hit counter code Langsung ke konten
Konsultasi gratis via WhatsApp · Pengiriman ke seluruh Indonesia
Shopee WhatsApp
Agribisnis

Analisa Usaha Budidaya Jagung per Hektar

Pupuk Kilat Diperbarui 7 menit baca

Analisa usaha jagung per hektar dengan asumsi per November 2026 menunjukkan biaya produksi sekitar Rp 25,5 juta per musim, hasil sekitar 7 ton pipilan kering, dan pendapatan sekitar Rp 35 juta pada harga Rp 5.000 per kg, sehingga keuntungan bersih sekitar Rp 9,5 juta dalam satu musim tanam sekitar 100–110 hari. Keuntungan bisa jauh lebih besar bila hasil per hektar dinaikkan dan jagung dijual dalam kondisi kering sesuai standar pembeli.

Jagung adalah komoditas pangan dan pakan yang permintaannya selalu ada, terutama dari peternakan ayam dan pabrik pakan. Biayanya relatif lebih rendah dibanding sayuran, risikonya juga lebih kecil, tetapi keuntungannya sangat bergantung pada hasil per hektar dan harga saat panen. Analisa usaha membantu Anda menghitung modal, memperkirakan keuntungan, dan mengetahui batas aman hasil serta harga sebelum menanam.

Asumsi yang dipakai

UraianAsumsi
Luas lahan1 hektar tegalan atau sawah setelah padi, lahan sewa
BenihJagung hibrida, sekitar 20 kg per hektar
Jarak tanamSekitar 70 × 20 cm, satu benih per lubang
Umur panenSekitar 100–110 hari
HasilSekitar 7 ton pipilan kering
Harga jual di tingkat petaniRp 5.000/kg pipilan kering (asumsi per November 2026)

Sebagai acuan, harga pembelian pemerintah (HPP) jagung pipilan pada 2026 disebut sekitar Rp 5.500 per kg untuk kadar air sekitar 18–20% dan sekitar Rp 6.400 per kg untuk jagung kering di gudang, menurut pemberitaan Antara pada September 2026. Harga riil di tingkat petani bisa lebih rendah saat panen raya dan lebih tinggi saat pasokan berkurang.

Rincian biaya produksi per hektar

NoKomponen biayaJumlah (Rp)
1Sewa lahan satu musim4.000.000
2Benih jagung hibrida sekitar 20 kg2.000.000
3Pupuk kandang1.500.000
4Pupuk kimia (dasar dan susulan)4.500.000
5Pupuk organik lengkap dan pupuk daun1.000.000
6Pestisida dan herbisida2.000.000
7Olah lahan dengan traktor1.500.000
8Tenaga kerja (tanam, pupuk, siang, bumbun, semprot, panen)7.000.000
9Pemipilan dan pengeringan1.000.000
10Lain-lain (karung, transportasi)1.000.000
Total biaya produksi25.500.000

Tenaga kerja dan pupuk adalah komponen terbesar. Di banyak daerah, petani mengerjakan sebagian pekerjaan sendiri atau bersama keluarga, sehingga biaya tunai yang dikeluarkan bisa lebih kecil dari angka di atas.

Perkiraan hasil dan pendapatan

UraianJumlahHarga (Rp/kg)Nilai (Rp)
Jagung pipilan kering7.000 kg5.00035.000.000
Total pendapatan35.000.000

Keuntungan dan kelayakan usaha

IndikatorNilai
Total pendapatanRp 35.000.000
Total biayaRp 25.500.000
Keuntungan bersihRp 9.500.000
R/C ratio1,37
Titik impas harga (biaya ÷ hasil)sekitar Rp 3.640/kg
Titik impas produksi (biaya ÷ harga)sekitar 5.100 kg

R/C ratio 1,37 berarti setiap Rp 1 yang dikeluarkan menghasilkan pendapatan Rp 1,37. Titik impas harga menunjukkan bahwa dengan hasil 7 ton, usaha masih tidak rugi selama harga rata-rata di atas sekitar Rp 3.640 per kg. Titik impas produksi menunjukkan bahwa dengan harga Rp 5.000 per kg, Anda perlu memanen minimal sekitar 5,1 ton per hektar agar modal kembali.

