Cara menanam kentang dimulai dari memilih umbi bibit sehat yang sudah bertunas pendek, menanamnya di guludan pada lahan dataran tinggi yang sejuk dengan jarak sekitar 70–80 × 30 cm, lalu merawatnya dengan pemupukan, pembumbunan, dan pengendalian penyakit busuk daun hingga panen pada umur sekitar 90–120 hari. Kentang tumbuh paling baik di ketinggian di atas 1.000 meter dengan suhu sejuk, tanah gembur, dan drainase baik.
Kentang adalah tanaman pangan bernilai tinggi yang banyak ditanam di dataran tinggi seperti Dieng, Pangalengan, Bromo, Karo, dan Kerinci. Hasilnya bisa sangat menguntungkan, tetapi biayanya juga besar, terutama untuk bibit dan pengendalian penyakit. Panduan ini membahas langkah menanam kentang dari persiapan hingga panen agar hasil maksimal.
Syarat tumbuh kentang
| Faktor | Kondisi ideal |
|---|---|
| Ketinggian tempat | Sekitar 1.000–2.000 meter di atas permukaan laut |
| Suhu udara | Sejuk, sekitar 15–20°C; suhu malam yang dingin membantu pembentukan umbi |
| Curah hujan | Cukup merata, tidak berlebihan saat pengisian umbi |
| Tanah | Gembur, remah, kaya bahan organik, tidak tergenang |
| pH tanah | Sekitar 5,5–6,5 |
| Cahaya | Terbuka, mendapat sinar matahari penuh |
Kentang juga bisa ditanam di dataran menengah dengan varietas yang sesuai, tetapi hasilnya umumnya lebih rendah karena suhu yang lebih hangat menghambat pembentukan umbi.
1. Memilih varietas dan bibit
Bibit adalah kunci keberhasilan kentang. Bibit yang membawa penyakit akan menularkannya ke seluruh lahan.
- Gunakan bibit bersertifikat atau dari penangkar terpercaya, terutama bila lahan pernah terserang layu atau virus.
- Pilih umbi berukuran sedang (sekitar 30–60 gram), seragam, kulit mulus, tidak keriput, dan tidak busuk.
- Pastikan bibit sudah melewati masa dormansi dan bertunas pendek, kokoh, berwarna hijau keunguan, panjang sekitar 1–2 cm.
- Hindari bibit dengan tunas panjang dan kurus, karena tumbuh lemah setelah ditanam.
- Pilih varietas yang sesuai dengan ketinggian dan tujuan pasar, misalnya kentang sayur untuk pasar umum atau kentang industri untuk keripik.
2. Persiapan bibit sebelum tanam
- Seleksi ulang bibit sehari sebelum tanam, buang yang busuk atau lunak.
- Letakkan bibit di atas waring atau anyaman bambu di tempat teduh.
- Semprot Pupuk Kilat 2 tutup botol per tangki ke seluruh permukaan bibit hingga basah merata.
- Diamkan sekitar 12 jam hingga meresap, lalu tanam.
Perlakuan ini membantu tunas tumbuh lebih cepat dan bibit lebih tahan penyakit di awal pertumbuhan.
3. Persiapan lahan
- Olah tanah sedalam 30–40 cm hingga gembur, buang sisa akar dan batu.
- Beri kapur pertanian atau dolomit bila tanah masam, sekitar dua sampai empat minggu sebelum tanam.
- Tambahkan pupuk kandang matang sebanyak-banyaknya sesuai kemampuan, karena kentang menyukai tanah yang kaya bahan organik.
- Buat guludan dengan lebar sekitar 60–70 cm dan tinggi sekitar 30 cm. Di lahan miring, buat guludan melintang lereng atau searah kontur untuk mengurangi erosi.
- Buat saluran pembuangan air di sekeliling lahan agar air hujan tidak menggenang.
4. Penanaman dan jarak tanam
| Uraian | Ukuran umum |
|---|---|
| Jarak antarbaris (guludan) | 70–80 cm |
| Jarak dalam baris | 25–35 cm |
| Kedalaman tanam | Sekitar 8–10 cm |
| Posisi bibit | Tunas menghadap ke atas |
| Kebutuhan bibit | Sekitar 1,5–2 ton per hektar, tergantung ukuran umbi |
Buat lubang atau alur di atas guludan, beri pupuk dasar di samping lubang (tidak menyentuh bibit), letakkan bibit, lalu tutup dengan tanah gembur.
