Cara menanam jagung yang benar dimulai dari memilih benih bermutu, mengolah tanah hingga gembur, menanam dengan jarak sekitar 70–75 cm antarbaris dan 20–25 cm dalam baris, lalu memupuk sesuai fase, menyiangi gulma, mengendalikan hama, dan memanen saat klobot mengering serta biji sudah keras. Jagung termasuk tanaman yang responsif terhadap pemupukan dan membutuhkan sinar matahari penuh, sehingga perawatan yang tepat waktu sangat menentukan besar tongkol dan penuhnya biji.
Jagung adalah tanaman pangan penting kedua setelah padi di banyak daerah, dipakai untuk pangan, pakan ternak, dan industri. Panduan ini membahas budidaya jagung langkah demi langkah dari persiapan hingga panen.
Syarat tumbuh tanaman jagung
| Faktor | Kondisi yang sesuai |
|---|---|
| Iklim | Tropis, sinar matahari penuh |
| Ketinggian | Dataran rendah hingga menengah; dataran tinggi dengan varietas yang sesuai |
| Air | Cukup terutama saat berbunga dan pengisian biji; tidak tahan genangan |
| Tanah | Gembur, subur, drainase baik |
| pH tanah | Sekitar 5,5–7 |
Jagung bisa ditanam di lahan kering saat musim hujan maupun di sawah setelah musim padi dengan memanfaatkan sisa air.
1. Memilih benih
Pilih benih bersertifikat dari varietas yang sesuai dengan lahan dan tujuan:
- Jagung hibrida memiliki potensi hasil tinggi dan tongkol seragam, tetapi benih harus dibeli baru setiap musim.
- Jagung bersari bebas (komposit) lebih murah dan benihnya bisa ditanam ulang, tetapi potensi hasilnya umumnya lebih rendah.
- Jagung manis dipanen muda untuk dikonsumsi segar, dengan perawatan dan waktu panen yang berbeda.
Periksa label benih: nama varietas, umur panen, daya tumbuh, dan tanggal kedaluwarsa.
2. Mengolah lahan
- Bersihkan lahan dari gulma dan sisa tanaman sebelumnya.
- Olah tanah dengan cangkul atau traktor sedalam sekitar 15–20 cm hingga gembur.
- Bila tanah masam, berikan kapur pertanian atau dolomit beberapa minggu sebelum tanam.
- Tambahkan pupuk kandang atau kompos matang sebagai pupuk dasar organik.
- Buat saluran drainase di sekeliling dan di antara petak, terutama di musim hujan.
Di sawah bekas padi, banyak petani menanam jagung dengan olah tanah minimal: jerami dirapikan, lalu benih ditugal langsung di antara bekas rumpun padi.
3. Perlakuan benih
Sebelum tanam, rendam 2 kg benih dalam 2 liter air yang dicampur 1 tutup botol Pupuk Kilat selama 6 jam, lalu tanam. Perlakuan ini membantu benih berkecambah serempak dan bibit lebih tahan penyakit. Bila benih sudah diberi perlakuan pestisida dari pabrik (berwarna), ikuti petunjuk pada kemasan.
4. Jarak tanam dan cara tanam
| Pola | Jarak | Benih per lubang | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Satu tanaman per lubang | 70–75 × 20 cm | 1 butir | Paling umum untuk jagung hibrida |
| Dua tanaman per lubang | 70–75 × 40 cm | 2 butir | Lebih hemat tenaga tugal |
| Jajar legowo | Baris ganda dengan lorong lebar | 1 butir | Lebih banyak tanaman pinggir yang dapat cahaya |
Buat lubang tanam dengan tugal sedalam sekitar 3–5 cm, masukkan benih, lalu tutup dengan tanah tipis. Sulam benih yang tidak tumbuh paling lambat satu minggu setelah tanam agar pertumbuhan tetap seragam.
5. Pemupukan jagung
Jagung membutuhkan nitrogen dalam jumlah besar, serta fosfor dan kalium untuk perakaran dan pengisian biji. Pupuk dasar diberikan saat tanam, dan pupuk susulan dibagi mengikuti fase pertumbuhan sesuai anjuran setempat. Pupuk tabur sebaiknya dibenam di samping barisan tanaman, sekitar 5–10 cm dari batang.
