Langsung ke konten
Konsultasi gratis via WhatsApp · Pengiriman ke seluruh Indonesia
Shopee WhatsApp
Ilmu Pupuk dan Pestisida

Jenis-Jenis Pupuk dan Fungsinya: Organik, Kimia, Hayati

Pupuk Kilat Diperbarui 10 menit baca

Jenis pupuk secara umum dibagi menjadi tiga kelompok besar: pupuk organik (dari bahan makhluk hidup), pupuk anorganik atau kimia (dari bahan sintetis atau tambang), dan pupuk hayati (berisi mikroba yang menguntungkan). Masing-masing punya fungsi berbeda, dan hasil terbaik biasanya didapat dari memadukan ketiganya sesuai kebutuhan tanaman dan kondisi tanah.

Panduan ini menjelaskan macam-macam pupuk, kandungan dan fungsinya, kelebihan dan kekurangannya, serta cara memilih kombinasi pupuk yang tepat untuk lahan Anda.

Unsur hara: dasar memahami jenis pupuk

Sebelum membahas jenis pupuk, kenali dulu unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Pupuk pada dasarnya adalah “kendaraan” untuk mengantarkan unsur-unsur ini.

KelompokUnsurFungsi utama
Makro primerNitrogen (N)Pertumbuhan daun dan batang, warna hijau
Fosfor (P)Perakaran, pembungaan, pembentukan biji
Kalium (K)Pengisian buah dan umbi, ketahanan tanaman
Makro sekunderKalsium (Ca), Magnesium (Mg), Sulfur (S)Dinding sel, klorofil, pembentukan protein
MikroBesi, mangan, tembaga, seng, boron, molibdenumDibutuhkan sedikit, tetapi kekurangannya mengganggu pertumbuhan

Selain unsur hara, tanaman juga dipengaruhi hormon pertumbuhan (auksin, giberelin, sitokinin) dan bahan organik yang memperbaiki tanah. Inilah alasan pupuk organik lengkap yang diperkaya hormon dan asam amino sering dipakai sebagai pelengkap pupuk kimia. Penjelasannya ada di fungsi hormon tanaman dan asam amino.

1. Pupuk organik

Pupuk organik dibuat dari sisa makhluk hidup: kotoran hewan, sisa tanaman, atau limbah organik yang sudah terurai. Selain memberi hara, pupuk organik memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kemampuan tanah menahan air, dan memberi makan mikroba tanah.

JenisBahanCiri dan kegunaan
Pupuk kandangKotoran kambing, sapi, ayamMemperbaiki tanah; gunakan yang sudah matang (tidak panas dan tidak berbau tajam)
KomposSisa tanaman, daun, sampah organikBahan organik tinggi, cocok untuk semua tanaman
BokashiBahan organik yang difermentasiLebih cepat matang dibanding kompos biasa
KascingBekas cacing tanahHalus, cocok untuk pot dan pembibitan
Pupuk hijauTanaman yang dibenamkan ke tanah, misalnya kacang-kacanganMenambah nitrogen dan bahan organik
Pupuk organik lengkap (cair)Bahan organik hasil fermentasi, sering diperkaya hara & hormonMudah diserap daun dan akar, cepat terlihat hasilnya

Kelebihan: memperbaiki kesuburan tanah dalam jangka panjang, lebih ramah lingkungan, risiko “terbakar” lebih rendah. Kekurangan: kadar hara relatif rendah sehingga dibutuhkan dalam jumlah besar (untuk pupuk padat), dan kandungannya bisa berbeda-beda bila dibuat sendiri.

Pembahasan lengkapnya ada di pupuk organik cair: pengertian, manfaat, dan cara pakai.

2. Pupuk anorganik (pupuk kimia)

Pupuk anorganik dibuat di pabrik dengan kadar hara tinggi dan terukur. Karena itu, dosis yang dibutuhkan lebih sedikit dan responsnya cepat. Pupuk anorganik dibagi menjadi pupuk tunggal dan pupuk majemuk.

Pupuk tunggal

PupukKandungan utamaFungsi
UreaNitrogen sekitar 46%Mempercepat pertumbuhan daun dan batang
ZA (amonium sulfat)Nitrogen sekitar 21% dan sulfur sekitar 24%Sumber N dan S, cocok untuk bawang dan tanaman yang butuh sulfur
SP-36Fosfat (P₂O₅) sekitar 36%Perakaran dan pembungaan
KCLKalium (K₂O) sekitar 60%Pengisian buah dan umbi, ketahanan tanaman
DolomitKalsium dan magnesiumMenaikkan pH tanah masam, sumber Ca dan Mg

Pupuk majemuk

Pupuk majemuk mengandung lebih dari satu unsur hara dalam satu butir, yang paling umum adalah NPK. Angka pada kemasan, misalnya 15-15-15 atau 16-16-16, menunjukkan persentase N, P₂O₅, dan K₂O. Ada pula NPK dengan perbandingan berbeda untuk fase tertentu, misalnya kadar N tinggi untuk pertumbuhan atau K tinggi untuk pembuahan.

