hit counter code Langsung ke konten
Konsultasi gratis via WhatsApp · Pengiriman ke seluruh Indonesia
Shopee WhatsApp
Panduan Tanaman Pangan

Cara Menanam Kedelai dari Benih hingga Panen

Pupuk Kilat Diperbarui 8 menit baca

Cara menanam kedelai yang baik dimulai dari benih bermutu dengan daya tumbuh tinggi, lahan gembur yang tidak tergenang, jarak tanam sekitar 40 × 15 cm atau 40 × 20 cm dengan dua biji per lubang, pemupukan sejak perendaman benih hingga pengisian polong, pengendalian hama polong, dan panen saat sebagian besar polong sudah berwarna cokelat. Kedelai umumnya dipanen sekitar 75–90 hari setelah tanam, tergantung varietas.

Kedelai adalah sumber protein nabati utama bagi masyarakat Indonesia dan bahan baku tempe serta tahu. Tanaman ini banyak ditanam setelah padi di sawah, atau di lahan kering pada musim hujan. Selain menghasilkan biji, kedelai juga membantu menyuburkan tanah karena akarnya bersimbiosis dengan bakteri penambat nitrogen. Panduan ini membahas langkah menanam kedelai dari awal sampai panen.

Syarat tumbuh kedelai

FaktorKondisi yang cocok
KetinggianDataran rendah hingga sekitar 900 m dpl
SuhuHangat, sekitar 23–30 °C
Curah hujanCukup selama pertumbuhan, kering menjelang panen
TanahGembur, subur, cukup bahan organik, drainase baik
pH tanahSekitar 5,8–7,0
CahayaMembutuhkan sinar matahari penuh

Kedelai tidak tahan genangan, terutama pada awal pertumbuhan. Namun, tanaman juga membutuhkan air yang cukup saat berbunga dan mengisi polong. Itulah sebabnya kedelai sering ditanam di sawah setelah panen padi musim hujan, memanfaatkan sisa kelembapan tanah.

1. Memilih varietas dan benih

Pilih varietas yang sesuai dengan musim dan tujuan:

  • Varietas berbiji besar, seperti varietas Grobogan, banyak dicari pengrajin tempe karena bijinya besar dan seragam.
  • Varietas berbiji sedang umumnya berumur sedikit lebih panjang dan lebih toleran pada kondisi kurang ideal.
  • Varietas berumur genjah cocok untuk sawah yang sisa airnya terbatas setelah padi.

Gunakan benih bersertifikat dengan daya tumbuh minimal sekitar 85%. Kebutuhan benih sekitar 40–60 kg per hektar, tergantung ukuran biji dan jarak tanam. Benih kedelai cepat menurun daya tumbuhnya bila disimpan terlalu lama, sehingga sebaiknya gunakan benih dari panen musim terakhir.

2. Persiapan lahan

Di sawah setelah padi:

  1. Potong jerami padi rata dengan tanah, lalu sebarkan sebagian sebagai mulsa.
  2. Buat saluran drainase setiap 3–4 meter dengan kedalaman sekitar 25–30 cm agar air tidak menggenang.
  3. Tanah tidak perlu diolah sempurna; kedelai bisa ditanam langsung dengan tugal di antara bekas rumpun padi (tanpa olah tanah) bila tanah masih lembap.

Di lahan kering atau tegalan:

  1. Olah tanah hingga gembur, buang sisa akar dan gulma.
  2. Buat bedengan atau guludan bila lahan mudah tergenang.
  3. Berikan pupuk kandang atau kompos untuk menambah bahan organik.
  4. Taburkan kapur pertanian bila tanah masam, sekitar dua minggu sebelum tanam.

3. Perendaman benih dan inokulasi

Sebelum tanam, rendam benih untuk membantu perkecambahan yang serempak. Rendam 1 kg benih dalam larutan 1 tutup botol Pupuk Kilat per 1 liter air selama 15 menit, lalu tiriskan dan segera tanam. Jangan merendam terlalu lama karena kulit benih kedelai tipis dan mudah rusak.

Pada lahan yang belum pernah ditanami kedelai, benih bisa diberi inokulan bakteri Rhizobium sesuai petunjuk kemasan. Bakteri ini membentuk bintil akar yang menambat nitrogen dari udara, sehingga kebutuhan pupuk nitrogen berkurang. Pada lahan yang rutin ditanami kedelai, bakteri ini biasanya sudah ada di tanah.

4. Penanaman dan jarak tanam

KondisiJarak tanamBiji per lubang
Sawah setelah padi, tanah subur40 × 15 cm2
Lahan kering atau kurang subur40 × 20 cm2–3
Varietas berbiji besar40 × 20 cm2
Sistem tanam baris ganda(25 × 15 cm) × 50 cm2

Tugal tanah sedalam 2–3 cm, masukkan benih, lalu tutup dengan tanah tipis atau abu sekam. Tanam saat tanah lembap. Lubang yang benihnya tidak tumbuh perlu disulam paling lambat 7 hari setelah tanam.

