Petani jagung di Grobogan menanam di hamparan tegalan dan sawah tadah hujan yang sangat luas, sehingga kabupaten ini menjadi salah satu lumbung jagung Jawa Tengah. Untuk mendapatkan tongkol besar dan biji yang terisi penuh di lahan yang sangat bergantung pada hujan, tanaman jagung perlu nutrisi yang tepat waktu sejak benih ditanam. Pupuk Kilat, pupuk organik lengkap plus hormon dan 17 asam amino dari Jember yang terdaftar di Kementan, dapat dipakai dari perendaman benih hingga pembesaran tongkol, dan juga cocok untuk kedelai serta padi yang ditanam bergiliran di Grobogan.
Pertanian di Grobogan
Kabupaten Grobogan terletak di bagian timur laut Jawa Tengah, beribu kota di Purwodadi, dan berbatasan dengan Demak, Kudus, Pati, Blora, Sragen, Boyolali, dan Semarang. Wilayahnya berupa dataran rendah yang luas di tengah, diapit perbukitan kapur di bagian utara dan selatan. Sungai Lusi dan Sungai Serang mengalir melintasi kabupaten ini.
Sebagian besar sawah di Grobogan adalah sawah tadah hujan, sehingga pola tanam sangat ditentukan oleh datangnya musim hujan. Di musim hujan, petani menanam padi atau jagung; menjelang kemarau, lahan banyak ditanami jagung atau kedelai yang lebih tahan kekurangan air. Di tegalan dan lahan perbukitan, jagung menjadi tanaman utama hampir sepanjang tahun selama air masih tersedia.
Selain jagung, kedelai, dan padi, petani Grobogan juga menanam kacang hijau, bawang merah, dan semangka di beberapa kawasan. Grobogan juga dikenal dengan objek wisata Bledug Kuwu di Kradenan, letupan lumpur alami yang menjadi ciri khas daerah ini.
Musim tanam jagung di Grobogan
| Musim | Perkiraan waktu | Pola tanam umum |
|---|---|---|
| Musim tanam pertama (MT I) | Awal hujan, sekitar Oktober–Desember | Jagung di tegalan, padi atau jagung di sawah tadah hujan |
| Musim tanam kedua (MT II) | Akhir hujan, sekitar Februari–April | Jagung atau kedelai memanfaatkan sisa hujan |
| Musim tanam ketiga (MT III) | Kemarau, sekitar Juni–Agustus | Jagung atau kacang hijau di lahan yang masih ada sumber air |
Waktu di atas hanya gambaran umum; awal tanam di setiap desa mengikuti datangnya hujan dan ketersediaan air setempat. Pada MT II, waktu tanam yang terlambat beberapa minggu saja bisa membuat jagung kekurangan air saat pengisian biji, sehingga persiapan lahan dan benih sebaiknya dilakukan sebelum panen musim sebelumnya selesai.
Tantangan petani jagung di Grobogan
- Bergantung pada hujan. Hujan yang datang terlambat atau berhenti terlalu cepat langsung memengaruhi hasil, terutama bila kekeringan terjadi saat jagung berbunga dan mengisi biji.
- Tanah liat yang pecah-pecah. Banyak lahan Grobogan bertanah liat berat yang lengket saat basah dan retak saat kering, sehingga perakaran perlu dibantu agar kuat.
- Hama ulat grayak. Ulat grayak jagung bisa merusak pucuk tanaman muda dalam waktu singkat bila tidak dipantau sejak awal.
- Penyakit bulai. Daun bergaris kuning keputihan dan tanaman kerdil, terutama di awal pertumbuhan.
- Harga saat panen raya. Panen serentak di wilayah yang luas membuat harga jagung pipilan di tingkat petani sering turun.