Jadwal Pupuk Kilat untuk jagung (tangki 14–16 liter, 1 tutup botol = 10 ml):
| Waktu | Takaran & cara | Tujuan |
|---|---|---|
| 1–2 hari sebelum tanam | Rendam 2 kg benih dalam 2 liter air + 1 tutup botol selama 6 jam | Perkecambahan serempak, bibit tahan penyakit |
| 7 HST | Semprot 7 tutup botol per tangki ke seluruh daun | Akar dan daun tumbuh cepat |
| 15–17 HST | Semprot 7 tutup botol per tangki | Daun membuka sempurna, batang memanjang |
| 35–37 HST | Semprot 10 tutup botol per tangki | Tongkol besar dan biji penuh |
Beri jeda minimal 2 hari antara pemupukan tabur dan penyemprotan. Penjelasan setiap fase ada di pupuk untuk jagung, dan gambaran pemupukan tanaman pangan lain di panduan pupuk tanaman pangan.
Contoh kebutuhan benih dan populasi
Dengan jarak tanam 70 × 20 cm dan satu benih per lubang, populasi jagung sekitar 70.000 tanaman per hektar lahan efektif. Kebutuhan benih tergantung ukuran biji varietas yang dipakai, umumnya sekitar 15–20 kg per hektar. Siapkan sedikit lebih banyak untuk cadangan penyulaman. Populasi yang cukup dan seragam adalah dasar hasil panen yang tinggi, karena setiap tanaman jagung umumnya hanya menghasilkan satu tongkol utama.
6. Pengairan
Jagung tidak tahan genangan, tetapi juga sangat peka terhadap kekeringan pada fase tertentu. Fase yang paling membutuhkan air adalah saat berbunga (keluar rambut tongkol) dan pengisian biji. Kekurangan air pada fase ini membuat tongkol tidak terisi penuh. Di sawah setelah padi, alirkan air melalui parit di antara bedengan bila tanah mulai kering, lalu buang kelebihannya.
7. Penyiangan dan pembumbunan
- Penyiangan pertama sekitar 2–3 minggu setelah tanam, saat gulma mulai tumbuh.
- Pembumbunan, yaitu menimbun tanah di pangkal batang, dilakukan bersamaan dengan pemupukan susulan agar pupuk tertutup dan tanaman berdiri lebih kokoh.
- Penyiangan kedua dilakukan bila gulma masih banyak, sebelum tanaman terlalu tinggi.
Menjaga tanaman tetap tegak
Jagung yang tinggi dan bertongkol besar mudah rebah bila diterpa angin kencang atau hujan lebat, terutama bila perakarannya dangkal dan batangnya lemah. Rebah membuat tongkol kotor, mudah busuk, dan sulit dipanen. Cara mencegahnya adalah membumbun pangkal batang dengan tanah, tidak memberi nitrogen berlebihan, mencukupi kalium untuk kekuatan batang, serta menjaga perakaran tetap sehat sejak awal. Penyemprotan sesuai jadwal pada 7 dan 15–17 HST membantu pembentukan akar dan pemanjangan batang yang kokoh.
8. Hama dan penyakit jagung
| Hama / penyakit | Gejala | Pengendalian |
|---|---|---|
| Ulat grayak | Daun muda berlubang, kotoran ulat di pucuk | Pantau sejak awal, kendalikan saat ulat masih kecil |
| Penggerek batang & tongkol | Lubang di batang atau tongkol, batang patah | Sanitasi, pengendalian tepat waktu |
| Lalat bibit | Bibit muda layu dan mati | Perlakuan benih, tanam serempak |
| Bulai | Daun bergaris putih kekuningan, tanaman kerdil | Varietas tahan, cabut tanaman sakit, tanam serempak |
| Karat dan hawar daun | Bercak cokelat atau oranye di daun | Varietas tahan, sanitasi, fungisida bila perlu |
Prinsip pengendalian terpadu dibahas di hama dan penyakit tanaman.