5. Pemupukan kedelai

Kedelai membutuhkan nitrogen di awal pertumbuhan sebelum bintil akar bekerja, lalu fosfor dan kalium untuk pembungaan dan pengisian polong. Pupuk dasar diberikan sesuai anjuran setempat saat tanam atau sebelum tanam.

Jadwal Pupuk Kilat untuk kedelai:

WaktuTakaran & caraTujuan
1–2 hari sebelum tanamRendam 1 kg benih dalam larutan 1 tutup botol per 1 liter air selama 15 menit, lalu tanamPerkecambahan serempak, bibit lebih tahan penyakit
7 HSTSemprot 7 tutup botol per tangki ke daun dan daerah perakaranPertumbuhan awal, akar dan daun
15–17 HSTSemprot 7 tutup botol per tangki merata ke daunPertumbuhan dan penyerapan hara
40–45 HSTSemprot 10 tutup botol per tangki ke daunMempercepat terbentuknya polong
55–60 HSTSemprot 10 tutup botol per tangki ke daun dan polongPengisian dan pembesaran polong

Beri jarak minimal 2 hari antara pemupukan tabur dan penyemprotan. Penjelasan lengkapnya ada di pupuk untuk kedelai.

6. Penyiangan dan pengairan

  • Siangi gulma pada umur sekitar 2–3 minggu dan 5–6 minggu. Kedelai yang masih muda mudah kalah bersaing dengan gulma.
  • Jaga kelembapan tanah terutama saat berbunga (sekitar umur 30–40 hari) dan pengisian polong. Bila tidak ada hujan, alirkan air ke saluran lalu buang kembali agar tidak menggenang.
  • Kurangi air menjelang panen agar polong cepat mengering.

7. Hama dan penyakit kedelai

Hama/penyakitGejalaPengendalian
Lalat kacangBibit layu dan mati di awal pertumbuhanTanam serempak, perlakuan benih, pantau sejak tumbuh
Ulat grayakDaun berlubang hingga tinggal tulang daunPantau rutin, kendalikan saat ulat masih kecil
Penggerek polongPolong berlubang, biji rusakPantau saat pembentukan polong, petik polong terserang
Kepik hijau dan kepik coklatPolong mengisap, biji keriput dan hampaKendalikan saat populasi tinggi pada fase pengisian polong
Karat daunBercak kecil cokelat kemerahan di bawah daunVarietas tahan, fungisida bila serangan berat
VirusDaun keriting dan belang, tanaman kerdilKendalikan kutu penular, cabut tanaman sakit

Pupuk Kilat dapat dicampur pestisida dengan takaran 7 tutup botol per tangki, sehingga pemupukan dan pengendalian hama dilakukan dalam satu kali semprot.

8. Panen kedelai

Kedelai siap panen saat sekitar 95% polong sudah berwarna cokelat atau kehitaman dan sebagian besar daun telah rontok. Umur panen sekitar 75–90 hari setelah tanam, tergantung varietas.

  1. Panen pada pagi hari saat polong belum terlalu kering, agar tidak mudah pecah.
  2. Potong batang di atas permukaan tanah dengan sabit; akar dan bintil biarkan di tanah sebagai pupuk.
  3. Jemur brangkasan di atas terpal selama 2–3 hari hingga polong kering.
  4. Rontokkan biji dengan cara dipukul atau memakai mesin perontok.
  5. Bersihkan dan jemur kembali biji hingga kering, lalu simpan di karung atau wadah tertutup di tempat kering.

Untuk benih, simpan biji yang bernas dan sehat dalam wadah kedap udara agar daya tumbuhnya bertahan lebih lama.

Pola tanam padi–padi–kedelai

Di banyak sentra kedelai seperti Grobogan, Ngawi, dan Nganjuk, kedelai ditanam sebagai tanaman ketiga setelah dua kali padi, atau sebagai tanaman kedua setelah padi musim hujan. Pola ini memberi beberapa keuntungan:

  • Memutus siklus hama dan penyakit padi, karena kedelai bukan inang bagi sebagian besar hama padi.
  • Menambah nitrogen ke tanah lewat bintil akar, sehingga padi berikutnya tumbuh lebih baik.
  • Memanfaatkan sisa air di sawah yang tidak cukup untuk padi ketiga.
  • Menambah pendapatan di musim yang biasanya lahan dibiarkan kosong.

Kunci keberhasilannya adalah menanam secepat mungkin setelah panen padi, selagi tanah masih lembap. Keterlambatan satu sampai dua minggu saja bisa membuat kedelai kekurangan air saat berbunga. Gambaran pertanian kedelai di salah satu sentranya bisa dibaca di Pupuk Kilat Grobogan.

