Pupuk yang bagus bisa kurang terasa hasilnya jika cara pakainya keliru. Berikut tujuh kesalahan saat memupuk tanaman yang paling sering terjadi dan cara menghindarinya.
1. Tidak mengocok botol
POC Kilat berbentuk pekatan suspensi. Tanpa dikocok, kandungan yang mengendap di dasar botol tidak ikut terpakai.
2. Menyemprot di waktu yang salah
Menyemprot saat matahari terik membuat larutan cepat menguap. Gunakan waktu pagi (06.00–09.00) atau sore (16.00–18.00).
3. Menakar dengan perkiraan
Gunakan tutup botol sebagai takaran: 1 tutup botol = 10 ml. Takaran per jenis tanaman ada di tabel takaran POC Kilat per liter air.
4. Menyemprot saat masa pembungaan
Pada padi dan jeruk, penyemprotan saat bunga mekar dapat mengganggu penyerbukan. Hentikan penyemprotan di masa pembungaan.
5. Mengocor saat hujan
Larutan kocor mudah terbawa air hujan. Saat hujan, cukup lakukan penyemprotan.
6. Hanya menyemprot permukaan atas daun
Semprot merata ke daun bagian atas dan bawah, juga batang. Pada tanaman tertentu, semprot juga ke daerah perakaran.
7. Tidak mengikuti fase tanaman
Kebutuhan tanaman di fase bibit, pertumbuhan, pembungaan, dan pembuahan berbeda. Ikuti jadwal per hari setelah tanam (HST) pada panduan penggunaan per tanaman.
Pertanyaan yang sering diajukan
Kapan waktu yang salah untuk menyemprot pupuk?
Siang hari saat matahari terik dan menjelang hujan. Waktu terbaik pagi 06.00–09.00 atau sore 16.00–18.00.
Apakah pupuk cair perlu dikocok?
Ya. POC Kilat berbentuk suspensi sehingga harus dikocok sebelum dipakai agar kandungannya merata.
Bolehkah menyemprot pupuk saat tanaman berbunga?
Untuk padi dan jeruk, masa pembungaan tidak boleh disemprot.
Baca juga
- Cara Aplikasi POC Kilat: Rendam Benih, Semprot, Kocor, Labur
- Takaran POC Kilat per Liter Air untuk Semua Jenis Tanaman
- Kandungan dan Manfaat POC Kilat, Pupuk Organik Cair Plus Hormon
