Varietas jagung unggul terbagi menjadi dua kelompok besar: jagung hibrida yang hasilnya tinggi tetapi benihnya harus dibeli baru setiap musim, dan jagung komposit (bersari bebas) yang hasilnya sedikit lebih rendah namun benihnya bisa disimpan untuk musim berikutnya. Selain itu ada jagung manis untuk dijual segar dan jagung pulut (ketan) untuk direbus. Pilihan terbaik ditentukan oleh lahan, musim, modal, dan tujuan panen.
Memilih varietas adalah keputusan pertama yang sangat menentukan hasil panen jagung. Varietas yang cocok di satu daerah belum tentu cocok di daerah lain. Panduan ini membahas jenis-jenis varietas jagung unggul, kelebihan dan kekurangannya, serta cara memilih varietas yang tepat untuk lahan Anda.
Jenis-jenis varietas jagung
| Jenis | Ciri utama | Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|---|---|
| Hibrida | Hasil persilangan dua tetua terpilih | Potensi hasil tinggi, tanaman seragam, tongkol besar | Benih mahal, harus beli baru setiap musim, butuh pupuk cukup |
| Komposit / bersari bebas | Hasil seleksi populasi | Benih lebih murah, bisa disimpan untuk musim berikutnya, cukup tahan kondisi kurang ideal | Potensi hasil lebih rendah, keseragaman kurang |
| Jagung manis | Biji manis, dipanen muda | Harga jual segar baik, umur pendek | Lebih peka kekeringan dan hama, harus segera dijual |
| Jagung pulut (ketan) | Biji pulen dan lengket saat direbus | Pasar jagung rebus dan olahan tradisional | Pasar lebih terbatas |
| Jagung berumur genjah | Umur panen lebih pendek | Cocok untuk musim tanam pendek dan lahan kering | Potensi hasil biasanya sedikit lebih rendah |
Jagung hibrida
Jagung hibrida adalah pilihan utama petani jagung pipilan di sentra-sentra jagung. Tanamannya seragam, tongkolnya besar, dan potensi hasilnya tinggi bila dipupuk dan dirawat dengan baik. Benih hibrida diproduksi oleh perusahaan benih swasta maupun lembaga pemerintah. Badan penelitian pertanian pemerintah juga melepas varietas hibrida, misalnya seri Bima, yang bisa menjadi alternatif.
Yang perlu diingat, benih dari hasil panen jagung hibrida tidak dianjurkan ditanam kembali. Tanaman dari benih turunan biasanya tidak seragam dan hasilnya turun jauh.
Jagung komposit
Jagung komposit atau bersari bebas cocok untuk petani dengan modal terbatas, lahan kering, atau daerah yang sulit mendapatkan benih hibrida. Beberapa varietas komposit yang pernah dilepas pemerintah antara lain Lamuru, Sukmaraga, dan Srikandi Kuning. Benihnya bisa disimpan dari pertanaman sendiri asalkan dipilih dari tongkol yang besar dan sehat, serta dijaga agar tidak tercampur serbuk sari varietas lain.
Jagung manis dan jagung pulut
Jagung manis dipanen sekitar 65–80 hari setelah tanam dan dijual dalam bentuk tongkol segar. Permintaannya stabil di kota-kota dan tempat wisata. Jagung pulut atau jagung ketan banyak ditanam di Sulawesi dan beberapa daerah lain untuk jagung rebus dan olahan tradisional.
Cara memilih varietas jagung unggul
- Tentukan tujuan panen. Jagung pipilan untuk pakan dan industri, jagung manis untuk pasar segar, atau jagung pulut untuk rebus.
- Sesuaikan dengan lahan. Lahan sawah setelah padi, lahan kering, atau lahan miring membutuhkan varietas yang berbeda. Untuk lahan kering dan tadah hujan, pilih varietas yang toleran kekeringan atau berumur genjah.
- Perhatikan musim. Di musim hujan, pilih varietas yang tahan penyakit daun dan busuk tongkol. Di musim kemarau, pilih yang toleran kekeringan.
- Lihat ketinggian tempat. Varietas untuk dataran rendah belum tentu cocok di dataran tinggi yang lebih sejuk, karena umur panennya menjadi lebih panjang.
- Cek ketahanan terhadap penyakit bulai. Bulai adalah penyakit utama jagung di banyak daerah. Pilih varietas yang dinyatakan tahan atau toleran, dan gunakan benih yang sudah diberi perlakuan.
- Pertimbangkan modal. Hibrida membutuhkan biaya benih dan pupuk lebih besar, tetapi potensi hasilnya juga lebih tinggi.
- Tanya petani sekitar. Varietas yang sudah terbukti bagus di desa Anda adalah petunjuk paling berharga.
