Umur panen padi sawah umumnya berkisar 105–150 hari setelah semai, tergantung varietas. Padi berumur genjah dipanen sekitar 105–124 hari, padi berumur sedang 125–150 hari, dan padi berumur dalam lebih dari 150 hari. Patokan yang lebih tepat di lapangan adalah kondisi malai: padi siap panen ketika sekitar 90–95% gabah sudah menguning, biasanya 30–35 hari setelah padi berbunga.
Menentukan waktu panen yang tepat sangat penting. Panen terlalu cepat membuat gabah hampa dan beras mudah patah, sedangkan panen terlambat membuat gabah rontok di sawah dan dimakan burung atau tikus.
Tabel umur panen padi berdasarkan golongan
| Golongan umur | Umur panen (hari setelah semai) | Keterangan |
|---|---|---|
| Sangat genjah | 90–104 hari | Cocok untuk mengejar musim atau pola tanam tiga kali setahun |
| Genjah | 105–124 hari | Paling banyak ditanam petani saat ini |
| Sedang | 125–150 hari | Banyak dijumpai pada varietas lama dan padi lokal |
| Dalam | Lebih dari 150 hari | Umumnya padi lokal atau padi gogo tertentu |
Umur panen tercantum pada deskripsi varietas dari produsen benih atau Balai Besar Padi. Sebagai gambaran, banyak varietas unggul populer seperti Ciherang, IR64, dan varietas Inpari masuk golongan genjah dengan umur sekitar 110–125 hari. Angka di lapangan bisa bergeser beberapa hari karena faktor yang dijelaskan di bawah.
Tahapan pertumbuhan padi hingga panen
Pertumbuhan padi dibagi menjadi tiga fase besar. Memahaminya membantu menjelaskan mengapa umur panen tiap varietas berbeda.
| Fase | Rentang | Yang terjadi |
|---|---|---|
| Vegetatif | Semai hingga anakan maksimum | Tumbuh akar, daun, dan anakan. Lamanya paling bervariasi antarvarietas |
| Reproduktif | Pembentukan bakal malai hingga berbunga, sekitar 35 hari | Malai terbentuk di dalam batang (bunting), lalu keluar dan berbunga |
| Pematangan | Berbunga hingga masak, sekitar 30 hari | Gabah terisi: masak susu, masak adonan (kuning), lalu masak penuh |
Fase reproduktif dan pematangan relatif sama lamanya pada sebagian besar varietas. Yang membedakan padi genjah dan padi berumur dalam terutama adalah panjang fase vegetatif. Itulah sebabnya tanggal berbunga menjadi patokan yang paling dapat diandalkan untuk memperkirakan panen.
Pada fase masak susu, gabah yang ditekan mengeluarkan cairan putih. Pada fase masak adonan, isinya mulai mengeras seperti pasta dan gabah berangsur menguning. Panen dilakukan saat sebagian besar gabah sudah masak penuh.
Hitung umur panen dari waktu berbunga
Cara paling praktis bagi petani adalah mencatat tanggal padi berbunga merata (sekitar 50% malai keluar). Dari tanggal itu, hitung 30–35 hari untuk perkiraan panen. Cara ini lebih akurat daripada sekadar menghitung dari tanggal tanam karena sudah memperhitungkan pengaruh cuaca dan perawatan selama masa vegetatif.
Cara sederhana mengecek kesiapan panen di sawah
Ambil beberapa malai secara acak dari bagian tengah petak, bukan dari pinggir, karena padi di pinggir sering masak lebih cepat. Hitung perbandingan gabah yang sudah kuning dengan yang masih hijau pada setiap malai. Gigit atau tekan beberapa butir gabah: gabah yang masak terasa keras dan berisi penuh. Bila mayoritas malai sudah memenuhi ciri di bawah ini, petak tersebut siap dipanen. Lakukan pengecekan pada beberapa petak bila sawah Anda luas, karena waktu tanam dan kondisi air antarpetak bisa berbeda.
Ciri-ciri padi siap panen
- 90–95% gabah pada malai sudah menguning atau berwarna kuning jerami; hanya sedikit gabah di pangkal malai yang masih hijau.