Kelebihan pupuk kimia: kadar hara tinggi, cepat bekerja, dosis mudah dihitung. Kekurangan: pemakaian berlebihan dan terus-menerus tanpa bahan organik dapat membuat tanah keras, mengganggu mikroba tanah, dan sebagian hara mudah hilang tercuci.

Dalam praktiknya, petani jarang memakai hanya satu jenis pupuk. Pupuk organik menjaga tanah tetap sehat, pupuk anorganik menyediakan hara dalam jumlah besar dengan cepat, dan pupuk pelengkap seperti pupuk cair mengisi kekurangan unsur mikro serta hormon tumbuh. Memahami peran masing-masing jenis membantu Anda menyusun kombinasi yang hemat dan sesuai kebutuhan tanaman, alih-alih membeli banyak produk yang fungsinya tumpang tindih. Sebelum membeli pupuk baru, tanyakan dulu: unsur apa yang sebenarnya kurang, dan pada fase apa tanaman membutuhkannya.

3. Pupuk hayati

Pupuk hayati berisi mikroorganisme hidup yang membantu tanaman memperoleh hara. Contohnya bakteri penambat nitrogen, mikroba pelarut fosfat, jamur mikoriza yang memperluas jangkauan akar, dan jamur seperti Trichoderma yang membantu menekan penyakit tanah.

Pupuk hayati tidak menyediakan hara dalam jumlah besar secara langsung, tetapi membantu tanaman memanfaatkan hara yang sudah ada di tanah. Mikroba ini bekerja paling baik di tanah yang cukup bahan organik.

Unsur hara mikro dan pupuk pelengkap

Selain pupuk yang mengandung hara makro, ada pupuk yang khusus menyediakan unsur hara mikro — unsur yang dibutuhkan sedikit tetapi wajib ada. Tanpa unsur mikro, tanaman tetap kerdil atau bunganya rontok meski pupuk N, P, dan K sudah cukup.

Unsur mikroFungsiSumber pupuk
Besi (Fe)Pembentukan klorofilPupuk mikro, pupuk daun, pupuk organik lengkap
Mangan (Mn)Fotosintesis dan enzimPupuk mikro, pupuk daun, pupuk organik lengkap
Seng (Zn)Pembentukan hormon tumbuhPupuk mikro, pupuk daun, pupuk organik lengkap
Tembaga (Cu)Enzim dan ketahanan jaringanPupuk mikro, pupuk organik lengkap
Boron (B)Penyerbukan, pembentukan buahPupuk boron, pupuk daun
Molibdenum (Mo)Penambatan nitrogen pada kacang-kacanganPupuk mikro

Unsur mikro juga terdapat dalam bahan organik. Itulah sebabnya tanah yang rutin diberi kompos atau pupuk organik jarang mengalami kekurangan unsur mikro.

Ada pula kelompok pembenah tanah, seperti kapur dolomit dan kapur pertanian. Fungsinya bukan memberi hara dalam jumlah besar, melainkan menaikkan pH tanah masam dan menyediakan kalsium serta magnesium, sehingga pupuk lain lebih mudah diserap.

Berdasarkan bentuknya: padat dan cair

BentukContohCara pakaiKelebihan
Padat (butiran, serbuk)Urea, NPK, kompos, pupuk kandangDitabur, dilarik, atau dibenam ke tanahEfek lebih lama, cocok sebagai pupuk dasar
CairPupuk organik lengkap, pupuk daunDisemprot ke daun atau dikocor ke tanahCepat diserap, cocok untuk fase kritis

Pupuk cair juga ada yang khusus untuk daun. Pembahasannya ada di pupuk daun: jenis, fungsi, dan cara semprot.

Bentuk pupuk juga memengaruhi cara penyimpanan dan biaya angkut. Pupuk padat lebih ringkas untuk jumlah hara yang besar, sedangkan pupuk cair lebih praktis untuk aplikasi rutin dalam takaran kecil.