Jadwal pupuk jagung untuk petani Grobogan
Jadwal berikut memakai Pupuk Kilat (1 tutup botol = 10 ml) dan tangki semprot 14–16 liter. Kocok botol sebelum dipakai dan semprot pagi (06.00–09.00) atau sore (16.00–18.00).
| Waktu | Takaran & cara | Tujuan |
|---|---|---|
| 1–2 hari sebelum tanam | Rendam 2 kg benih dalam larutan 1 tutup botol per 2 liter air selama 6 jam, lalu tanam | Benih tumbuh serempak, bibit lebih tahan penyakit |
| 7 HST | Semprot 7 tutup botol per tangki ke seluruh permukaan daun | Pertumbuhan awal, pembentukan akar dan daun |
| 15–17 HST | Semprot 7 tutup botol per tangki merata ke daun | Daun membuka sempurna, akar dan batang berkembang |
| 35–37 HST | Semprot 10 tutup botol per tangki merata ke daun | Memperbesar tongkol dan mengoptimalkan pengisian biji |
Beri jarak minimal 2 hari antara pemupukan tabur dan penyemprotan. Pupuk dasar dan susulan tetap diberikan sesuai anjuran setempat; pemakaian Pupuk Kilat secara rutin dapat membantu mengurangi pupuk kimia secara bertahap. Penjelasan lengkap ada di pupuk untuk jagung dan langkah budidayanya di cara menanam jagung.
Tips menanam jagung di lahan tadah hujan Grobogan
- Tanam serentak dengan petani sekitar segera setelah hujan cukup membasahi tanah, agar seluruh hamparan mendapat air yang sama dan serangan hama tidak berpindah-pindah.
- Pilih varietas yang sesuai. Untuk musim tanam kedua dan ketiga, varietas berumur lebih pendek atau toleran kekeringan dapat mengurangi risiko gagal panen.
- Tambahkan bahan organik. Pupuk kandang atau kompos membantu tanah liat lebih gembur dan menahan air lebih lama.
- Bumbun pangkal batang setelah pemupukan susulan agar akar lebih kuat dan tanaman tidak mudah rebah.
- Pantau ulat grayak sejak tanaman berumur satu minggu. Periksa pucuk tanaman; serangan awal lebih mudah dikendalikan.
- Jaga air saat berbunga. Bila ada sumur atau embung, prioritaskan pengairan saat tanaman berbunga dan mengisi biji.
Mengendalikan ulat grayak dan bulai
Dua masalah yang paling sering dikeluhkan petani jagung di dataran rendah seperti Grobogan adalah ulat grayak dan penyakit bulai.
Ulat grayak jagung menyerang sejak tanaman masih muda. Gejalanya berupa daun berlubang-lubang tidak beraturan, pucuk rusak, dan ada kotoran ulat seperti serbuk gergaji di dalam gulungan daun. Ulat aktif pada malam hari dan bersembunyi di dalam pucuk pada siang hari. Pengendaliannya:
- Periksa pucuk tanaman sejak satu minggu setelah tanam, minimal dua kali seminggu.
- Ambil dan musnahkan kelompok telur dan ulat kecil bila serangan masih sedikit.
- Semprot pada sore hari, arahkan ke dalam pucuk tempat ulat bersembunyi, dan gilir bahan aktif agar ulat tidak kebal.
- Tanam serentak dengan petani sekitar agar siklus hama terputus.
Penyakit bulai ditandai garis-garis kuning keputihan memanjang pada daun dan lapisan seperti tepung di bawah daun pada pagi hari. Tanaman yang terserang sejak muda menjadi kerdil dan tidak menghasilkan tongkol. Pencegahannya adalah memakai benih yang sudah diberi perlakuan, menanam serentak, mencabut tanaman yang terserang sejak dini, dan tidak menanam jagung terus-menerus tanpa jeda di lahan yang sama.
Menghemat air di musim tanam kedua
Pada musim tanam kedua, hujan mulai berkurang saat jagung mendekati masa berbunga. Beberapa cara menghemat air yang bisa diterapkan petani Grobogan:
- Gunakan mulsa jerami sisa panen padi di antara barisan jagung untuk mengurangi penguapan.
