Hama jagung yang paling merugikan petani adalah ulat grayak jagung, penggerek batang, penggerek tongkol, lalat bibit, kutu daun, dan tikus, sedangkan penyakit utamanya meliputi bulai, hawar daun, karat daun, bercak daun, busuk batang, dan busuk tongkol. Pengendalian terbaik adalah gabungan beberapa cara: benih sehat dan varietas tahan, tanam serentak, pemantauan sejak tanaman muda, sanitasi lahan, perlindungan musuh alami, pemupukan berimbang, serta pestisida tepat sasaran bila serangan sudah melewati batas.
Serangan hama dan penyakit pada jagung bisa menurunkan hasil secara drastis, terutama bila terjadi sejak awal pertumbuhan atau saat tongkol mulai terbentuk. Panduan ini membahas hama dan penyakit jagung yang paling sering ditemui, gejala, dan cara pengendaliannya.
Hama utama tanaman jagung
| Hama | Gejala serangan | Cara mengendalikan |
|---|---|---|
| Ulat grayak jagung | Daun berlubang tidak beraturan, pucuk rusak, ada kotoran seperti serbuk gergaji di dalam pucuk | Pantau sejak 1 minggu, kumpulkan kelompok telur, semprot ke dalam pucuk saat ulat masih kecil |
| Penggerek batang | Lubang kecil di batang dan daun, batang patah, malai patah | Tanam serentak, buang tanaman terserang, potong sisa batang setelah panen |
| Penggerek tongkol | Rambut tongkol rusak, ujung tongkol berlubang dan biji rusak | Pantau saat rambut keluar, kendalikan pada fase awal pembentukan tongkol |
| Lalat bibit | Bibit layu dan mati di awal pertumbuhan | Perlakuan benih, tanam serentak, pantau minggu pertama |
| Kutu daun | Koloni kutu di daun dan malai, daun menguning | Biasanya terkendali oleh musuh alami; kendalikan bila sangat banyak |
| Tikus dan burung | Tongkol dimakan, terutama menjelang panen | Panen serentak, bersihkan semak di sekitar lahan, perangkap |
Ulat grayak jagung
Ulat grayak jagung menjadi salah satu hama paling merugikan dalam beberapa tahun terakhir. Ngengatnya bertelur berkelompok di daun, lalu ulat masuk ke dalam pucuk dan memakan daun muda dari dalam. Pada serangan berat, pucuk rusak parah dan pertumbuhan tanaman terhambat.
Cara pengendaliannya:
- Periksa pucuk tanaman sejak umur satu minggu, minimal dua kali seminggu.
- Kumpulkan dan musnahkan kelompok telur serta ulat kecil bila jumlah tanaman sedikit.
- Semprot sore hari dan arahkan ke dalam pucuk, karena ulat bersembunyi di sana pada siang hari.
- Gilir bahan aktif pestisida agar ulat tidak cepat kebal.
- Tanam serentak dalam satu hamparan.
- Lindungi musuh alami seperti semut predator, kepik, dan tawon parasitoid.
Ulat grayak dan waktu tanam
Serangan ulat grayak biasanya lebih berat pada jagung yang ditanam terlambat dibanding tanaman di sekitarnya, karena ngengat berpindah dari lahan yang lebih tua ke tanaman muda yang lebih disukai. Karena itu, menanam serentak dalam satu hamparan menjadi salah satu cara paling murah untuk mengurangi serangan. Bila terpaksa menanam terlambat, perketat pemantauan pucuk sejak minggu pertama.
Penggerek batang dan penggerek tongkol
Larva penggerek batang masuk ke batang sehingga batang mudah patah, sedangkan penggerek tongkol merusak biji di ujung tongkol. Pantau tanaman saat malai dan rambut tongkol mulai keluar, buang tanaman yang terserang berat, dan potong sisa batang setelah panen agar larva yang bersembunyi ikut mati.
Penyakit utama tanaman jagung
| Penyakit | Gejala | Cara mengendalikan |
|---|---|---|
| Bulai | Daun bergaris kuning keputihan, ada lapisan seperti tepung di bawah daun pagi hari, tanaman kerdil | Varietas tahan, benih dengan perlakuan, tanam serentak, cabut tanaman sakit sejak dini |
| Hawar daun | Bercak memanjang abu-abu kecokelatan di daun | Varietas tahan, rotasi tanaman, fungisida bila serangan berat |
| Karat daun | Bintik cokelat kemerahan seperti karat di daun | Varietas tahan, pemupukan berimbang |
| Bercak daun | Bercak kecil cokelat di daun | Sanitasi sisa tanaman, rotasi |
| Busuk batang | Batang lunak dan busuk di pangkal, tanaman rebah | Drainase baik, hindari kelebihan nitrogen, cukupkan kalium |
| Busuk tongkol | Tongkol berjamur dan busuk | Panen tepat waktu, keringkan segera, varietas dengan kelobot rapat |
Bulai
Bulai adalah penyakit utama jagung di banyak daerah. Tanaman yang terserang sejak muda menjadi kerdil, daun bergaris kuning keputihan, dan tidak menghasilkan tongkol. Penyakit ini menyebar lewat spora yang terbawa angin dari tanaman sakit di sekitarnya.
