hit counter code Langsung ke konten
Konsultasi gratis via WhatsApp · Pengiriman ke seluruh Indonesia
Shopee WhatsApp
Ilmu Pupuk dan Pestisida

Pupuk Urea: Fungsi, Kandungan, Dosis, dan Cara Pakai

Pupuk Kilat Diperbarui 10 menit baca

Pupuk urea adalah pupuk tunggal sumber nitrogen dengan kadar sekitar 46% N, kadar nitrogen tertinggi di antara pupuk padat yang umum dipakai petani. Fungsi utamanya adalah mempercepat pertumbuhan daun, batang, dan anakan, serta membuat daun hijau segar. Urea paling efektif bila diberikan bertahap sesuai fase tanaman, dibenamkan ke tanah atau diberikan saat tanah lembap, dan tidak berlebihan, karena kelebihan nitrogen justru membuat tanaman mudah rebah, rentan hama, dan sedikit berbuah.

Hampir semua petani mengenal urea, tetapi tidak sedikit yang memakainya dengan cara kurang tepat sehingga banyak nitrogen hilang ke udara atau terbawa air. Artikel ini membahas fungsi urea, ciri-cirinya, cara dan waktu pemakaian, cara menghitung kebutuhan, serta cara memadukannya dengan pupuk lain.

Fungsi urea bagi tanaman

Nitrogen adalah unsur hara yang paling banyak dibutuhkan tanaman. Di dalam tanaman, nitrogen menjadi bahan penyusun:

  • Klorofil, zat hijau daun yang dipakai untuk fotosintesis.
  • Protein dan enzim, yang mengatur hampir seluruh proses di dalam tanaman.
  • Asam amino, bahan pembentuk protein dan jaringan baru.

Karena itu, urea berperan untuk:

  1. Mempercepat pertumbuhan vegetatif seperti daun, batang, dan tunas.
  2. Memperbanyak anakan pada padi dan tanaman serealia.
  3. Membuat daun hijau segar dan lebar.
  4. Meningkatkan kadar protein pada biji dan daun.

Ciri-ciri pupuk urea

CiriKeterangan
Kadar haraSekitar 46% nitrogen
BentukButiran kecil (prill) atau butiran lebih besar (granul)
WarnaPutih; urea bersubsidi umumnya diberi warna merah muda sebagai pembeda
SifatMudah larut dalam air dan mudah menyerap lembap udara (higroskopis)
ReaksiSetelah diberikan ke tanah, diubah mikroba menjadi amonium lalu nitrat yang diserap tanaman

Sifat higroskopis membuat urea mudah menggumpal bila disimpan di tempat lembap. Simpan dalam karung tertutup rapat di tempat kering.

Tanda tanaman kekurangan dan kelebihan nitrogen

KondisiTanda-tanda
Kekurangan nitrogenDaun tua menguning merata dari bawah, tanaman pucat, kerdil, anakan sedikit
Nitrogen cukupDaun hijau segar, pertumbuhan normal, anakan cukup
Kelebihan nitrogenDaun hijau sangat gelap dan lebat, batang lunak mudah rebah, bunga dan buah sedikit, mudah diserang hama penghisap dan penyakit

Penjelasan lebih lengkap tentang gejala kekurangan hara ada di penyebab daun menguning.

Waktu pemberian urea yang tepat

Urea paling efektif bila dibagi beberapa kali mengikuti fase pertumbuhan, bukan diberikan sekaligus. Alasannya, nitrogen mudah hilang: sebagian menguap ke udara, sebagian tercuci air hujan ke lapisan tanah bawah. Bila diberikan sekaligus, banyak yang hilang sebelum sempat diserap.

TanamanPola umum pembagian urea
Padi sawahSebagian kecil saat tanam atau awal, sisanya dibagi pada fase anakan aktif dan menjelang bunting
JagungSebagian saat tanam, sisanya pada fase pertumbuhan cepat sebelum berbunga
Sayuran daunDosis kecil berulang selama masa tanam
Sayuran buah (cabai, tomat)Lebih banyak di fase vegetatif, dikurangi saat berbunga dan berbuah
Tanaman tahunanDibagi beberapa kali dalam setahun, terutama saat musim hujan

Besarnya dosis per hektar berbeda untuk tiap tanaman, jenis tanah, dan target hasil. Ikuti rekomendasi penyuluh setempat atau hasil uji tanah. Pada padi, petani bisa memakai Bagan Warna Daun (BWD) untuk menilai kapan tanaman benar-benar membutuhkan tambahan urea.

