Cara menanam singkong yang baik dimulai dari memilih stek batang yang sehat dari tanaman berumur 8–12 bulan, memotongnya sepanjang 20–25 cm, menanam di lahan gembur dengan jarak sekitar 100 × 80 cm atau 100 × 100 cm di awal musim hujan, memupuk sejak stek dicelup hingga pembesaran umbi, menyiangi gulma di bulan-bulan awal, lalu memanen pada umur sekitar 7–12 bulan sesuai varietas dan tujuan.
Singkong atau ketela pohon adalah tanaman pangan yang tahan kering, mudah ditanam, dan bisa tumbuh di lahan kurang subur. Umbinya dipakai untuk bahan makanan, tepung tapioka, gaplek, hingga pakan ternak. Meski mudah tumbuh, hasil singkong bisa berlipat bila ditanam dengan cara yang benar. Panduan ini membahas langkah menanam singkong dari stek hingga panen.
Syarat tumbuh singkong
| Faktor | Kondisi yang cocok |
|---|---|
| Ketinggian | Dataran rendah hingga sekitar 1.000 m dpl |
| Curah hujan | Cukup di awal pertumbuhan, tahan kering di masa selanjutnya |
| Tanah | Gembur, tidak tergenang, cukup bahan organik |
| pH tanah | Sekitar 4,5–7,5, toleran tanah masam |
| Cahaya | Membutuhkan sinar matahari penuh |
Singkong tidak tahan genangan karena umbinya mudah busuk. Lahan yang gembur juga memudahkan umbi membesar dan memudahkan saat panen.
1. Memilih varietas
Varietas singkong dibedakan berdasarkan kegunaan:
- Singkong konsumsi (manis): kadar racun sianida rendah, enak direbus atau digoreng. Umumnya dipanen lebih muda.
- Singkong industri (pahit): kadar pati tinggi untuk tapioka, gaplek, dan bahan baku industri. Biasanya dipanen pada umur lebih tua.
Pilih varietas sesuai pasar di daerah Anda. Tanyakan kepada pengepul atau pabrik tapioka terdekat jenis singkong yang mereka cari.
2. Menyiapkan stek
- Ambil batang dari tanaman sehat berumur sekitar 8–12 bulan, dengan batang yang sudah berkayu dan berdiameter cukup.
- Gunakan bagian tengah batang, buang bagian pucuk yang masih hijau dan bagian pangkal yang terlalu tua.
- Potong sepanjang 20–25 cm dengan 5–8 mata tunas, gunakan pisau atau gergaji tajam agar kulit tidak rusak.
- Celupkan stek ke larutan 1 tutup botol Pupuk Kilat per 2 liter air selama 30 menit, lalu segera tanam.
- Tanam stek dalam beberapa hari setelah dipotong agar tidak mengering.
Persiapan stek dalam jumlah besar
Untuk satu hektar dengan jarak 100 × 100 cm dibutuhkan sekitar 10.000 stek. Satu batang singkong dewasa biasanya bisa dipotong menjadi beberapa stek, tergantung panjang batangnya. Siapkan batang dari kebun sendiri atau tetangga yang tanamannya sehat, ikat dalam ikatan dan simpan berdiri di tempat teduh bila belum langsung dipotong. Potong stek sehari sebelum tanam agar tetap segar.
3. Persiapan lahan
- Bersihkan lahan dari gulma dan sisa tanaman.
- Olah tanah hingga gembur sedalam sekitar 25–30 cm.
- Buat guludan atau bedengan bila lahan mudah tergenang. Guludan juga memudahkan umbi membesar dan memudahkan panen.
- Berikan pupuk kandang atau kompos untuk menambah bahan organik.
- Taburkan kapur bila tanah sangat masam.
4. Penanaman dan jarak tanam
| Sistem | Jarak tanam | Perkiraan populasi per hektar |
|---|---|---|
| Monokultur, tanah subur | 100 × 100 cm | sekitar 10.000 tanaman |
| Monokultur, rapat | 100 × 80 cm | sekitar 12.500 tanaman |
| Monokultur, varietas bertajuk kecil | 80 × 60 cm | sekitar 20.000 tanaman |
| Tumpang sari dengan jagung atau kacang | 200 × 50 cm (baris ganda) | menyesuaikan pola |
Tanam stek tegak lurus atau sedikit miring, sekitar sepertiga panjang stek dibenamkan ke tanah, dengan mata tunas menghadap ke atas. Waktu tanam terbaik adalah awal musim hujan saat tanah sudah lembap.
5. Pemupukan singkong
Singkong membutuhkan hara yang cukup, terutama kalium untuk pembesaran umbi. Pupuk dasar diberikan saat tanam sesuai anjuran setempat, lalu pupuk susulan pada umur 1–3 bulan.