- Malai merunduk karena bulir sudah terisi penuh.
- Daun bendera dan daun di bawahnya mulai mengering dan menguning.
- Gabah keras saat ditekan dengan kuku dan tidak mengeluarkan cairan putih seperti susu.
- Kadar air gabah sekitar 21–26% bila diukur dengan alat pengukur kadar air.
Jika masih banyak gabah hijau atau gabah mengeluarkan cairan saat ditekan, tunda panen beberapa hari.
Kerugian bila panen terlambat
Menunda panen terlalu lama juga merugikan. Gabah yang sudah lewat masak penuh mudah rontok saat tersentuh angin atau saat dipotong, sehingga banyak yang tertinggal di sawah. Malai yang terlalu lama di lapangan juga menjadi sasaran burung dan tikus. Bila hujan turun, gabah bisa berkecambah di malai atau berjamur, dan beras hasil gilingan lebih banyak yang patah. Karena itu, siapkan tenaga kerja atau sewa mesin pemanen beberapa hari sebelum perkiraan panen.
Penyebab gabah hampa
Gabah hampa membuat hasil panen turun walaupun malai tampak banyak. Penyebab yang sering ditemui antara lain:
- Gangguan saat berbunga, misalnya hujan deras, angin kencang, atau suhu terlalu panas yang menggagalkan penyerbukan.
- Kekurangan air pada fase bunting hingga pengisian gabah.
- Serangan hama dan penyakit seperti walang sangit yang mengisap bulir muda, wereng, atau penyakit blas leher malai.
- Kekurangan hara, terutama kalium dan unsur mikro, saat pengisian gabah.
Merencanakan tanam berdasarkan umur panen
Mengetahui umur panen varietas membantu Anda menyusun jadwal tanam. Hitung mundur dari waktu panen yang diinginkan, misalnya agar panen jatuh sebelum puncak musim hujan atau agar sawah bisa segera ditanami palawija. Varietas genjah memberi keleluasaan menanam lebih banyak kali dalam setahun, sedangkan varietas berumur lebih panjang dipilih bila air tersedia cukup dan targetnya kualitas beras tertentu. Tanam serempak dengan petani di sekitar juga mengurangi serangan hama karena siklus hidup hama terputus.
Faktor yang memengaruhi umur panen
- Varietas: faktor utama, sudah ditentukan sejak memilih benih.
- Ketinggian tempat: padi di dataran tinggi yang lebih sejuk cenderung lebih lama dipanen.
- Musim: musim kemarau dengan sinar matahari penuh biasanya mempercepat pemasakan, sedangkan cuaca mendung panjang memperlambatnya.
- Umur bibit saat tanam: bibit yang terlalu tua saat dipindah tanam mengurangi jumlah anakan dan bisa menggeser waktu panen.
- Pemupukan dan air: kelebihan nitrogen menjelang bunting membuat tanaman terus hijau dan pemasakan tertunda, sedangkan kekeringan saat pengisian membuat gabah cepat menguning tetapi banyak yang hampa.
Cara panen padi: manual atau mesin
Panen manual menggunakan sabit bergerigi. Batang padi dipotong pada bagian atas, tengah, atau bawah tergantung cara perontokan yang dipakai. Potongan atas memudahkan perontokan dengan mesin perontok (thresher), sedangkan potongan bawah biasa dipakai bila padi digebot secara manual. Cara manual cocok untuk petak kecil atau lahan yang sulit dimasuki mesin, tetapi membutuhkan banyak tenaga.
Panen dengan mesin pemanen (combine harvester) memotong, merontokkan, dan membersihkan gabah dalam satu kali jalan. Cara ini jauh lebih cepat dan mengurangi gabah tercecer, tetapi membutuhkan lahan yang tidak terlalu berlumpur dan akses jalan bagi mesin. Pengeringan sawah sebelum panen sangat membantu kerja mesin.
Apa pun caranya, kehilangan hasil terbesar biasanya terjadi karena gabah rontok di sawah, tercecer saat diangkut, dan padi yang dibiarkan menumpuk terlalu lama sebelum dirontok.