5. Pemupukan kentang
Kentang membutuhkan hara yang cukup banyak, terutama kalium untuk pengisian umbi. Pupuk dasar diberikan saat tanam sesuai anjuran setempat, lalu dilengkapi dengan Pupuk Kilat lewat daun dan daerah perakaran:
| Waktu | Takaran & cara | Tujuan |
|---|---|---|
| 1–2 hari sebelum tanam | Semprot bibit 2 tutup botol per tangki, diamkan 12 jam lalu tanam | Bibit cepat tumbuh dan lebih tahan penyakit |
| 10–15 HST | Semprot 5 tutup botol per tangki ke daun dan daerah perakaran | Pertumbuhan akar, daun, dan ketahanan tanaman |
| 30–35 HST | Semprot 7 tutup botol per tangki merata ke daun dan daerah perakaran | Pengisian dan penambahan jumlah stolon atau umbi |
| 60–65 HST | Semprot 10 tutup botol per tangki merata ke daun dan daerah perakaran | Pengisian umbi |
Kebutuhan sekitar 4–5 liter per hektar. Pemakaian rutin dapat membantu mengurangi pupuk kimia secara bertahap. Panduan lengkap ada di pupuk untuk kentang dan ubi.
6. Pembumbunan dan penyiangan
Pembumbunan adalah menimbun pangkal tanaman dengan tanah dari sisi guludan. Langkah ini sangat penting pada kentang karena:
- Umbi tertutup tanah, sehingga tidak berwarna hijau karena terkena cahaya. Umbi hijau mengandung zat yang tidak baik dan tidak laku dijual.
- Stolon lebih banyak terbentuk, sehingga jumlah umbi bertambah.
- Tanaman lebih kokoh dan tidak mudah rebah.
- Gulma ikut tertimbun.
Pembumbunan pertama dilakukan sekitar 3–4 minggu setelah tanam, dan bisa diulang sekali lagi sekitar 2–3 minggu kemudian. Lakukan penyiangan bersamaan dengan pembumbunan.
7. Pengairan
- Jaga tanah tetap lembap terutama saat pembentukan dan pengisian umbi.
- Hindari genangan, karena umbi mudah busuk.
- Kurangi penyiraman menjelang panen agar kulit umbi mengeras.
- Di musim kemarau, siram melalui parit di antara guludan atau dengan selang, jangan membasahi daun berlebihan pada sore hari.
8. Hama dan penyakit kentang
| Hama/penyakit | Gejala | Pengendalian |
|---|---|---|
| Busuk daun | Bercak cokelat kehitaman di daun yang meluas cepat saat lembap | Fungisida pencegahan bergiliran, buang daun sakit, jarak tanam cukup |
| Layu bakteri | Tanaman layu mendadak, pangkal batang mengeluarkan lendir bila dipotong | Bibit sehat, rotasi tanaman, cabut tanaman sakit |
| Penggerek umbi | Umbi berlubang dan berlorong | Pembumbunan yang rapat, bibit sehat, simpan umbi dengan baik |
| Kutu daun dan thrips | Daun keriting, menularkan virus | Pengamatan rutin, pengendalian sejak awal |
| Nematoda | Akar berbintil, tanaman kerdil | Rotasi tanaman, bahan organik, bibit bersih |
Pupuk Kilat dapat dicampur fungisida atau insektisida dengan takaran 7 tutup botol per tangki, sehingga pemupukan dan pengendalian dilakukan sekali jalan.
9. Panen kentang
Kentang siap dipanen sekitar 90–120 hari setelah tanam, tergantung varietas dan ketinggian. Tanda siap panen:
- Daun dan batang menguning lalu mengering sebagian besar.
- Kulit umbi tidak mudah mengelupas saat digosok dengan ibu jari.
- Umbi sudah mencapai ukuran maksimal.
Langkah panen:
- Potong atau rebahkan batang sekitar satu minggu sebelum panen agar kulit umbi mengeras.
- Gali guludan dengan hati-hati menggunakan garpu atau cangkul agar umbi tidak terluka.
- Angin-anginkan umbi sebentar di tempat teduh, jangan dijemur terik.
- Sortir berdasarkan ukuran dan pisahkan umbi yang luka atau busuk.