- Uji di petak kecil. Bila ingin mencoba varietas baru, tanam di sebagian kecil lahan lebih dulu sebelum menanam seluruh lahan.
Varietas berdasarkan umur panen
Selain jenisnya, varietas jagung juga dibedakan berdasarkan umur panen. Pemilihan umur panen sangat penting untuk menyesuaikan dengan sisa musim hujan atau ketersediaan air irigasi.
| Kelompok umur | Perkiraan umur panen jagung pipilan | Cocok untuk |
|---|---|---|
| Genjah | Sekitar 85–95 hari | Akhir musim hujan, lahan tadah hujan, pola tanam padat |
| Sedang | Sekitar 95–105 hari | Sebagian besar lahan sawah dan tegalan |
| Dalam | Lebih dari 105 hari | Lahan dengan air cukup dan musim tanam panjang |
Varietas genjah memberi kesempatan petani untuk menanam tanaman berikutnya lebih cepat, misalnya kacang hijau atau kedelai setelah jagung. Varietas berumur dalam biasanya memiliki potensi hasil lebih tinggi, tetapi membutuhkan air hingga akhir pengisian biji.
Varietas untuk jagung pakan dan jagung konsumsi
Sebagian besar jagung pipilan di Indonesia diserap oleh pabrik pakan ternak. Pabrik umumnya menyukai biji berwarna kuning hingga oranye, bernas, dan kadar air rendah. Sementara itu, jagung untuk konsumsi langsung seperti jagung rebus, jagung bakar, atau olahan tradisional bisa memakai jagung manis, jagung pulut, atau jagung putih di beberapa daerah. Tanyakan kepada pengepul atau pembeli di daerah Anda jenis jagung yang paling dicari sebelum memilih varietas, agar hasil panen mudah dijual.
Membaca label benih jagung
Label pada kemasan benih bersertifikat memuat informasi penting:
- Nama varietas dan kelas benih.
- Daya tumbuh (%), menunjukkan persentase benih yang mampu berkecambah.
- Kadar air dan kemurnian benih.
- Tanggal kedaluwarsa atau masa berlaku label.
- Perlakuan benih, misalnya fungisida untuk mencegah bulai.
- Deskripsi singkat varietas, seperti umur panen, potensi hasil, dan ketahanan penyakit.
Beli benih di kios resmi, periksa kemasan agar tidak sobek, dan simpan benih di tempat sejuk dan kering sampai waktu tanam.
Varietas unggul tetap butuh perawatan yang tepat
Varietas unggul hanya akan menunjukkan potensinya bila dirawat dengan baik. Benih hibrida yang mahal bisa menghasilkan tongkol kecil bila kekurangan hara atau ditanam terlalu rapat. Tiga hal yang paling menentukan adalah jarak tanam, pemupukan, dan pengairan.
Jarak tanam yang dianjurkan untuk sebagian besar varietas hibrida adalah 70 × 20 cm atau 75 × 25 cm dengan satu benih per lubang. Penjelasan lengkapnya ada di jarak tanam jagung.
Untuk pemupukan, Pupuk Kilat dapat dipakai sejak perendaman benih hingga pengisian biji:
| Waktu | Takaran & cara | Tujuan |
|---|---|---|
| 1–2 hari sebelum tanam | Rendam 2 kg benih dalam larutan 1 tutup botol per 2 liter air selama 6 jam, lalu tanam | Benih tumbuh serempak dan bibit lebih tahan penyakit |
| 7 HST | Semprot 7 tutup botol per tangki ke seluruh daun | Pertumbuhan awal, akar dan daun |
| 15–17 HST | Semprot 7 tutup botol per tangki | Daun membuka sempurna, batang memanjang kokoh |
| 35–37 HST | Semprot 10 tutup botol per tangki | Memperbesar tongkol dan mengoptimalkan pengisian biji |
Catatan: untuk benih yang sudah diberi perlakuan fungisida dari pabrik, rendam tetap boleh dilakukan, tetapi jangan terlalu lama dan jangan menggosok benih agar lapisan pelindungnya tidak hilang. Penjelasan lengkap ada di pupuk untuk jagung, dan langkah budidaya dari awal di cara menanam jagung.
Menyimpan benih jagung komposit sendiri
Bila Anda menanam jagung komposit dan ingin menyimpan benih sendiri:
- Pilih tanaman terbaik di bagian tengah lahan: batang kokoh, sehat, dan tongkol besar.
- Panen setelah masak fisiologis, ditandai lapisan hitam di pangkal biji.
- Ambil biji dari bagian tengah tongkol, karena ukurannya paling seragam.
- Keringkan sampai benar-benar kering, lalu simpan di wadah tertutup rapat di tempat sejuk.