Mengukur hasil panen
Untuk mengetahui hasil per hektar, petani biasanya melakukan ubinan, yaitu memanen petak kecil berukuran tertentu (misalnya 2,5 × 2,5 meter) di beberapa titik, lalu menimbang gabahnya dan mengalikan dengan luas sawah. Hasil ubinan membantu Anda membandingkan varietas, jarak tanam, dan cara pemupukan dari musim ke musim.
Tips panen padi agar gabah tidak susut
- Keringkan sawah sekitar 7–10 hari sebelum panen agar tanah tidak becek dan pemasakan gabah merata.
- Panen saat cuaca cerah, mulai pagi setelah embun hilang.
- Segera rontokkan gabah, jangan menumpuk padi yang sudah dipotong terlalu lama karena gabah bisa berkecambah atau berjamur.
- Jemur gabah hingga kadar air sekitar 14% sebelum disimpan atau digiling agar beras tidak mudah patah.
- Gunakan alas saat merontok dan menjemur untuk mengurangi gabah tercecer.
Penanganan gabah setelah panen
- Rontokkan segera, sebaiknya pada hari yang sama dengan panen.
- Bersihkan gabah dari jerami, gabah hampa, dan kotoran sebelum dijemur.
- Jemur di atas alas seperti terpal atau lantai jemur, dengan ketebalan tidak lebih dari beberapa sentimeter, dan dibalik secara berkala agar kering merata.
- Keringkan hingga kadar air sekitar 14% untuk gabah konsumsi. Gabah yang terlalu basah mudah berjamur, sedangkan pengeringan berlebihan di bawah terik membuat beras retak.
- Simpan dalam karung bersih di atas palet, tidak menempel lantai dan dinding, di gudang yang kering dan berventilasi.
- Untuk benih, pilih gabah dari rumpun yang sehat, keringkan perlahan, dan simpan terpisah dari gabah konsumsi.
Umur panen padi gogo dan padi lokal
Padi gogo yang ditanam di lahan kering umumnya juga berumur genjah hingga sedang, tetapi waktunya sangat bergantung pada curah hujan karena air hanya berasal dari hujan. Padi lokal yang diwariskan turun-temurun di banyak daerah cenderung berumur lebih panjang dan sebagian peka terhadap panjang hari, sehingga hanya berbunga pada musim tertentu. Untuk varietas seperti ini, catatan petani setempat tentang bulan berbunga biasanya lebih akurat daripada perhitungan hari sejak tanam.
Persiapan sejak awal agar panen maksimal
Umur panen hanya ujung dari seluruh proses budidaya. Bulir yang bernas berasal dari tanaman yang sehat sejak persemaian: benih bermutu, jarak tanam yang ideal, pemupukan berimbang, dan pengairan yang cukup. Panduan lengkapnya ada di cara menanam padi dari benih hingga panen.
Untuk pemupukan, Pupuk Kilat diberikan dengan merendam benih sebelum semai, lalu disemprot pada 7, 20, 40, dan 60 HST dengan takaran 5 tutup botol per tangki. Jangan menyemprot saat padi sedang berbunga agar penyerbukan tidak terganggu. Jadwal rinci ada di pupuk untuk padi, dan gambaran pemupukan tanaman pangan lainnya di panduan pupuk tanaman pangan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa hari umur panen padi?
Umumnya 105–150 hari setelah semai. Padi genjah sekitar 105–124 hari, padi sedang 125–150 hari, dan padi dalam lebih dari 150 hari.
Berapa hari setelah berbunga padi bisa dipanen?
Sekitar 30–35 hari setelah padi berbunga merata, saat 90–95% gabah sudah menguning.
Apa ciri padi yang siap panen?
Sebagian besar gabah menguning, malai merunduk, daun bendera mulai mengering, dan gabah terasa keras saat ditekan kuku.
Apa akibat panen padi terlalu cepat?
Banyak gabah hampa atau belum terisi penuh, kadar air tinggi, dan beras mudah patah saat digiling.