- Buat alur di antara barisan agar air hujan atau air pompa mengalir merata dan tidak terbuang.
- Siram secara bergilir per petak bila memakai sumur pompa, prioritaskan petak yang sedang berbunga.
- Jaga tanaman tetap sehat sejak awal dengan pemupukan tepat waktu, karena akar yang kuat mampu menjangkau air lebih dalam.
Kedelai Grobogan: varietas kebanggaan daerah
Nama Grobogan diabadikan menjadi nama varietas kedelai unggul berbiji besar yang berasal dari daerah ini. Kedelai sering ditanam setelah padi atau jagung untuk memanfaatkan sisa air dan membantu menyuburkan tanah melalui bintil akarnya.
Untuk kedelai, rendam 1 kg benih dalam larutan 1 tutup botol Pupuk Kilat per 1 liter air selama 15 menit lalu segera tanam. Semprot 7 tutup botol per tangki ke daun dan daerah perakaran pada 7 HST dan 15–17 HST, lalu 10 tutup botol per tangki pada 40–45 HST untuk pembentukan polong dan 55–60 HST untuk pengisian polong. Panduan lengkapnya ada di pupuk untuk kedelai.
Padi di sawah tadah hujan
Pada musim hujan, sebagian besar sawah Grobogan ditanami padi. Rendam benih dengan 1 tutup botol Pupuk Kilat per 2 liter air, semprot persemaian 5–7 hari sebelum tanam, lalu semprot 5 tutup botol per tangki pada 7, 20, 40, dan 60 HST. Jangan menyemprot saat padi berbunga. Kebutuhan sekitar 5–6 liter per hektar. Panduannya ada di pupuk untuk padi.
Satu pupuk untuk jagung, kedelai, dan padi
Petani Grobogan umumnya menanam beberapa komoditas secara bergiliran dalam satu tahun. Dengan Pupuk Kilat, petani tidak perlu berganti-ganti pupuk daun atau perangsang untuk setiap tanaman, karena satu produk dipakai dari fase pertumbuhan hingga pengisian biji dan polong. Cukup sesuaikan takaran dan jadwalnya untuk setiap komoditas.
Pasca panen jagung di Grobogan
Sebagian besar jagung Grobogan dijual sebagai jagung pipilan kering ke pengepul dan pabrik pakan. Agar harga tidak jatuh, keringkan tongkol di atas terpal atau lantai jemur, pipil setelah cukup kering, lalu jemur kembali biji pipilan sebelum dikarungi. Jagung yang kering dan bersih lebih tahan disimpan sehingga bisa dijual saat harga membaik. Ciri tongkol siap panen dan cara pengeringannya dibahas di panduan umur panen jagung.
Pengiriman ke seluruh Grobogan
Pupuk Kilat dikirim ke seluruh 19 kecamatan di Kabupaten Grobogan, yaitu Purwodadi, Kedungjati, Karangrayung, Penawangan, Toroh, Geyer, Pulokulon, Kradenan, Gabus, Ngaringan, Wirosari, Tawangharjo, Grobogan, Brati, Klambu, Godong, Gubug, Tegowanu, dan Tanggungharjo.
Cara order Pupuk Kilat di Grobogan
Pilih ukuran 500 ml hingga 10 liter di halaman produk Pupuk Kilat, klik Claim Voucher untuk potongan harga, lalu lanjutkan order via WhatsApp. CS kami akan mengonfirmasi ongkos kirim dan perkiraan waktu tiba. Untuk kebutuhan kelompok tani atau pembelian dalam jumlah besar, sampaikan kepada CS agar dibantu menghitung kebutuhan per hektar.
Informasi distributor resmi ada di halaman distributor, dan daerah lain di provinsi ini di Pupuk Kilat Jawa Tengah. Tertarik menjadi penjual di Grobogan? Pelajari program kemitraan.
Hasil di lapangan dipengaruhi kondisi lahan, cuaca, varietas, dan cara budidaya.