Berdasarkan cara kerjanya: cepat dan lambat tersedia

Sebagian pupuk langsung larut dan tersedia bagi tanaman, sebagian lagi dirancang melepaskan hara perlahan (slow release). Pupuk organik padat juga cenderung melepaskan hara secara bertahap seiring penguraiannya. Memadukan pupuk cepat dan lambat tersedia membantu tanaman mendapat hara yang cukup sepanjang musim.

Tabel ringkas jenis-jenis pupuk

Jenis pupukContohKelebihanKekurangan
Organik padatPupuk kandang, kompos, bokashiMemperbaiki struktur tanah, murahKadar hara rendah, butuh jumlah banyak
Organik lengkap (cair)Fermentasi buatan sendiri, produk pabrikanCepat diserap, kaya unsur mikro & hormonBukan sumber utama hara makro
Anorganik tunggalUrea, SP-36, KCl, ZAKadar hara tinggi, mudah diaturTidak memperbaiki tanah
Anorganik majemukNPK 15-15-15, NPK 16-16-16Praktis, tiga hara sekaligusRasio tetap, harus sesuai fase
HayatiMikroba penambat N, pelarut PMembantu ketersediaan hara alamiButuh kondisi tanah yang mendukung
Mikro & pembenah tanahPupuk boron, dolomitMengatasi masalah spesifikHanya untuk kebutuhan tertentu

Untuk pembahasan khusus pupuk majemuk, baca pupuk NPK: pengertian, jenis, dan cara pemakaian.

Pupuk organik atau anorganik, mana yang lebih baik?

Pertanyaan ini sering muncul, dan jawabannya: keduanya punya peran berbeda. Pupuk anorganik unggul dalam menyediakan hara makro dengan cepat dan dalam jumlah besar, sehingga hasil panen bisa dikejar. Pupuk organik unggul dalam menjaga kesehatan tanah: memperbaiki struktur, menahan air, memberi makan mikroba, dan menyediakan unsur mikro.

Penggunaan pupuk kimia saja selama bertahun-tahun tanpa bahan organik sering membuat tanah semakin padat, mikroba berkurang, dan tanaman makin “haus” pupuk dari musim ke musim. Sebaliknya, hanya mengandalkan pupuk organik pada lahan produksi sering membuat hasil kurang maksimal karena kadar hara makronya rendah.

Pendekatan yang paling banyak dianjurkan adalah pemupukan berimbang: pupuk organik sebagai dasar untuk memperbaiki tanah, pupuk anorganik sesuai kebutuhan hara dan rekomendasi setempat, lalu pupuk organik lengkap pada fase kritis. Produsen Pupuk Kilat menyebutkan pemakaian rutin dapat membantu mengurangi kebutuhan pupuk anorganik secara bertahap; hasilnya dipengaruhi kondisi lahan, cuaca, varietas, dan cara budidaya.

Cara memilih dan memadukan jenis pupuk

Tidak ada satu jenis pupuk yang bisa memenuhi semua kebutuhan. Pola yang banyak dipakai petani:

  1. Pupuk organik padat saat mengolah tanah, sebagai fondasi kesuburan.
  2. Pupuk kimia sebagai pupuk dasar dan susulan sesuai anjuran setempat.
  3. Pupuk organik lengkap pada fase kritis — perendaman benih, pertumbuhan awal, pembungaan, dan pembesaran buah atau umbi — agar pupuk dasar terserap lebih efisien.
  4. Pupuk hayati untuk memperbaiki kehidupan tanah, terutama di lahan yang lama dipupuk kimia.

Takaran pupuk organik lengkap per tanaman tersedia di takaran Pupuk Kilat per liter air, dan perhitungan per luas lahan di kebutuhan Pupuk Kilat per hektar.

Pupuk berdasarkan fase pertumbuhan

Kebutuhan hara tanaman berubah sesuai fase tumbuhnya. Menyesuaikan jenis pupuk dengan fase membuat pemupukan lebih hemat dan hasilnya lebih terasa.

FaseKebutuhan utamaJenis pupuk yang cocok
Persiapan lahanBahan organik, perbaikan pHPupuk kandang, kompos, dolomit
Perendaman benih / bibitDaya tumbuh dan akarpupuk organik lengkap dengan hormon perakaran
VegetatifNitrogen, unsur mikroUrea/ZA atau NPK tinggi N, pupuk daun
Menjelang berbungaFosfor, boron, hormonNPK seimbang, pupuk daun, pupuk organik lengkap plus hormon
Pembesaran buah / umbiKalium, kalsiumKCl atau NPK tinggi K, pupuk organik lengkap
Setelah panen (tanaman tahunan)Pemulihan, tunas baruKompos, NPK seimbang, pupuk organik lengkap

Pupuk untuk tiap kelompok tanaman

Cara menyimpan pupuk agar tidak rusak

  • Simpan di tempat kering dan teduh. Pupuk butiran seperti urea mudah menyerap air dan menggumpal.
  • Tutup rapat kemasan setelah dibuka, termasuk botol pupuk cair.
  • Jauhkan dari sinar matahari langsung, terutama pupuk hayati yang berisi mikroba hidup.
  • Pisahkan dari bahan makanan dan pakan ternak, dan letakkan di luar jangkauan anak-anak.
  • Perhatikan tanggal kedaluwarsa, khususnya pada pupuk hayati.
  • Kocok pupuk cair sebelum dipakai karena sebagian kandungan bisa mengendap.