- Uji daya tumbuh sebelum tanam dengan menyemai 100 butir di kain basah atau pasir. Bila yang tumbuh kurang dari 85 butir, tambah jumlah benih per lubang atau ganti benih.
- Ganti benih secara berkala dengan benih bersertifikat setiap beberapa musim agar mutu varietas tetap terjaga.
Menyiapkan benih sebelum tanam
Varietas apa pun yang dipilih, benih perlu disiapkan dengan baik. Periksa kemasan dan tanggal kedaluwarsa, lalu hitung kebutuhan benih sesuai luas lahan dan jarak tanam, ditambah sekitar sepuluh persen untuk penyulaman. Simpan benih di tempat sejuk dan kering, jauh dari pupuk kimia dan pestisida. Sehari sebelum tanam, rendam benih dengan larutan Pupuk Kilat sesuai jadwal agar perkecambahan lebih serempak, lalu tiriskan dan tanam saat tanah lembap.
Uji petak sederhana untuk membandingkan varietas
Cara paling pasti untuk mengetahui varietas yang cocok adalah mencobanya di lahan sendiri. Uji sederhana bisa dilakukan tanpa alat khusus:
- Siapkan dua atau tiga petak berukuran sama, misalnya 10 × 10 meter, di lahan yang kesuburannya mirip.
- Tanam pada hari yang sama dengan jarak tanam, pupuk, dan perawatan yang sama. Yang berbeda hanya varietasnya.
- Catat daya tumbuh pada 7 HST: hitung berapa lubang yang tumbuh dari setiap 100 lubang.
- Catat umur berbunga (keluar rambut tongkol) dan umur panen.
- Amati ketahanan terhadap bulai, hawar daun, karat, dan rebah.
- Lakukan ubinan saat panen. Ambil satu kotak 2,5 × 2,5 meter (6,25 m²) di tengah petak, panen, pipil, dan timbang.
Hasil ubinan dikonversi ke hasil per hektar dengan rumus:
| Hitungan | Contoh |
|---|---|
| Berat pipilan dari ubinan 6,25 m² | 5 kg |
| Konversi ke hektar | 5 kg × (10.000 ÷ 6,25) = 5 kg × 1.600 |
| Perkiraan hasil per hektar | 8.000 kg atau 8 ton pipilan (kadar air saat ditimbang) |
Bandingkan juga kadar air pipilan saat ditimbang, karena pipilan yang lebih basah tampak lebih berat. Ulangi uji ini selama dua musim agar hasilnya lebih bisa dipercaya.
Kesalahan dalam memilih varietas jagung
- Memilih hanya karena iklan tanpa mencoba di lahan sendiri.
- Menanam ulang benih hibrida dari hasil panen.
- Mengabaikan kesesuaian musim, misalnya menanam varietas berumur panjang di akhir musim hujan.
- Membeli benih tanpa label atau dari sumber yang tidak jelas.
- Mengganti-ganti varietas setiap musim tanpa mencatat hasilnya, sehingga tidak tahu mana yang paling cocok.
Mencatat hasil setiap varietas
Biasakan mencatat nama varietas, tanggal tanam, jarak tanam, pupuk, curah hujan, serangan hama, dan hasil panen setiap musim. Dari catatan beberapa musim, Anda akan tahu varietas mana yang paling menguntungkan di lahan sendiri. Ciri tongkol siap panen dan cara pengeringannya dibahas di umur panen jagung, dan gambaran pemupukan tanaman pangan lain di panduan pupuk tanaman pangan.
Hasil di lapangan dipengaruhi kondisi lahan, cuaca, varietas, dan cara budidaya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa bedanya jagung hibrida dan komposit?
Hibrida memiliki potensi hasil lebih tinggi dan seragam tetapi benih harus dibeli baru setiap musim. Komposit hasilnya sedikit lebih rendah, namun benihnya bisa disimpan untuk musim berikutnya.
Apakah benih dari hasil panen jagung hibrida boleh ditanam lagi?
Tidak dianjurkan, karena tanaman dari benih turunan hibrida biasanya tidak seragam dan hasilnya turun jauh.
Varietas jagung apa yang cocok untuk lahan kering?
Pilih varietas yang toleran kekeringan atau berumur genjah, dan tanam segera setelah hujan cukup membasahi tanah.
Bagaimana cara mencegah bulai pada jagung?
Gunakan varietas tahan atau toleran bulai, benih yang sudah diberi perlakuan, tanam serentak, dan cabut tanaman yang terserang sejak dini.
Apakah Pupuk Kilat cocok untuk semua varietas jagung?
Cocok. Jadwal pemupukan jagung dengan Pupuk Kilat sama untuk hibrida, komposit, jagung manis, maupun jagung pulut.
