Analisa usaha jagung per hektar dengan asumsi per November 2026 menunjukkan biaya produksi sekitar Rp 25,5 juta per musim, hasil sekitar 7 ton pipilan kering, dan pendapatan sekitar Rp 35 juta pada harga Rp 5.000 per kg, sehingga keuntungan bersih sekitar Rp 9,5 juta dalam satu musim tanam sekitar 100–110 hari. Keuntungan bisa jauh lebih besar bila hasil per hektar dinaikkan dan jagung dijual dalam kondisi kering sesuai standar pembeli.
Jagung adalah komoditas pangan dan pakan yang permintaannya selalu ada, terutama dari peternakan ayam dan pabrik pakan. Biayanya relatif lebih rendah dibanding sayuran, risikonya juga lebih kecil, tetapi keuntungannya sangat bergantung pada hasil per hektar dan harga saat panen. Analisa usaha membantu Anda menghitung modal, memperkirakan keuntungan, dan mengetahui batas aman hasil serta harga sebelum menanam.
Asumsi yang dipakai
| Uraian | Asumsi |
|---|---|
| Luas lahan | 1 hektar tegalan atau sawah setelah padi, lahan sewa |
| Benih | Jagung hibrida, sekitar 20 kg per hektar |
| Jarak tanam | Sekitar 70 × 20 cm, satu benih per lubang |
| Umur panen | Sekitar 100–110 hari |
| Hasil | Sekitar 7 ton pipilan kering |
| Harga jual di tingkat petani | Rp 5.000/kg pipilan kering (asumsi per November 2026) |
Sebagai acuan, harga pembelian pemerintah (HPP) jagung pipilan pada 2026 disebut sekitar Rp 5.500 per kg untuk kadar air sekitar 18–20% dan sekitar Rp 6.400 per kg untuk jagung kering di gudang, menurut pemberitaan Antara pada September 2026. Harga riil di tingkat petani bisa lebih rendah saat panen raya dan lebih tinggi saat pasokan berkurang.
Rincian biaya produksi per hektar
| No | Komponen biaya | Jumlah (Rp) |
|---|---|---|
| 1 | Sewa lahan satu musim | 4.000.000 |
| 2 | Benih jagung hibrida sekitar 20 kg | 2.000.000 |
| 3 | Pupuk kandang | 1.500.000 |
| 4 | Pupuk kimia (dasar dan susulan) | 4.500.000 |
| 5 | Pupuk organik lengkap dan pupuk daun | 1.000.000 |
| 6 | Pestisida dan herbisida | 2.000.000 |
| 7 | Olah lahan dengan traktor | 1.500.000 |
| 8 | Tenaga kerja (tanam, pupuk, siang, bumbun, semprot, panen) | 7.000.000 |
| 9 | Pemipilan dan pengeringan | 1.000.000 |
| 10 | Lain-lain (karung, transportasi) | 1.000.000 |
| Total biaya produksi | 25.500.000 |
Tenaga kerja dan pupuk adalah komponen terbesar. Di banyak daerah, petani mengerjakan sebagian pekerjaan sendiri atau bersama keluarga, sehingga biaya tunai yang dikeluarkan bisa lebih kecil dari angka di atas.
Perkiraan hasil dan pendapatan
| Uraian | Jumlah | Harga (Rp/kg) | Nilai (Rp) |
|---|---|---|---|
| Jagung pipilan kering | 7.000 kg | 5.000 | 35.000.000 |
| Total pendapatan | 35.000.000 |
Keuntungan dan kelayakan usaha
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Total pendapatan | Rp 35.000.000 |
| Total biaya | Rp 25.500.000 |
| Keuntungan bersih | Rp 9.500.000 |
| R/C ratio | 1,37 |
| Titik impas harga (biaya ÷ hasil) | sekitar Rp 3.640/kg |
| Titik impas produksi (biaya ÷ harga) | sekitar 5.100 kg |
R/C ratio 1,37 berarti setiap Rp 1 yang dikeluarkan menghasilkan pendapatan Rp 1,37. Titik impas harga menunjukkan bahwa dengan hasil 7 ton, usaha masih tidak rugi selama harga rata-rata di atas sekitar Rp 3.640 per kg. Titik impas produksi menunjukkan bahwa dengan harga Rp 5.000 per kg, Anda perlu memanen minimal sekitar 5,1 ton per hektar agar modal kembali.