Tanda tanaman salah pupuk

TandaKemungkinan penyebab
Daun sangat lebat dan hijau gelap, tetapi bunga sedikitKelebihan nitrogen
Tepi daun terbakar setelah dipupukDosis terlalu tinggi atau pupuk menempel di batang
Pertumbuhan lambat meski sudah dipupuk banyakpH tanah tidak sesuai, akar rusak, atau tanah padat
Daun muda kuning, tulang daun hijauKekurangan unsur mikro
Buah kecil dan kurang manisKekurangan kalium saat pengisian buah
Tanah makin keras dari musim ke musimKurang bahan organik

Bila ragu, mulailah dari uji tanah sederhana atau berkonsultasi dengan penyuluh pertanian setempat sebelum menambah dosis.

Contoh program pemupukan sederhana

Sebagai gambaran, program pemupukan sayuran buah seperti cabai di lahan kecil dapat disusun seperti ini: saat olah lahan, berikan pupuk kandang atau kompos matang dan kapur dolomit bila tanah masam; saat tanam, berikan pupuk dasar NPK sesuai rekomendasi; bibit disemprot pupuk organik lengkap sebelum ditanam; selama fase pertumbuhan, berikan pupuk susulan dan semprot pupuk organik lengkap setiap 7 hari; menjelang berbuah, tambah kalium dan naikkan takaran pupuk organik lengkap; setelah setiap petik, ulangi penyemprotan agar bunga berikutnya terbentuk. Program ini menggabungkan pupuk organik, anorganik, dan pupuk cair sesuai perannya masing-masing.

Kesalahan umum dalam memilih pupuk

  • Hanya memakai satu jenis pupuk terus-menerus tanpa bahan organik.
  • Mengira dosis lebih banyak berarti hasil lebih baik. Kelebihan pupuk bisa membakar akar dan daun.
  • Salah waktu. Pupuk nitrogen tinggi menjelang berbunga membuat tanaman sibuk berdaun.
  • Mengabaikan pH tanah. Tanah yang terlalu masam membuat pupuk sulit diserap; dolomit atau kapur pertanian bisa membantu.
  • Membeli pupuk tanpa label jelas. Pastikan produk terdaftar dan kandungannya tertulis.

Baca juga 7 kesalahan saat memupuk tanaman.

Bingung memilih pupuk untuk lahan Anda?Ceritakan jenis tanaman dan pupuk yang sudah dipakai, CS kami bantu susun kombinasinya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa saja jenis-jenis pupuk?

Secara umum ada pupuk organik (kandang, kompos, bokashi, kascing, pupuk organik lengkap), pupuk anorganik atau kimia (urea, ZA, SP-36, KCL, NPK), dan pupuk hayati yang berisi mikroba bermanfaat.

Apa bedanya pupuk tunggal dan pupuk majemuk?

Pupuk tunggal hanya mengandung satu unsur hara utama, misalnya urea untuk nitrogen. Pupuk majemuk mengandung beberapa unsur sekaligus, seperti NPK.

Mana yang lebih baik, pupuk organik atau kimia?

Keduanya saling melengkapi. Pupuk kimia memberi hara cepat dalam kadar tinggi, sedangkan pupuk organik memperbaiki tanah dan membuat pupuk kimia lebih efisien.

Apa arti angka 15-15-15 pada pupuk NPK?

Angka tersebut menunjukkan persentase nitrogen (N), fosfat (P₂O₅), dan kalium (K₂O) dalam pupuk.

Apakah pupuk hayati bisa menggantikan pupuk lain?

Tidak. Pupuk hayati membantu tanaman memanfaatkan hara yang ada, tetapi tanaman tetap membutuhkan sumber hara dari pupuk organik atau anorganik.

Masih bingung soal pemakaian? Kirim foto tanaman Anda, CS kami bantu rekomendasikan cara pakai yang tepat.
Ditulis oleh Pupuk Kilat
Tanya CS