Jadwal Pupuk Kilat untuk singkong:
| Waktu | Takaran & cara | Tujuan |
|---|---|---|
| 1 hari sebelum tanam | Celupkan stek ke larutan 1 tutup botol per 2 liter air selama 30 menit, lalu segera tanam | Bibit tumbuh lebih cepat dan tahan penyakit |
| 7 HST hingga 28 HST | Semprot 7 tutup botol per tangki ke daun dan daerah perakaran setiap 7 hari | Pertumbuhan, akar, dan daun |
| Mulai 45 HST hingga panen | Semprot 7–10 tutup botol per tangki ke daun dan daerah perakaran setiap 15 hari | Pertumbuhan batang dan pembesaran umbi |
Penjelasan lengkap ada di pupuk untuk singkong.
6. Perawatan
- Penyulaman: ganti stek yang tidak tumbuh dalam 2–3 minggu setelah tanam.
- Penyiangan: bersihkan gulma pada umur 1, 2, dan 3 bulan, karena singkong muda mudah kalah bersaing.
- Pembumbunan: timbun pangkal batang dengan tanah setelah penyiangan agar umbi tertutup dan tanaman kokoh.
- Pemangkasan tunas: sisakan satu sampai dua batang utama per tanaman agar umbi lebih besar.
- Pengairan: singkong tahan kering, tetapi kecukupan air di 3–4 bulan pertama sangat menentukan jumlah umbi.
7. Hama dan penyakit singkong
| Hama/penyakit | Gejala | Pengendalian |
|---|---|---|
| Tungau merah | Daun berbintik kuning, mengering, terutama musim kemarau | Pantau bagian bawah daun, kendalikan saat populasi tinggi |
| Kutu putih | Pucuk keriting dan kerdil, ada lapisan putih seperti kapas | Gunakan stek sehat, buang pucuk terserang |
| Uret dan rayap | Stek dan umbi rusak | Olah tanah dengan baik, gunakan pupuk kandang matang |
| Busuk umbi | Umbi lunak dan berbau | Hindari genangan, panen tepat waktu |
| Bercak daun | Bercak cokelat pada daun | Varietas tahan, sanitasi |
| Babi hutan dan tikus | Umbi dimakan | Pagar dan perangkap |
Kebutuhan air dan pemupukan menurut umur
Singkong melewati beberapa fase dengan kebutuhan yang berbeda. Pada umur 0–3 bulan, tanaman membentuk akar, batang, dan daun; fase ini paling membutuhkan air dan nitrogen. Pada umur 3–6 bulan, umbi mulai terbentuk dan membesar dengan cepat; kebutuhan kalium meningkat. Setelah umur 6 bulan, pertumbuhan daun melambat dan tanaman fokus mengisi pati di umbi. Karena itu, pupuk susulan sebaiknya diberikan sebelum umur 3 bulan, dan penyemprotan Pupuk Kilat setiap 15 hari mulai umur 45 hari membantu pembesaran umbi hingga menjelang panen.
8. Panen singkong
Singkong dipanen sekitar 7–12 bulan setelah tanam, tergantung varietas dan tujuan. Singkong konsumsi bisa dipanen lebih awal, sedangkan singkong untuk tapioka biasanya dipanen saat kadar pati sudah tinggi. Ciri singkong siap panen antara lain daun bagian bawah mulai menguning dan rontok, pertumbuhan batang melambat, dan umbi sudah besar saat digali sedikit.
- Potong batang sekitar 20–30 cm di atas tanah; sisakan untuk pegangan saat mencabut.
- Cabut tanaman perlahan dengan tangan atau alat bantu pengungkit.
- Gali umbi yang tertinggal dengan cangkul secara hati-hati agar tidak terluka.
- Pisahkan umbi dari batang dan kumpulkan di tempat teduh.
- Jual atau olah segera, karena umbi singkong cepat rusak dalam 2–3 hari setelah panen.
- Simpan batang terbaik untuk stek musim berikutnya.
Tumpang sari singkong dengan tanaman lain
Singkong tumbuh lambat di bulan-bulan awal, sehingga ruang di antara barisan bisa dimanfaatkan untuk tanaman lain yang berumur pendek. Pola yang banyak dipakai petani:
- Singkong dengan jagung: jagung ditanam di sela barisan singkong dan dipanen sekitar tiga bulan kemudian, sebelum tajuk singkong menutup. Jadwal pemupukan jagung ada di pupuk untuk jagung.
- Singkong dengan kacang tanah atau kedelai: kacang-kacangan menambah nitrogen ke tanah dan memberi panen tambahan.
- Singkong dengan padi gogo: di lahan kering, padi gogo ditanam bersamaan di awal musim hujan.
