hit counter code Langsung ke konten
Konsultasi gratis via WhatsApp · Pengiriman ke seluruh Indonesia
Shopee WhatsApp
Ilmu Pupuk dan Pestisida

Dolomit: Fungsi, Dosis, dan Cara Menaburkan di Lahan

Pupuk Kilat Diperbarui 7 menit baca

Dolomit adalah kapur pertanian yang terbuat dari batuan kalsium magnesium karbonat. Fungsinya menaikkan pH tanah masam agar mendekati netral, sekaligus menyumbang kalsium dan magnesium yang dibutuhkan tanaman. Dolomit ditaburkan merata lalu dicampur dengan tanah sekitar dua sampai empat minggu sebelum tanam, dengan dosis umum sekitar 1–2 ton per hektar, disesuaikan dengan tingkat keasaman tanah.

Banyak lahan pertanian di Indonesia bersifat masam, terutama lahan yang terus dipupuk kimia, lahan bekas hutan, lahan gambut, dan lahan di daerah bercurah hujan tinggi. Di tanah masam, pupuk yang diberikan tidak bisa diserap maksimal, akar tidak berkembang, dan tanaman mudah sakit. Dolomit adalah salah satu cara paling murah dan efektif untuk memperbaikinya. Artikel ini membahas fungsi dolomit, cara mengetahui tanah masam, dosis, waktu, dan cara menaburkannya.

Apa itu dolomit?

Dolomit berasal dari batuan kapur yang mengandung kalsium dan magnesium. Batuan ini digiling halus menjadi tepung berwarna putih keabu-abuan. Kandungannya umumnya sekitar 30% kalsium oksida (CaO) dan 18–20% magnesium oksida (MgO), tergantung sumber batuan dan produsennya.

CiriKeterangan
BentukTepung atau butiran halus berwarna putih keabu-abuan
Kandungan utamaKalsium (Ca) dan magnesium (Mg) dalam bentuk karbonat
SifatLarut perlahan, bekerja menetralkan keasaman tanah dalam beberapa minggu
KegunaanMenaikkan pH tanah, sumber kalsium dan magnesium
Nama lainKapur dolomit, kaptan dolomit

Fungsi dolomit untuk tanah dan tanaman

  1. Menetralkan tanah masam. Dolomit menaikkan pH sehingga tanah lebih sesuai untuk sebagian besar tanaman.
  2. Membuat pupuk lebih efektif. Di tanah yang pH-nya sesuai, fosfor, nitrogen, dan kalium lebih mudah diserap.
  3. Menyumbang kalsium. Kalsium memperkuat dinding sel, mencegah busuk ujung buah pada tomat dan cabai, serta membantu pertumbuhan akar.
  4. Menyumbang magnesium. Magnesium adalah inti klorofil, sehingga daun tetap hijau dan fotosintesis berjalan baik.
  5. Mengurangi racun aluminium dan besi yang tinggi di tanah masam.
  6. Mendukung kehidupan tanah, termasuk bakteri baik dan cacing tanah yang menyukai tanah tidak terlalu masam.

Tanda tanah terlalu masam

  • Tanaman kerdil meski sudah dipupuk.
  • Daun menguning di antara tulang daun, terutama daun tua.
  • Akar pendek, sedikit, dan kecokelatan.
  • Banyak lumut di permukaan tanah atau tumbuhan paku dan alang-alang yang dominan.
  • Pupuk seolah tidak berpengaruh pada pertumbuhan.
  • Hasil panen terus menurun dari musim ke musim.

Cara paling pasti adalah mengukur pH tanah dengan alat pH meter tanah, kertas lakmus khusus tanah, atau uji laboratorium. Penyuluh pertanian setempat juga bisa membantu uji tanah.

Dosis dolomit menurut pH tanah

Dosis dolomit paling tepat ditentukan dari hasil uji tanah. Sebagai gambaran umum:

pH tanahTingkat keasamanGambaran dosis dolomit per hektar
Di bawah 4,5Sangat masamSekitar 2–4 ton
4,5–5,0MasamSekitar 1,5–2 ton
5,0–5,5Agak masamSekitar 1–1,5 ton
5,5–6,5Sesuai untuk sebagian besar tanamanTidak perlu, atau cukup pemeliharaan
Di atas 6,5Netral hingga basaJangan diberi dolomit

Tanah liat dan tanah yang kaya bahan organik membutuhkan dosis lebih tinggi dibanding tanah berpasir untuk kenaikan pH yang sama. Untuk tanaman dalam pot, gambaran umumnya sekitar satu sampai dua sendok makan dolomit per 10 liter media, dicampur rata sebelum tanam.