Ciri tanaman kedelai yang sehat

Tanaman kedelai yang sehat memiliki daun hijau segar, batang tegak dan kokoh, serta banyak bintil akar berwarna merah muda di bagian dalamnya bila dibelah. Bintil berwarna merah muda menandakan bakteri penambat nitrogen bekerja aktif. Bila bintil sedikit atau berwarna pucat, tanaman mungkin membutuhkan tambahan nitrogen atau inokulan pada musim berikutnya. Daun yang menguning merata di awal pertumbuhan juga bisa menjadi tanda kekurangan nitrogen sebelum bintil akar terbentuk.

Kebutuhan Pupuk Kilat per hektar

Untuk satu hektar kedelai, pemakaian Pupuk Kilat meliputi perendaman benih dan empat kali penyemprotan. Dengan volume semprot yang umum dipakai petani, kebutuhan sekitar 4–5 liter per hektar per musim. Ukuran kemasan dari 500 ml hingga 10 liter bisa dipilih di halaman produk Pupuk Kilat, dan CS siap membantu menghitung kebutuhan sesuai luas lahan.

Memeriksa bintil akar kedelai

Kedelai bisa mengikat nitrogen dari udara melalui bintil akar yang dibentuk bersama bakteri Rhizobium. Bintil yang aktif membuat kebutuhan pupuk nitrogen jauh lebih kecil. Cara memeriksanya:

  1. Pilih lima tanaman acak saat umur sekitar 25–35 HST.
  2. Gali perlahan dengan sekop kecil, jangan dicabut paksa agar bintil tidak tertinggal di tanah.
  3. Cuci akar di ember berisi air.
  4. Hitung bintil pada akar utama dan akar samping.
  5. Belah beberapa bintil dengan kuku atau pisau kecil.
Hasil pemeriksaanArtiTindakan
Bintil banyak, bagian dalam merah mudaBintil aktif mengikat nitrogenPertahankan perawatan, jangan berlebihan memberi urea
Bintil ada, bagian dalam putih atau hijauBintil belum atau tidak aktifPeriksa kelembapan dan keasaman tanah
Hampir tidak ada bintilBakteri tidak ada atau tidak cocokGunakan inokulan Rhizobium pada musim berikutnya, terutama di lahan yang belum pernah ditanami kedelai

Bintil akar bekerja kurang baik di tanah yang terlalu masam, terlalu kering, atau tergenang. Pemberian urea dalam jumlah besar juga membuat tanaman “malas” membentuk bintil. Karena itu, pemupukan nitrogen pada kedelai cukup secukupnya di awal, lalu tanaman dibantu dengan hara lengkap lewat daun sesuai jadwal di pupuk untuk kedelai.

Kesalahan saat menanam kedelai

  • Menanam di lahan yang tergenang tanpa saluran drainase.
  • Memakai benih yang sudah lama disimpan, sehingga banyak yang tidak tumbuh.
  • Merendam benih terlalu lama, membuat kulit benih rusak.
  • Terlambat mengendalikan penggerek dan kepik polong.
  • Kekurangan air saat berbunga dan mengisi polong, sehingga polong hampa.
  • Panen terlambat, membuat polong pecah di lahan.

Gambaran pemupukan tanaman pangan lain seperti padi dan jagung ada di panduan pupuk tanaman pangan. Hasil di lapangan dipengaruhi kondisi lahan, cuaca, varietas, dan cara budidaya.

Mau menanam kedelai setelah padi?Tanyakan jadwal pemupukan kedelai sesuai luas lahan dan varietas Anda ke CS kami.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa jarak tanam kedelai yang ideal?

Umumnya 40 × 15 cm atau 40 × 20 cm dengan dua biji per lubang, tergantung kesuburan tanah dan ukuran biji varietas.

Berapa kebutuhan benih kedelai per hektar?

Sekitar 40–60 kg per hektar, tergantung ukuran biji dan jarak tanam yang dipakai.

Berapa lama kedelai bisa dipanen?

Sekitar 75–90 hari setelah tanam, saat sekitar 95% polong sudah berwarna cokelat dan daun banyak yang rontok.

Bagaimana cara merendam benih kedelai dengan Pupuk Kilat?

Rendam 1 kg benih dalam larutan 1 tutup botol per 1 liter air selama 15 menit, lalu tiriskan dan segera tanam.

Kenapa polong kedelai banyak yang hampa?

Biasanya karena kekurangan air saat berbunga dan mengisi polong, serangan kepik pengisap, atau kekurangan hara pada fase pengisian polong.

Masih bingung soal pemakaian? Kirim foto tanaman Anda, CS kami bantu rekomendasikan cara pakai yang tepat.
Ditulis oleh Pupuk Kilat
Tanya CS