Langkah pencegahan bulai:
- Gunakan varietas tahan atau toleran bulai.
- Gunakan benih yang sudah diberi perlakuan fungisida dari produsen.
- Tanam serentak dalam satu hamparan, jangan menanam saat tetangga sudah berumur beberapa minggu.
- Cabut dan musnahkan tanaman yang bergejala sejak dini agar tidak menular.
- Jangan menanam jagung terus-menerus tanpa jeda di lahan yang sama.
Hama dan penyakit menurut fase pertumbuhan jagung
| Fase | Umur perkiraan | Hama/penyakit yang perlu diwaspadai |
|---|---|---|
| Perkecambahan dan bibit | 0–14 hari | Lalat bibit, uret, ulat tanah, bulai |
| Pertumbuhan daun | 15–45 hari | Ulat grayak, penggerek batang, bulai, hawar daun |
| Berbunga | Sekitar 45–60 hari | Penggerek batang, kutu daun, penggerek tongkol mulai menyerang |
| Pengisian biji | Sekitar 60–90 hari | Penggerek tongkol, karat dan hawar daun, busuk batang |
| Menjelang panen | Setelah sekitar 90 hari | Tikus, burung, busuk tongkol |
Pemantauan yang terarah menurut fase membantu petani bertindak lebih cepat dan menghemat biaya pestisida.
Musuh alami hama jagung
Lahan jagung yang sehat dihuni banyak musuh alami yang membantu menekan hama. Semut predator memangsa telur dan ulat kecil di pucuk jagung. Kepik dan laba-laba memangsa berbagai serangga. Tawon parasitoid meletakkan telur di dalam telur atau tubuh ulat, sehingga ulat mati sebelum dewasa. Kumbang koksi memangsa kutu daun. Menyemprot insektisida berspektrum luas terlalu sering justru membunuh sekutu-sekutu ini, sehingga hama bisa meledak kembali dengan lebih cepat. Gunakan pestisida hanya bila diperlukan, dan pilih bahan aktif yang lebih selektif.
Pengendalian hama terpadu pada jagung
- Persiapan lahan yang baik dan sanitasi sisa tanaman musim sebelumnya.
- Benih bermutu dan varietas yang sesuai. Pilihan varietas dibahas di varietas jagung unggul.
- Tanam serentak dengan jarak tanam yang tepat. Lihat jarak tanam jagung.
- Pantau rutin sejak tanaman berumur satu minggu.
- Lindungi musuh alami dengan tidak menyemprot insektisida berspektrum luas tanpa alasan.
- Gunakan pestisida tepat sasaran sesuai dosis label, dan gilir bahan aktif.
- Rotasi tanaman dengan kacang-kacangan atau tanaman lain.
- Panen tepat waktu dan keringkan hasil segera.
Prinsip pengendalian terpadu juga dibahas di hama dan penyakit tanaman.
Membedakan gejala hama, penyakit, dan kekurangan hara
| Gejala | Kemungkinan penyebab |
|---|---|
| Daun berlubang tidak beraturan dan pucuk rusak | Ulat grayak |
| Daun bergaris kuning keputihan, tanaman kerdil | Bulai |
| Daun tua menguning dari ujung membentuk huruf V | Kekurangan nitrogen |
| Tepi daun tua mengering kecokelatan | Kekurangan kalium |
| Daun keunguan pada tanaman muda | Kekurangan fosfor, sering saat cuaca dingin |
| Bintik cokelat kemerahan seperti karat | Karat daun |
Gejala kekurangan hara biasanya merata di satu petak, sedangkan serangan hama dan penyakit sering dimulai dari titik tertentu lalu menyebar.
Peran pemupukan dalam ketahanan jagung
Tanaman yang kekurangan hara lebih lemah dan lebih lambat pulih setelah serangan hama. Sebaliknya, kelebihan nitrogen membuat jaringan tanaman lunak sehingga lebih disukai hama dan penyakit. Pemupukan berimbang membantu jagung tumbuh kokoh dan cepat pulih.