Waktu terbaik menabur dolomit

  • Dua sampai empat minggu sebelum tanam, karena dolomit bekerja perlahan.
  • Saat tanah lembap, bukan saat sangat kering atau tergenang.
  • Saat olah tanah, agar bisa langsung dicampur dengan tanah.
  • Untuk tanaman tahunan, taburkan di bawah tajuk pada awal musim hujan.
  • Tidak bersamaan dengan pupuk urea dan ZA, beri jarak sekitar satu sampai dua minggu agar nitrogen tidak banyak menguap.

Cara menaburkan dolomit di lahan

  1. Hitung kebutuhan berdasarkan luas lahan dan pH tanah.
  2. Bagi lahan menjadi petak-petak agar penaburan merata.
  3. Taburkan dolomit merata di permukaan tanah. Gunakan masker dan sarung tangan karena tepungnya halus dan berdebu.
  4. Campurkan dengan tanah saat membajak atau mencangkul, hingga kedalaman sekitar 15–20 cm.
  5. Biarkan dua sampai empat minggu sambil menjaga tanah tetap lembap.
  6. Lanjutkan dengan pupuk kandang dan pupuk dasar sesuai jadwal tanam.

Untuk sawah, dolomit ditaburkan saat olah tanah pertama dan diaduk bersama lumpur. Untuk tanaman buah, taburkan melingkar di bawah ujung tajuk lalu campur ringan dengan tanah.

Dolomit dan kapur pertanian lain

JenisKandungan utamaKelebihanCatatan
DolomitKalsium dan magnesiumMenaikkan pH sekaligus menambah magnesiumPaling banyak dipakai petani
Kalsit (kapur karbonat)KalsiumMenaikkan pHTidak menambah magnesium
Kapur tohorKalsium oksidaBereaksi cepatPanas dan bisa merusak tanaman bila kontak langsung, hati-hati saat memakai
GipsumKalsium sulfatMenambah kalsium dan belerangTidak menaikkan pH secara nyata

Untuk sebagian besar lahan masam, dolomit menjadi pilihan karena sekaligus memenuhi kebutuhan magnesium yang sering kurang di tanah masam.

Contoh menghitung kebutuhan dolomit

Misalkan Anda memiliki sawah atau tegalan seluas 2.500 m² (¼ hektar) dengan pH tanah 4,8.

LangkahPerhitunganHasil
Dosis per hektar untuk pH 4,5–5,0Dari tabel di atasSekitar 1,5–2 ton per hektar
Luas lahan2.500 m² = 0,25 hektar0,25
Kebutuhan dolomit0,25 × 1,5–2 tonSekitar 375–500 kg
Bila dikemas 50 kg per karung375–500 ÷ 50Sekitar 8–10 karung

Untuk bedengan sayuran, dolomit bisa dihitung per meter persegi. Dosis 1,5 ton per hektar setara dengan sekitar 150 gram per meter persegi, atau kira-kira satu genggam besar per meter persegi bedengan.

Dolomit di lahan gambut dan lahan bekas sawit

Lahan gambut dan lahan bekas perkebunan sawit umumnya sangat masam dan miskin unsur basa seperti kalsium dan magnesium. Di lahan seperti ini, dolomit hampir selalu dibutuhkan sebelum menanam sayuran, palawija, atau tanaman buah. Beberapa catatan khusus:

  • Dosis cenderung lebih tinggi karena kemasaman tanah gambut sangat kuat.
  • Berikan bertahap, misalnya dibagi dua kali pemberian dalam satu tahun, daripada sekaligus dalam jumlah sangat besar.
  • Kombinasikan dengan pupuk kandang atau kompos untuk memperbaiki kesuburan.
  • Perhatikan drainase, karena gambut yang tergenang menyulitkan pertumbuhan akar.

Tanaman yang paling merasakan manfaat dolomit

  • Cabai, tomat, dan terong: kalsium membantu mencegah busuk ujung buah.
  • Kacang-kacangan: bintil akar lebih aktif di tanah yang tidak terlalu masam.
  • Kentang dan bawang merah: pertumbuhan umbi lebih baik di pH yang sesuai.
  • Sawit, karet, dan kakao di lahan masam: magnesium membantu daun tetap hijau.
  • Padi di sawah baru atau sawah masam: pertumbuhan anakan lebih baik.