Jagung manis dan jagung pipilan: perawatan yang berbeda
Jagung manis dipanen jauh lebih muda, sehingga masa tanamnya lebih singkat dan waktu panennya harus tepat agar biji tetap manis dan renyah. Jagung manis juga lebih peka terhadap kekurangan air dan biasanya dijual segar, sehingga dekat dengan pasar menjadi keuntungan tersendiri. Jagung pipilan dibiarkan sampai matang di pohon, lalu dikeringkan sebelum dijual ke pengepul atau pabrik pakan. Untuk keduanya, jadwal pemupukan Pupuk Kilat sama hingga fase pembentukan tongkol; perbedaannya ada pada waktu panen dan penanganan setelah panen.
9. Panen
Jagung untuk pipilan kering dipanen saat klobot sudah mengering dan berwarna kuning kecokelatan, biji keras dan mengilap, serta muncul lapisan hitam di pangkal biji. Jagung manis dipanen jauh lebih muda, saat rambut tongkol sudah mengering kecokelatan dan biji masih berisi cairan seperti susu bila ditekan. Penjelasan lengkap umur dan ciri panen akan kami bahas di artikel umur panen jagung.
Setelah dipanen, jemur tongkol atau pipilan hingga kering sebelum disimpan atau dijual, agar tidak berjamur dan harganya tidak turun.
Menanam jagung di sawah setelah padi
Di banyak daerah, jagung ditanam di sawah setelah panen padi kedua, memanfaatkan sisa air dan sinar matahari musim kemarau. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Tanam secepatnya setelah panen padi, selagi tanah masih lembap.
- Buat saluran di antara bedengan agar kelebihan air bisa dibuang saat hujan dan air bisa dialirkan saat tanah mulai kering.
- Olah tanah minimal bila waktu terbatas: benih bisa ditugal langsung di antara bekas rumpun padi setelah jerami dirapikan.
- Waspadai lalat bibit dan tikus yang sering menyerang di awal pertumbuhan.
Mengatur waktu tanam agar panen menguntungkan
Harga jagung di tingkat petani biasanya turun saat panen raya, ketika banyak daerah memanen bersamaan. Petani yang mampu mengatur waktu tanam, misalnya menanam di musim kemarau dengan air irigasi atau sumur, sering mendapat harga lebih baik. Selain itu, pengeringan dan penyimpanan yang baik memungkinkan jagung pipilan disimpan dan dijual saat harga membaik, asalkan kadar airnya cukup rendah agar tidak berjamur.
Selain itu, catat tanggal tanam, varietas, pemupukan, dan hasil panen setiap musim agar Anda tahu cara mana yang paling menguntungkan di lahan sendiri.
Kesalahan saat menanam jagung
- Menanam terlalu rapat, sehingga tongkol kecil dan banyak tanaman tidak bertongkol.
- Terlambat menyulam, sehingga pertumbuhan tidak seragam.
- Menabur pupuk di permukaan tanpa dibenam.
- Kekurangan air saat berbunga, sehingga biji tidak penuh.
- Mengabaikan ulat grayak di minggu-minggu awal.
Hasil di lapangan dipengaruhi kondisi lahan, cuaca, varietas, dan cara budidaya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa jarak tanam jagung yang ideal?
Umumnya 70–75 cm antarbaris dan 20 cm dalam baris dengan satu benih per lubang, atau 40 cm dalam baris dengan dua benih per lubang.
Berapa lama jagung bisa dipanen?
Jagung pipilan umumnya dipanen sekitar 90–120 hari setelah tanam tergantung varietas, sedangkan jagung manis dipanen lebih muda.
Kapan jagung paling membutuhkan air?
Saat berbunga (keluar rambut tongkol) dan saat pengisian biji. Kekurangan air pada fase ini membuat tongkol tidak terisi penuh.
Bagaimana jadwal Pupuk Kilat untuk jagung?
Rendam benih 6 jam (1 tutup botol per 2 liter air untuk 2 kg benih), semprot 7 tutup botol per tangki pada 7 HST dan 15–17 HST, lalu 10 tutup botol per tangki pada 35–37 HST.
Apa hama utama jagung?
Ulat grayak, penggerek batang dan tongkol, lalat bibit, serta penyakit bulai dan karat daun.