Skenario bila hasil atau harga berubah
| Skenario | Hasil | Harga | Pendapatan | Keuntungan |
|---|---|---|---|---|
| Harga jatuh saat panen raya, hasil turun | 5,5 ton | Rp 4.500/kg | Rp 24,75 juta | Rugi sekitar Rp 0,75 juta |
| Asumsi dasar | 7 ton | Rp 5.000/kg | Rp 35 juta | Untung sekitar Rp 9,5 juta |
| Hasil naik dengan perawatan baik | 8 ton | Rp 5.000/kg | Rp 40 juta | Untung sekitar Rp 14,5 juta |
| Hasil naik dan dijual kering sesuai harga acuan | 8 ton | Rp 5.500/kg | Rp 44 juta | Untung sekitar Rp 18,5 juta |
Skenario ini menunjukkan bahwa kenaikan hasil satu ton per hektar dan selisih harga beberapa ratus rupiah per kilogram sangat menentukan keuntungan jagung. Karena biaya per hektar relatif tetap, setiap tambahan hasil hampir seluruhnya menjadi tambahan keuntungan.
Rincian kegiatan dan waktu kerja
| Waktu | Kegiatan utama |
|---|---|
| Minggu −2 sampai −1 | Olah lahan, buat saluran, beri pupuk kandang |
| Hari 0 | Rendam benih dengan Pupuk Kilat, tanam dengan pupuk dasar |
| 7 HST | Semprot Pupuk Kilat, sulam lubang yang tidak tumbuh |
| 15–30 HST | Pemupukan susulan pertama, penyiangan, semprot Pupuk Kilat 15–17 HST, pengamatan ulat grayak |
| 30–40 HST | Pembumbunan, pemupukan susulan kedua, semprot Pupuk Kilat 35–37 HST |
| 50–80 HST | Berbunga dan pengisian biji, jaga air cukup |
| 100–110 HST | Panen saat kelobot kering, jemur, pipil, keringkan |
Jadwal pemupukan jagung dengan Pupuk Kilat
| Waktu | Takaran & cara | Tujuan |
|---|---|---|
| 1–2 hari sebelum tanam | Rendam benih dengan 1 tutup botol per 2 liter air untuk 2 kg benih selama 6 jam, lalu tanam | Benih cepat tumbuh dan bibit lebih tahan penyakit |
| 7 HST | Semprot 7 tutup botol per tangki ke seluruh daun | Pertumbuhan akar dan daun |
| 15–17 HST | Semprot 7 tutup botol per tangki, minimal 2 hari setelah pemupukan pertama | Daun membuka sempurna, akar dan batang berkembang |
| 35–37 HST | Semprot 10 tutup botol per tangki, minimal 2 hari setelah pemupukan kedua | Memperbesar tongkol dan mengoptimalkan pengisian biji |
Pemakaian rutin dapat membantu mengurangi pupuk kimia secara bertahap. Jadwal lengkap ada di pupuk untuk jagung, dan gambaran tanaman pangan lain di panduan pupuk tanaman pangan.
Faktor yang paling menentukan keuntungan jagung
- Varietas. Varietas hibrida yang cocok dengan lahan bisa menaikkan hasil cukup besar. Pembahasannya ada di varietas jagung unggul.
- Populasi tanaman. Jarak tanam yang tepat dan daya tumbuh benih yang tinggi menentukan jumlah tongkol per hektar. Penjelasannya ada di jarak tanam jagung.
- Waktu tanam. Tanam di awal musim hujan agar tanaman cukup air saat berbunga dan mengisi biji.
- Pemupukan tepat waktu. Kekurangan hara di umur muda sulit dikejar di akhir.
- Pengendalian ulat grayak dan bulai sejak awal.
- Penanganan pascapanen. Jagung yang kering sesuai standar dihargai lebih tinggi dan tidak mudah berjamur.
Sumber modal dan arus kas
Biaya terbesar jagung dikeluarkan di bulan pertama, yaitu untuk sewa lahan, olah tanah, benih, pupuk dasar, dan tenaga tanam. Pendapatan baru diterima setelah panen sekitar tiga sampai empat bulan kemudian, sekaligus dalam satu waktu. Karena itu, siapkan modal kerja hingga panen, dan bila memungkinkan, jalin kerja sama dengan pembeli tetap seperti peternak atau pengepul agar harga lebih pasti. Petani yang punya tempat menjemur dan menyimpan bisa menunda penjualan sampai harga lebih baik, asalkan jagung benar-benar kering.