Mengapa nitrogen dari urea mudah hilang?

Setelah ditaburkan, urea tidak langsung diserap tanaman. Di dalam tanah, urea diubah oleh enzim dan mikroba menjadi amonium, lalu sebagian menjadi nitrat. Dalam proses ini, ada beberapa jalur kehilangan nitrogen:

  • Penguapan. Bila urea dibiarkan di permukaan tanah, terutama saat tanah kering dan cuaca panas, sebagian nitrogen menguap ke udara sebagai amonia. Inilah sebabnya urea harus dibenam atau diberikan saat tanah lembap.
  • Pencucian. Nitrat mudah larut dan terbawa air hujan ke lapisan tanah yang lebih dalam, di luar jangkauan akar. Kehilangan ini lebih besar pada tanah berpasir dan saat hujan deras.
  • Aliran permukaan. Pada lahan miring, urea yang belum masuk ke tanah bisa hanyut bersama air hujan.
  • Proses di sawah tergenang. Pada kondisi tergenang, sebagian nitrogen dapat berubah menjadi gas dan lepas ke udara.

Memahami jalur kehilangan ini membantu petani mengatur cara dan waktu pemberian urea, sehingga lebih banyak nitrogen yang benar-benar dimanfaatkan tanaman dan biaya pupuk tidak terbuang.

Cara pakai urea yang benar

  1. Benamkan ke dalam tanah. Taburkan urea di sekitar tanaman atau di alur, lalu tutup dengan tanah. Urea yang dibiarkan di permukaan tanah kering banyak menguap.
  2. Berikan saat tanah lembap, bukan saat tanah kering kerontang atau saat hujan deras. Tanah lembap membantu urea larut dan diserap akar.
  3. Di sawah, berikan saat air macak-macak (lembap tanpa genangan tinggi), lalu airi kembali setelah beberapa hari. Urea yang ditabur ke genangan tinggi lebih mudah hilang.
  4. Jangan menempel di batang atau daun. Urea pekat bisa membakar jaringan tanaman.
  5. Untuk dikocor, larutkan urea dalam air dengan konsentrasi rendah sesuai anjuran, lalu siramkan di sekitar perakaran.
  6. Untuk disemprot ke daun, gunakan konsentrasi sangat rendah dan hanya bila memang dianjurkan; lebih aman memakai pupuk daun yang memang dibuat untuk disemprot.

Cara menghitung kebutuhan urea

Rekomendasi pemupukan kadang ditulis dalam kilogram nitrogen (kg N), bukan kilogram urea. Untuk mengubahnya:

Kebutuhan urea = kebutuhan N ÷ 46 × 100

Contoh: bila anjuran menyebut 46 kg N per hektar, maka urea yang dibutuhkan = 46 ÷ 46 × 100 = 100 kg urea. Bila sebagian nitrogen sudah dipenuhi dari pupuk NPK, kurangi jumlah urea sesuai kandungan N dari NPK tersebut agar tidak berlebihan. Cara menghitung pupuk NPK dibahas di pupuk NPK.

Urea dan pupuk lain: perlu dipadukan

Urea hanya mengandung nitrogen. Tanaman tetap membutuhkan fosfor, kalium, dan unsur mikro. Pemakaian urea saja tanpa unsur lain membuat pertumbuhan tidak seimbang: daun lebat tetapi buah dan gabah sedikit.

PupukPeran
UreaSumber nitrogen untuk daun, batang, dan anakan
SP-36 / pupuk fosfatPerakaran, pembungaan, pembentukan biji
KCl / pupuk kaliumPengisian buah dan biji, kekuatan batang
NPK majemukTiga unsur sekaligus
Pupuk organik & pupuk organik lengkapBahan organik, unsur mikro, hormon, dan asam amino

Pupuk organik lengkap seperti Pupuk Kilat membantu akar tumbuh lebih banyak dan sehat sehingga nitrogen dari urea lebih efisien diserap. Produsen menyebutkan pemakaian rutin dapat membantu mengurangi kebutuhan pupuk kimia secara bertahap; hasil di lapangan dipengaruhi kondisi lahan, cuaca, varietas, dan cara budidaya. Pengenalan jenis pupuk lain ada di jenis-jenis pupuk dan fungsinya, dan penjelasan pupuk organik lengkap berbentuk cair ada di pupuk organik cair.