Pada tumpang sari, jarak antarbaris singkong biasanya diperlebar menjadi sekitar 200 cm agar tanaman sela mendapat cahaya cukup.
Mengolah hasil panen singkong
Karena umbi singkong cepat rusak, petani perlu segera menjual atau mengolahnya. Beberapa bentuk olahan sederhana:
- Gaplek: umbi dikupas, dipotong, lalu dijemur hingga kering. Gaplek tahan disimpan lama dan bisa dijual atau dijadikan tepung.
- Tepung singkong (tepung mocaf): umbi difermentasi lalu dikeringkan dan digiling menjadi tepung yang bisa menggantikan sebagian terigu.
- Keripik dan makanan olahan: memberi nilai tambah untuk singkong konsumsi.
- Pakan ternak: kulit dan daun singkong bisa dimanfaatkan sebagai pakan setelah diolah dengan benar.
Pengolahan memberi petani pilihan untuk menjual saat harga umbi segar sedang rendah.
Mengurangi racun sianida pada singkong
Singkong mengandung senyawa yang bisa menghasilkan sianida, terutama pada varietas pahit untuk industri. Untuk konsumsi rumah tangga, pilih varietas manis, kupas kulitnya, rendam dan cuci umbi, lalu masak hingga matang. Jangan mengonsumsi singkong mentah. Untuk singkong industri, pengolahan di pabrik tapioka atau pembuatan gaplek dengan pengeringan yang benar akan mengurangi kandungan racun tersebut.
Contoh hitungan kebutuhan stek dan jadwal penyemprotan per hektar
| Hitungan | Cara | Hasil |
|---|---|---|
| Jarak tanam | 100 × 80 cm | 0,8 m² per tanaman |
| Jumlah tanaman per hektar | 10.000 m² ÷ 0,8 m² | 12.500 tanaman |
| Cadangan sulam 5% | 12.500 × 5% | Sekitar 625 stek |
| Total stek | 12.500 + 625 | Sekitar 13.100 stek |
| Stek dari satu batang 1 meter | Dipotong 20–25 cm | Sekitar 4 stek |
| Kebutuhan batang bibit | 13.100 ÷ 4 | Sekitar 3.300 batang |
Untuk penyemprotan Pupuk Kilat, jumlah aplikasi selama satu musim kira-kira sebagai berikut:
| Fase | Jadwal | Jumlah aplikasi |
|---|---|---|
| Perendaman stek | 1 hari sebelum tanam, 1 tutup botol per 2 liter air selama 30 menit | 1 kali |
| Pertumbuhan awal | 7, 14, 21, dan 28 HST, 7 tutup botol per tangki | 4 kali |
| Pembentukan dan pembesaran umbi | Mulai 45 HST, 7–10 tutup botol per tangki setiap 15 hari | Tergantung umur panen, sekitar 12–16 kali untuk panen 8–10 bulan |
Kebutuhan per aplikasi bergantung pada jumlah tangki yang habis untuk satu hektar. Kalikan jumlah tangki dengan takaran per tangki, lalu ubah ke liter (100 tutup botol = 1 liter). Panduan lengkap ada di pupuk untuk singkong.
Kesalahan saat menanam singkong
- Memakai stek dari pucuk yang masih hijau dan lemah.
- Menanam di lahan tergenang.
- Tidak menyiangi gulma di bulan-bulan awal.
- Membiarkan terlalu banyak batang per tanaman.
- Panen terlambat, membuat umbi mengayu atau busuk.
Gambaran pemupukan tanaman pangan lain ada di panduan pupuk tanaman pangan. Hasil di lapangan dipengaruhi kondisi lahan, cuaca, varietas, dan cara budidaya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa panjang stek singkong yang baik?
Sekitar 20–25 cm dengan 5–8 mata tunas, diambil dari bagian tengah batang tanaman sehat berumur 8–12 bulan.
Berapa jarak tanam singkong?
Umumnya 100 × 100 cm atau 100 × 80 cm untuk monokultur, tergantung kesuburan tanah dan varietas.
Berapa lama singkong bisa dipanen?
Sekitar 7–12 bulan setelah tanam, tergantung varietas dan tujuan, misalnya konsumsi atau industri tapioka.
Bagaimana jadwal Pupuk Kilat untuk singkong?
Celup stek 30 menit dalam larutan 1 tutup botol per 2 liter air, semprot 7 tutup per tangki setiap 7 hari hingga 28 HST, lalu 7–10 tutup per tangki setiap 15 hari mulai 45 HST hingga panen.
Kenapa umbi singkong kecil?
Biasanya karena kekurangan hara terutama kalium, gulma tidak disiangi, terlalu banyak batang per tanaman, atau kekurangan air di awal pertumbuhan.