Jadwal Pupuk Kilat untuk jagung:
| Waktu | Takaran & cara | Tujuan |
|---|---|---|
| 1–2 hari sebelum tanam | Rendam 2 kg benih dalam larutan 1 tutup botol per 2 liter air selama 6 jam, lalu tanam | Benih tumbuh serempak dan bibit lebih tahan penyakit |
| 7 HST | Semprot 7 tutup botol per tangki ke seluruh daun | Pertumbuhan awal, akar dan daun |
| 15–17 HST | Semprot 7 tutup botol per tangki merata ke daun | Daun membuka sempurna, batang kokoh |
| 35–37 HST | Semprot 10 tutup botol per tangki merata ke daun | Memperbesar tongkol dan mengoptimalkan pengisian biji |
Pupuk Kilat dapat dicampur pestisida dengan takaran 7 tutup botol per tangki, sehingga penyemprotan nutrisi dan pengendalian ulat dilakukan bersamaan. Jadwal lengkap ada di pupuk untuk jagung, dan langkah budidaya dari awal di cara menanam jagung.
Langkah pemulihan setelah serangan ulat
Jagung yang pucuknya rusak karena ulat grayak masih bisa pulih bila titik tumbuhnya belum mati. Setelah ulat dikendalikan, bantu tanaman membentuk daun baru dengan penyemprotan Pupuk Kilat sesuai jadwal, jaga kelembapan tanah, dan bersihkan gulma di sekitar tanaman. Tanaman yang titik tumbuhnya sudah mati dan tidak membentuk daun baru dalam satu sampai dua minggu sebaiknya dicabut dan diganti bila masih dalam masa tanam yang memungkinkan.
Mencatat serangan di lahan sendiri
Catat jenis hama dan penyakit yang muncul, umur tanaman saat serangan dimulai, tindakan yang diambil, serta hasilnya. Dari catatan beberapa musim, petani akan tahu kapan biasanya serangan dimulai di lahannya sendiri dan bisa menyiapkan pencegahan lebih awal.
Cara mengamati ulat grayak jagung dan kapan bertindak
Ulat grayak jagung (Spodoptera frugiperda) paling merusak saat tanaman masih muda. Pengamatan sederhana membantu menentukan kapan pengendalian perlu dilakukan.
- Mulai amati sejak 7 HST, dua kali seminggu hingga sekitar 45 HST.
- Berjalan membentuk pola huruf W di lahan, lalu tentukan lima titik pengamatan.
- Periksa 20 tanaman berurutan di setiap titik, sehingga total 100 tanaman.
- Catat tanaman yang terserang: ada lubang-lubang kecil pada daun, bekas gerekan di pucuk, atau kotoran ulat seperti serbuk gergaji.
- Hitung persentase: jumlah tanaman terserang dibagi 100.
| Hasil pengamatan | Tindakan umum |
|---|---|
| Sedikit tanaman terserang, ulat masih kecil | Lanjutkan pengamatan, kumpulkan dan musnahkan kelompok telur |
| Serangan meningkat di fase vegetatif awal | Pertimbangkan pengendalian tepat sasaran, diarahkan ke pucuk |
| Serangan meluas | Konsultasikan dengan penyuluh, gunakan bahan aktif yang dianjurkan secara bergiliran |
Batas persentase serangan yang dianjurkan untuk mulai menyemprot dapat berbeda antar panduan dan wilayah, sehingga sebaiknya ditanyakan ke penyuluh atau petugas pengendali hama setempat. Penyemprotan paling efektif dilakukan pagi atau sore hari, saat ulat aktif keluar dari pucuk.
Kesalahan dalam mengendalikan hama jagung
- Terlambat memantau sehingga ulat sudah besar dan sulit dikendalikan.
- Menyemprot ke permukaan daun saja, padahal ulat grayak bersembunyi di dalam pucuk.
- Memakai bahan aktif yang sama terus-menerus.
- Tidak mencabut tanaman yang terkena bulai.
- Menanam jagung tidak serempak dengan tetangga.
Gambaran pemupukan tanaman pangan lain ada di panduan pupuk tanaman pangan. Hasil di lapangan dipengaruhi kondisi lahan, cuaca, varietas, dan cara budidaya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa hama jagung yang paling berbahaya?
Ulat grayak jagung, karena merusak pucuk sejak tanaman muda. Penggerek batang, penggerek tongkol, dan tikus juga sangat merugikan.
Bagaimana cara mengendalikan ulat grayak pada jagung?
Pantau pucuk sejak umur satu minggu, kumpulkan kelompok telur, semprot sore hari ke dalam pucuk saat ulat masih kecil, gilir bahan aktif, dan tanam serentak.
Bagaimana cara mencegah penyakit bulai?
Gunakan varietas tahan dan benih yang sudah diberi perlakuan, tanam serentak, cabut tanaman bergejala sejak dini, dan hindari menanam jagung terus-menerus.
Kenapa tongkol jagung busuk?
Biasanya karena hujan terus-menerus menjelang panen, serangan penggerek tongkol, atau panen terlambat. Panen tepat waktu dan keringkan segera.
Apakah Pupuk Kilat bisa dicampur insektisida untuk jagung?
Bisa, dengan takaran 7 tutup botol per tangki. Larutkan pupuk lebih dulu, baru tambahkan insektisida.