Skenario bila hasil atau harga berubah

SkenarioHasilHargaPendapatanKeuntungan
Harga jatuh saat panen raya, hasil turun5,5 tonRp 4.500/kgRp 24,75 jutaRugi sekitar Rp 0,75 juta
Asumsi dasar7 tonRp 5.000/kgRp 35 jutaUntung sekitar Rp 9,5 juta
Hasil naik dengan perawatan baik8 tonRp 5.000/kgRp 40 jutaUntung sekitar Rp 14,5 juta
Hasil naik dan dijual kering sesuai harga acuan8 tonRp 5.500/kgRp 44 jutaUntung sekitar Rp 18,5 juta

Skenario ini menunjukkan bahwa kenaikan hasil satu ton per hektar dan selisih harga beberapa ratus rupiah per kilogram sangat menentukan keuntungan jagung. Karena biaya per hektar relatif tetap, setiap tambahan hasil hampir seluruhnya menjadi tambahan keuntungan.

Rincian kegiatan dan waktu kerja

WaktuKegiatan utama
Minggu −2 sampai −1Olah lahan, buat saluran, beri pupuk kandang
Hari 0Rendam benih dengan Pupuk Kilat, tanam dengan pupuk dasar
7 HSTSemprot Pupuk Kilat, sulam lubang yang tidak tumbuh
15–30 HSTPemupukan susulan pertama, penyiangan, semprot Pupuk Kilat 15–17 HST, pengamatan ulat grayak
30–40 HSTPembumbunan, pemupukan susulan kedua, semprot Pupuk Kilat 35–37 HST
50–80 HSTBerbunga dan pengisian biji, jaga air cukup
100–110 HSTPanen saat kelobot kering, jemur, pipil, keringkan

Jadwal pemupukan jagung dengan Pupuk Kilat

WaktuTakaran & caraTujuan
1–2 hari sebelum tanamRendam benih dengan 1 tutup botol per 2 liter air untuk 2 kg benih selama 6 jam, lalu tanamBenih cepat tumbuh dan bibit lebih tahan penyakit
7 HSTSemprot 7 tutup botol per tangki ke seluruh daunPertumbuhan akar dan daun
15–17 HSTSemprot 7 tutup botol per tangki, minimal 2 hari setelah pemupukan pertamaDaun membuka sempurna, akar dan batang berkembang
35–37 HSTSemprot 10 tutup botol per tangki, minimal 2 hari setelah pemupukan keduaMemperbesar tongkol dan mengoptimalkan pengisian biji

Pemakaian rutin dapat membantu mengurangi pupuk kimia secara bertahap. Jadwal lengkap ada di pupuk untuk jagung, dan gambaran tanaman pangan lain di panduan pupuk tanaman pangan.

Faktor yang paling menentukan keuntungan jagung

  1. Varietas. Varietas hibrida yang cocok dengan lahan bisa menaikkan hasil cukup besar. Pembahasannya ada di varietas jagung unggul.
  2. Populasi tanaman. Jarak tanam yang tepat dan daya tumbuh benih yang tinggi menentukan jumlah tongkol per hektar. Penjelasannya ada di jarak tanam jagung.
  3. Waktu tanam. Tanam di awal musim hujan agar tanaman cukup air saat berbunga dan mengisi biji.
  4. Pemupukan tepat waktu. Kekurangan hara di umur muda sulit dikejar di akhir.
  5. Pengendalian ulat grayak dan bulai sejak awal.
  6. Penanganan pascapanen. Jagung yang kering sesuai standar dihargai lebih tinggi dan tidak mudah berjamur.

Sumber modal dan arus kas

Biaya terbesar jagung dikeluarkan di bulan pertama, yaitu untuk sewa lahan, olah tanah, benih, pupuk dasar, dan tenaga tanam. Pendapatan baru diterima setelah panen sekitar tiga sampai empat bulan kemudian, sekaligus dalam satu waktu. Karena itu, siapkan modal kerja hingga panen, dan bila memungkinkan, jalin kerja sama dengan pembeli tetap seperti peternak atau pengepul agar harga lebih pasti. Petani yang punya tempat menjemur dan menyimpan bisa menunda penjualan sampai harga lebih baik, asalkan jagung benar-benar kering.