- Simpan di tempat gelap, sejuk, dan berventilasi agar umbi tidak menghijau dan tidak cepat bertunas.
Contoh kalender budidaya kentang
| Waktu | Kegiatan utama |
|---|---|
| 4–2 minggu sebelum tanam | Olah tanah, beri kapur bila masam, tambahkan pupuk kandang |
| 1 minggu sebelum tanam | Buat guludan dan saluran air, siapkan bibit bertunas |
| 1–2 hari sebelum tanam | Seleksi bibit, semprot Pupuk Kilat 2 tutup botol per tangki, diamkan 12 jam |
| 0 HST | Tanam bibit dengan pupuk dasar di samping lubang |
| 10–15 HST | Semprot 5 tutup botol per tangki, mulai pengamatan penyakit |
| 21–30 HST | Pembumbunan pertama dan penyiangan |
| 30–35 HST | Semprot 7 tutup botol per tangki |
| 40–50 HST | Pembumbunan kedua bila perlu, perketat pencegahan busuk daun |
| 60–65 HST | Semprot 10 tutup botol per tangki untuk pengisian umbi |
| 80–110 HST | Kurangi pengairan, rebahkan batang, persiapan panen |
| 90–120 HST | Panen, sortir, dan simpan |
Menyimpan kentang setelah panen
- Simpan di tempat gelap, karena cahaya membuat kulit umbi menghijau.
- Jaga ruangan tetap sejuk dan berventilasi, umbi yang disimpan di tempat panas cepat bertunas dan keriput.
- Susun dalam peti atau rak berlubang, jangan ditumpuk terlalu tinggi.
- Periksa rutin dan buang umbi yang mulai busuk agar tidak menulari yang lain.
- Pisahkan umbi untuk bibit dari umbi konsumsi, dan simpan bibit di tempat yang mendapat cahaya tidak langsung agar tunas tumbuh pendek dan kokoh.
Rotasi tanaman untuk lahan kentang
Menanam kentang terus-menerus di lahan yang sama membuat penyakit tanah seperti layu bakteri dan nematoda menumpuk. Gilir kentang dengan tanaman lain seperti kubis, wortel, bawang daun, jagung, atau kacang-kacangan, dan kembali ke kentang setelah satu sampai dua musim.
Kesalahan saat menanam kentang
- Memakai bibit dari umbi konsumsi atau bibit yang sudah sakit.
- Menanam bibit yang belum bertunas sehingga pertumbuhan tidak seragam.
- Guludan searah lereng sehingga tanah mudah longsor.
- Terlambat membumbun, umbi menjadi hijau.
- Menunggu busuk daun muncul baru menyemprot.
- Panen saat kulit masih tipis, umbi mudah lecet dan busuk saat disimpan.
Gambaran pemupukan tanaman pangan lain ada di panduan pupuk tanaman pangan. Petani di sentra kentang bisa melihat contoh daerah di Pupuk Kilat Wonosobo.
Hasil di lapangan dipengaruhi kondisi lahan, cuaca, varietas, dan cara budidaya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa lama kentang bisa dipanen?
Umumnya sekitar 90–120 hari setelah tanam, tergantung varietas dan ketinggian tempat.
Di ketinggian berapa kentang tumbuh baik?
Paling baik di dataran tinggi sekitar 1.000–2.000 meter dengan suhu sejuk. Di dataran menengah bisa dengan varietas yang sesuai, tetapi hasilnya umumnya lebih rendah.
Berapa jarak tanam kentang?
Umumnya 70–80 cm antarbaris dan 25–35 cm dalam baris, ditanam di guludan dengan kedalaman sekitar 8–10 cm.
Mengapa kentang perlu dibumbun?
Agar umbi tertutup tanah dan tidak menghijau, stolon lebih banyak terbentuk, dan tanaman lebih kokoh.
Bagaimana cara menyimpan kentang setelah panen?
Simpan di tempat gelap, sejuk, dan berventilasi dalam peti atau rak berlubang, periksa rutin, dan buang umbi yang mulai busuk.
Bagaimana jadwal Pupuk Kilat untuk kentang?
Semprot bibit 2 tutup botol per tangki sebelum tanam, lalu 5 tutup pada 10–15 HST, 7 tutup pada 30–35 HST, dan 10 tutup pada 60–65 HST ke daun dan daerah perakaran.