Risiko usaha jagung dan cara mengatasinya
| Risiko | Dampak | Cara mengurangi |
|---|---|---|
| Kekeringan saat berbunga | Tongkol tidak terisi penuh | Tanam di awal musim hujan, varietas tahan kering |
| Ulat grayak | Pucuk rusak, tanaman kerdil | Pengamatan sejak 7 HST, pengendalian saat ulat kecil |
| Penyakit bulai | Tanaman kerdil dan tidak bertongkol | Benih dengan perlakuan, tanam serempak, cabut tanaman sakit |
| Harga jatuh saat panen raya | Pendapatan turun | Keringkan dan simpan, jalin pembeli tetap |
| Jagung berjamur | Harga turun, ditolak pembeli | Keringkan hingga kadar air sesuai, simpan di tempat kering |
Jagung di sawah setelah padi dan di tegalan
Di sawah setelah panen padi, jagung biasanya ditanam pada musim kemarau dengan memanfaatkan sisa lengas tanah. Biaya olah tanah bisa lebih rendah karena tanah sudah gembur, tetapi tanaman berisiko kekurangan air saat berbunga bila hujan sudah berhenti. Siapkan pompa atau saluran air bila memungkinkan. Di tegalan, jagung umumnya ditanam di awal musim hujan, sehingga air lebih aman tetapi gulma dan ulat grayak lebih banyak, dan biaya penyiangan perlu diperhitungkan.
Menekan biaya tanpa menurunkan hasil
- Gunakan pupuk kandang, terutama kotoran ayam yang sudah matang, untuk mengurangi kebutuhan pupuk kimia.
- Berikan pupuk di dekat akar, bukan disebar di permukaan, agar tidak terbuang.
- Campur pupuk daun dengan pestisida dalam satu kali semprot untuk menghemat tenaga.
- Kerjakan bersama kelompok tani, misalnya sewa traktor dan pemipil bersama.
- Kurangi pupuk kimia secara bertahap sambil menambah bahan organik dan memantau hasil.
Tips agar budidaya jagung menguntungkan
- Hitung modal sebelum tanam dan siapkan cadangan hingga panen.
- Pilih varietas dan benih bermutu sesuai lahan.
- Atur populasi tanaman dengan jarak tanam yang tepat dan sulam secepatnya.
- Pupuk sesuai jadwal sejak perendaman benih.
- Kendalikan hama sejak awal. Gejalanya dibahas di hama dan penyakit jagung.
- Panen tepat waktu dan keringkan dengan baik. Ciri siap panen ada di umur panen jagung.
- Catat semua biaya dan hasil setiap musim sebagai bahan perbaikan.
Panduan menanam jagung dari awal ada di cara menanam jagung.
Angka dalam analisa ini adalah gambaran berdasarkan asumsi. Biaya, hasil, dan harga di setiap daerah dan musim bisa sangat berbeda. Hasil di lapangan dipengaruhi kondisi lahan, cuaca, varietas, dan cara budidaya.
Sumber acuan harga: Antara Jatim, 9 September 2026.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa modal budidaya jagung per hektar?
Dengan asumsi per November 2026, biaya produksi sekitar Rp 25,5 juta per hektar per musim, terbesar untuk tenaga kerja, pupuk, dan sewa lahan.
Berapa hasil jagung per hektar?
Dengan jagung hibrida dan perawatan baik, sekitar 7–8 ton pipilan kering per hektar, tergantung varietas, lahan, dan cuaca.
Berapa keuntungan menanam jagung per hektar?
Dengan hasil 7 ton dan harga Rp 5.000 per kg, keuntungan bersih sekitar Rp 9,5 juta per musim. Bila hasil 8 ton dan harga Rp 5.500 per kg, keuntungan bisa sekitar Rp 18,5 juta.
Berapa harga impas jagung?
Dengan biaya Rp 25,5 juta dan hasil 7 ton, titik impas harga sekitar Rp 3.640 per kg.
Bagaimana cara menaikkan keuntungan jagung?
Naikkan hasil per hektar dengan varietas yang tepat, populasi cukup, pemupukan tepat waktu, dan pengendalian hama sejak awal, lalu jual jagung dalam kondisi kering sesuai standar pembeli.