Dolomit dan pupuk organik lengkap

Dolomit memperbaiki pH dan menyumbang kalsium serta magnesium, tetapi tidak menyediakan nitrogen, fosfor, kalium, unsur mikro, maupun bahan yang merangsang pertumbuhan akar. Setelah pH tanah diperbaiki, tanaman tetap membutuhkan pemupukan lengkap. Pupuk Kilat, pupuk organik lengkap plus hormon dan 17 asam amino, dapat diberikan lewat semprot daun atau kocor sesuai jadwal tiap tanaman. Kombinasi tanah yang pH-nya sesuai, pupuk kandang, dan pupuk organik lengkap membantu pupuk kimia bekerja lebih efektif, sehingga pemakaiannya bisa dikurangi secara bertahap. Gambaran jenis pupuk lain ada di jenis-jenis pupuk, dan penjelasan pupuk organik lengkap di pupuk organik cair.

Berapa lama efek dolomit bertahan?

Dolomit bekerja perlahan dan efeknya bisa bertahan sekitar dua sampai tiga musim tanam, tergantung jenis tanah, curah hujan, dan jenis pupuk yang dipakai. Pupuk yang bersifat masam seperti urea dan ZA perlahan menurunkan pH kembali. Karena itu, ukur pH tanah setiap satu sampai dua tahun, lalu berikan dolomit pemeliharaan bila pH mulai turun.

Tips membeli dan menyimpan dolomit

  • Pilih dolomit yang halus, karena butiran halus bereaksi lebih cepat dengan tanah.
  • Periksa kemasan: tercantum kandungan CaO dan MgO serta nomor pendaftaran.
  • Simpan di tempat kering dan beralas agar tidak menggumpal.
  • Tutup karung rapat setelah dibuka.

Tanda dolomit sudah bekerja

Setelah beberapa minggu, pengaruh dolomit biasanya mulai terlihat: akar tanaman baru lebih banyak dan berwarna putih, daun tidak lagi menguning di antara tulang daun, dan tanaman lebih responsif terhadap pupuk. Untuk memastikannya, ukur kembali pH tanah sekitar satu sampai dua bulan setelah penaburan. Bila pH sudah naik ke kisaran 5,5–6,5, dolomit telah bekerja dengan baik dan pemberian berikutnya cukup sebagai pemeliharaan.

Kesalahan dalam memakai dolomit

  • Menabur dolomit tanpa mengetahui pH tanah, padahal tanah sudah netral atau basa.
  • Menabur bersamaan dengan urea atau ZA.
  • Menabur di permukaan tanpa dicampur, sehingga kerjanya lambat.
  • Menabur menjelang tanam, padahal butuh waktu beberapa minggu untuk bekerja.
  • Dosis berlebihan, membuat pH terlalu tinggi sehingga unsur mikro seperti besi dan seng sulit diserap.

Hasil di lapangan dipengaruhi kondisi lahan, cuaca, varietas, dan cara budidaya.

Tanah Anda masam dan hasil terus turun?Tanyakan langkah memperbaiki tanah dan jadwal pemupukannya ke CS kami via WhatsApp.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa fungsi dolomit untuk tanaman?

Dolomit menaikkan pH tanah masam, membuat pupuk lebih mudah diserap, serta menyumbang kalsium dan magnesium yang dibutuhkan tanaman.

Berapa dosis dolomit per hektar?

Tergantung pH tanah. Sebagai gambaran, sekitar 1–1,5 ton untuk tanah agak masam, 1,5–2 ton untuk tanah masam, dan 2–4 ton untuk tanah sangat masam.

Kapan dolomit sebaiknya ditaburkan?

Sekitar dua sampai empat minggu sebelum tanam, saat tanah lembap, lalu dicampur dengan tanah saat olah lahan.

Bolehkah dolomit dicampur dengan urea?

Sebaiknya tidak bersamaan. Beri jarak sekitar satu sampai dua minggu agar nitrogen dari urea tidak banyak menguap.

Berapa lama dolomit bekerja di tanah?

Dolomit bekerja perlahan, mulai terasa dalam beberapa minggu, dan efeknya bisa bertahan sekitar dua sampai tiga musim tanam tergantung jenis tanah dan pupuk yang dipakai.

Berapa dosis dolomit untuk tanaman pot?

Sebagai gambaran, sekitar satu sampai dua sendok makan per 10 liter media, dicampur rata sebelum tanam.

Masih bingung soal pemakaian? Kirim foto tanaman Anda, CS kami bantu rekomendasikan cara pakai yang tepat.
Ditulis oleh Pupuk Kilat
Tanya CS