Urea bersubsidi dan nonsubsidi

Pemerintah menyalurkan urea bersubsidi melalui kios resmi untuk petani yang terdaftar dalam kelompok tani dan rencana kebutuhan pupuk. Urea bersubsidi umumnya diberi warna merah muda agar mudah dibedakan dari urea nonsubsidi yang berwarna putih. Jumlah alokasi pupuk bersubsidi terbatas, sehingga banyak petani juga membeli urea nonsubsidi atau memakai pupuk lain untuk mencukupi kebutuhan. Pastikan membeli di kios resmi dan simpan nota pembelian.

Tips menghemat urea tanpa menurunkan hasil

  1. Gunakan Bagan Warna Daun pada padi untuk memberi urea hanya saat tanaman benar-benar membutuhkan.
  2. Benamkan urea agar tidak menguap.
  3. Bagi dosis menjadi beberapa kali pemberian.
  4. Tambahkan bahan organik agar tanah mampu menahan unsur hara lebih lama.
  5. Gilir dengan kacang-kacangan yang membantu menambah nitrogen ke tanah melalui bintil akar.
  6. Lengkapi dengan pupuk organik lengkap yang mengandung asam amino dan unsur mikro agar penyerapan hara lebih efisien.

Urea untuk tanaman di pot dan polybag

Untuk tanaman di pot, urea mudah membakar akar bila diberikan berlebihan karena media terbatas. Gunakan dalam jumlah sangat sedikit, benamkan jauh dari batang, lalu siram. Untuk penghobi, pupuk cair dengan takaran ringan yang diberikan rutin biasanya lebih aman. Panduannya ada di urban farming untuk pemula.

Urea untuk berbagai kelompok tanaman

Tanaman pangan. Padi dan jagung adalah pengguna urea terbesar. Pada padi, nitrogen paling dibutuhkan saat pembentukan anakan dan menjelang bunting; pada jagung, saat pertumbuhan cepat sebelum berbunga. Jadwal pupuk organik lengkap sebagai pelengkapnya ada di pupuk untuk padi dan pupuk untuk jagung.

Sayuran daun. Sawi, bayam, dan kangkung membutuhkan nitrogen untuk daun yang lebar dan hijau, tetapi berumur pendek, sehingga urea diberikan dalam dosis kecil dan sering. Jangan memberi urea menjelang panen agar kadar nitrat di daun tidak tinggi.

Sayuran buah dan tanaman buah. Urea diberikan lebih banyak di fase pertumbuhan, lalu dikurangi menjelang berbunga dan saat berbuah agar tanaman tidak terus menumbuhkan daun.

Urea dalam peta pupuk tanaman

Urea adalah sumber nitrogen paling umum, tetapi program pemupukan yang baik tidak berhenti di nitrogen. Gambaran besarnya ada di pilar induk pupuk tanaman dan nutrisi tanaman. Urea biasanya dipadukan dengan pupuk NPK sebagai pupuk dasar, bahan organik untuk menjaga tanah (pupuk organik), serta pupuk pelengkap untuk unsur mikro dan hormon. Urea termasuk pupuk bersubsidi untuk petani terdaftar; aturan dan HET terbarunya ada di pupuk subsidi.

Dosis umum urea per tanaman

TanamanGambaran dosis ureaPembagian
Padi sawahSekitar 200–250 kg per hektar per musim2–3 kali, sesuai warna daun
Jagung hibridaSekitar 250–350 kg per hektar per musim2–3 kali, ditugal dan ditutup tanah
Sayuran daunTakaran kecil, sering dikocor larutan encerSetiap 1–2 minggu
Cabai dan tomatSebagian kecil dari total pupuk nitrogen, terutama fase vegetatifDikurangi saat berbuah
Tanaman buahDiberikan setelah panen untuk tunas baruDikurangi menjelang musim bunga
Tebu dan perkebunanSesuai anjuran kebun dan umur tanaman2–3 kali setahun

Angka di atas adalah gambaran; ikuti anjuran penyuluh dan kondisi tanah setempat. Jadwal per tanaman ada di pupuk padi dan pupuk jagung.

Bagan Warna Daun: cara hemat memakai urea di sawah

Bagan Warna Daun (BWD) adalah alat sederhana berupa lembaran plastik dengan beberapa tingkat warna hijau. Petani membandingkan warna daun padi dengan bagan tersebut pada umur tertentu. Bila warna daun lebih pucat dari batas anjuran, tanaman perlu tambahan urea; bila sudah cukup hijau, pemberian urea bisa ditunda atau dikurangi. Cara ini membantu menghindari pemberian urea berlebihan yang membuat padi rebah dan mengundang wereng, sekaligus menghemat biaya. Tanyakan BWD dan cara pakainya kepada penyuluh pertanian setempat.

