi optimal. Berikut jadwal pupuk untuk jagung menggunakan POC Kilat, dari perendaman benih sampai pengisian tongkol.
Ringkasan: Pupuk untuk jagung menggunakan POC Kilat diberikan dalam 4 tahap. 1 tutup botol = 10 ml.
Jadwal aplikasi POC Kilat pada jagung
| Waktu | Tujuan | Dosis dan cara |
|---|---|---|
| 1–2 hari sebelum tanam | Mempercepat pertumbuhan benih dan meningkatkan ketahanan bibit terhadap penyakit. | Rendam benih dengan dosis 1 tutup botol (10 ml) per 2 liter air untuk 2 kg benih selama 6 jam, lalu tanam. |
| 7 hari setelah tanam (HST) | Mempercepat pertumbuhan, pembentukan akar dan daun, serta ketahanan bibit terhadap penyakit. | Semprot 7 tutup botol (70 ml) per tangki ke seluruh permukaan daun. |
| 15–17 HST | Mempercepat terbukanya daun dengan sempurna dan mengoptimalkan perkembangan akar serta perpanjangan batang. | Semprot minimal 2 hari setelah pemupukan pertama dengan dosis 7 tutup botol (70 ml) per tangki, merata ke seluruh daun. |
| 35–37 HST | Memperbesar tongkol dan mengoptimalkan pengisian biji. | Semprot minimal 2 hari setelah pemupukan kedua dengan dosis 10 tutup botol (100 ml) per tangki, merata ke seluruh permukaan daun. |
Langkah aplikasi per tahap
1–2 hari sebelum tanam
Tujuan: Mempercepat pertumbuhan benih dan meningkatkan ketahanan bibit terhadap penyakit.
Rendam benih dengan dosis 1 tutup botol (10 ml) per 2 liter air untuk 2 kg benih selama 6 jam, lalu tanam.
7 hari setelah tanam (HST)
Tujuan: Mempercepat pertumbuhan, pembentukan akar dan daun, serta ketahanan bibit terhadap penyakit.
Semprot 7 tutup botol (70 ml) per tangki ke seluruh permukaan daun.
15–17 HST
Tujuan: Mempercepat terbukanya daun dengan sempurna dan mengoptimalkan perkembangan akar serta perpanjangan batang.
Semprot minimal 2 hari setelah pemupukan pertama dengan dosis 7 tutup botol (70 ml) per tangki, merata ke seluruh daun.
35–37 HST
Tujuan: Memperbesar tongkol dan mengoptimalkan pengisian biji.
Semprot minimal 2 hari setelah pemupukan kedua dengan dosis 10 tutup botol (100 ml) per tangki, merata ke seluruh permukaan daun.
Informasi tambahan
- Menurut panduan produsen, POC Kilat dapat membantu mengendalikan bulai pada jagung: semprot 10 tutup botol (100 ml) per tangki merata pada tanaman, maksimal saat tanaman berumur 21 HST.
- Agar hasil lebih optimal, lakukan penyemprotan tambahan setelah proses kawin (setelah keluar tongkol) dengan dosis 7 tutup botol (70 ml) per tangki, merata pada tongkol.
Tips agar hasil jagung maksimal
- Beri jeda minimal 2 hari antara pemupukan tabur dan penyemprotan POC Kilat, sesuai panduan.
- Pastikan drainase lahan berfungsi, terutama di musim hujan, agar akar jagung tidak tergenang.
- Pantau gejala bulai sejak awal. Penanganan paling efektif dilakukan sebelum tanaman berumur 21 HST.
- Semprot pada pagi hari saat daun belum terkena terik matahari.
Belum pernah memakai POC Kilat? Baca dulu cara aplikasi POC Kilat agar teknik rendam, semprot, kocor, dan labur batang tidak keliru.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa dosis POC Kilat untuk rendam benih jagung?
Gunakan 1 tutup botol (10 ml) POC Kilat per 2 liter air untuk 2 kg benih, rendam selama 6 jam lalu tanam.
Kapan jadwal semprot POC Kilat pada jagung?
Penyemprotan dilakukan pada 7 HST, 15–17 HST, dan 35–37 HST, ditambah penyemprotan pada tongkol setelah keluar tongkol.
Apakah POC Kilat bisa untuk jagung yang terkena bulai?
Menurut panduan produsen, semprot 10 tutup botol (100 ml) per tangki merata pada tanaman, maksimal saat tanaman berumur 21 HST.
Berapa dosis POC Kilat untuk memperbesar tongkol jagung?
Pada 35–37 HST gunakan 10 tutup botol (100 ml) per tangki. Setelah keluar tongkol, semprot tongkol dengan 7 tutup botol (70 ml) per tangki.
Baca juga
- Pupuk untuk Padi: Cara Aplikasi dan Dosis POC Kilat per Hektar
- Pupuk untuk Kedelai: Dosis POC Kilat agar Polong Banyak dan Bernas
- Cara Aplikasi POC Kilat: Rendam Benih, Semprot, Kocor, Labur