Risiko usaha jagung dan cara mengatasinya

RisikoDampakCara mengurangi
Kekeringan saat berbungaTongkol tidak terisi penuhTanam di awal musim hujan, varietas tahan kering
Ulat grayakPucuk rusak, tanaman kerdilPengamatan sejak 7 HST, pengendalian saat ulat kecil
Penyakit bulaiTanaman kerdil dan tidak bertongkolBenih dengan perlakuan, tanam serempak, cabut tanaman sakit
Harga jatuh saat panen rayaPendapatan turunKeringkan dan simpan, jalin pembeli tetap
Jagung berjamurHarga turun, ditolak pembeliKeringkan hingga kadar air sesuai, simpan di tempat kering

Jagung di sawah setelah padi dan di tegalan

Di sawah setelah panen padi, jagung biasanya ditanam pada musim kemarau dengan memanfaatkan sisa lengas tanah. Biaya olah tanah bisa lebih rendah karena tanah sudah gembur, tetapi tanaman berisiko kekurangan air saat berbunga bila hujan sudah berhenti. Siapkan pompa atau saluran air bila memungkinkan. Di tegalan, jagung umumnya ditanam di awal musim hujan, sehingga air lebih aman tetapi gulma dan ulat grayak lebih banyak, dan biaya penyiangan perlu diperhitungkan.

Menekan biaya tanpa menurunkan hasil

  • Gunakan pupuk kandang, terutama kotoran ayam yang sudah matang, untuk mengurangi kebutuhan pupuk kimia.
  • Berikan pupuk di dekat akar, bukan disebar di permukaan, agar tidak terbuang.
  • Campur pupuk daun dengan pestisida dalam satu kali semprot untuk menghemat tenaga.
  • Kerjakan bersama kelompok tani, misalnya sewa traktor dan pemipil bersama.
  • Kurangi pupuk kimia secara bertahap sambil menambah bahan organik dan memantau hasil.

Tips agar budidaya jagung menguntungkan

  1. Hitung modal sebelum tanam dan siapkan cadangan hingga panen.
  2. Pilih varietas dan benih bermutu sesuai lahan.
  3. Atur populasi tanaman dengan jarak tanam yang tepat dan sulam secepatnya.
  4. Pupuk sesuai jadwal sejak perendaman benih.
  5. Kendalikan hama sejak awal. Gejalanya dibahas di hama dan penyakit jagung.
  6. Panen tepat waktu dan keringkan dengan baik. Ciri siap panen ada di umur panen jagung.
  7. Catat semua biaya dan hasil setiap musim sebagai bahan perbaikan.

Panduan menanam jagung dari awal ada di cara menanam jagung.

Angka dalam analisa ini adalah gambaran berdasarkan asumsi. Biaya, hasil, dan harga di setiap daerah dan musim bisa sangat berbeda. Hasil di lapangan dipengaruhi kondisi lahan, cuaca, varietas, dan cara budidaya.

Sumber acuan harga: Antara Jatim, 9 September 2026.

Mau hitung ulang analisa usaha jagung Anda?Kirim luas lahan dan perkiraan biaya Anda, CS kami bantu hitung kebutuhan pupuknya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa modal budidaya jagung per hektar?

Dengan asumsi per November 2026, biaya produksi sekitar Rp 25,5 juta per hektar per musim, terbesar untuk tenaga kerja, pupuk, dan sewa lahan.

Berapa hasil jagung per hektar?

Dengan jagung hibrida dan perawatan baik, sekitar 7–8 ton pipilan kering per hektar, tergantung varietas, lahan, dan cuaca.

Berapa keuntungan menanam jagung per hektar?

Dengan hasil 7 ton dan harga Rp 5.000 per kg, keuntungan bersih sekitar Rp 9,5 juta per musim. Bila hasil 8 ton dan harga Rp 5.500 per kg, keuntungan bisa sekitar Rp 18,5 juta.

Berapa harga impas jagung?

Dengan biaya Rp 25,5 juta dan hasil 7 ton, titik impas harga sekitar Rp 3.640 per kg.

Bagaimana cara menaikkan keuntungan jagung?

Naikkan hasil per hektar dengan varietas yang tepat, populasi cukup, pemupukan tepat waktu, dan pengendalian hama sejak awal, lalu jual jagung dalam kondisi kering sesuai standar pembeli.

Masih bingung soal pemakaian? Kirim foto tanaman Anda, CS kami bantu rekomendasikan cara pakai yang tepat.
Ditulis oleh Pupuk Kilat
Tanya CS