Urea untuk sayuran daun

Sayuran daun seperti sawi, kangkung, dan bayam sangat responsif terhadap nitrogen. Urea dapat dilarutkan dengan konsentrasi rendah lalu dikocor ke sekitar tanaman, atau ditabur tipis di antara barisan lalu disiram. Hentikan pemberian urea beberapa hari sebelum panen agar kandungan nitrat pada daun tidak terlalu tinggi dan rasa sayuran tetap baik.

Urea dan pengasaman tanah

Pemakaian urea dalam jumlah besar secara terus-menerus dapat menurunkan pH tanah secara perlahan, terutama pada tanah berpasir dengan bahan organik rendah. Tanah yang makin masam membuat fosfor dan beberapa unsur lain sulit diserap. Pemeriksaan pH secara berkala, pengapuran sesuai anjuran, dan penambahan bahan organik membantu mencegah masalah ini. Pembahasan pengapuran ada di dolomit untuk tanaman.

Menyimpan urea agar tidak mencair dan menggumpal

Urea sangat mudah menyerap uap air dari udara. Simpan di tempat kering dan tertutup, di atas palet, dan tutup rapat karung setelah dibuka. Urea yang sudah mencair sebagian masih mengandung nitrogen, tetapi sulit ditabur merata. Jangan menyimpan urea berdekatan dengan kapur atau dolomit dalam karung terbuka, dan jauhkan dari makanan, pakan, dan jangkauan anak-anak.

Kesalahan dalam memakai urea

  1. Menabur di permukaan tanah kering tanpa dibenam, sehingga banyak yang menguap.
  2. Memberi seluruh dosis sekaligus di awal tanam.
  3. Memberi urea berlebihan dengan harapan tanaman lebih cepat besar, padahal membuat tanaman rebah dan disukai hama.
  4. Memberi urea saat tanaman berbunga atau berbuah dalam jumlah besar, sehingga tanaman kembali sibuk menumbuhkan daun.
  5. Menyimpan urea di tempat lembap sehingga menggumpal.
  6. Hanya memakai urea tanpa fosfor, kalium, dan bahan organik.

Kesalahan pemupukan lainnya dibahas di kesalahan saat memupuk tanaman.

Ingin pemupukan lebih efisien?Tanyakan jadwal kombinasi urea, NPK, dan Pupuk Kilat untuk tanaman Anda ke CS kami.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa fungsi utama pupuk urea?

Menyediakan nitrogen untuk mempercepat pertumbuhan daun, batang, dan anakan, serta membuat daun hijau segar.

Berapa kandungan nitrogen pupuk urea?

Sekitar 46% nitrogen, kadar tertinggi di antara pupuk padat yang umum dipakai petani.

Kapan waktu terbaik memberi urea?

Dibagi beberapa kali sesuai fase tanaman, terutama fase pertumbuhan daun dan anakan, saat tanah lembap, lalu dibenamkan atau ditutup tanah.

Apa akibat kelebihan pupuk urea?

Daun terlalu lebat dan hijau gelap, batang lunak mudah rebah, bunga dan buah sedikit, serta tanaman lebih mudah diserang hama dan penyakit.

Apakah urea bisa dicampur dengan pupuk organik?

Bisa dipakai dalam satu program. Urea ditabur atau dikocor ke tanah, sedangkan pupuk organik lengkap disemprot ke daun atau dikocor terpisah untuk melengkapi unsur mikro dan bahan organik.

Berapa dosis urea untuk padi per hektar?

Gambaran umum sekitar 200–250 kg per hektar per musim, dibagi 2–3 kali pemberian dan disesuaikan dengan warna daun memakai Bagan Warna Daun.

Mengapa urea harus dibenam atau ditutup tanah?

Nitrogen dari urea mudah menguap sebagai amonia bila dibiarkan di permukaan, terutama di tanah kering atau basa dan saat cuaca panas, sehingga pupuk banyak terbuang.

Masih bingung soal pemakaian? Kirim foto tanaman Anda, CS kami bantu rekomendasikan cara pakai yang tepat.
Ditulis oleh Pupuk Kilat
Tanya CS