Pupuk untuk jambu kristal dan jambu air yang tepat adalah pupuk lengkap yang diberikan rutin untuk menumbuhkan tunas baru, ditambah perangsang bunga dengan kocor dan labur batang, serta semprot buah saat pembesaran. Dengan Pupuk Kilat, pohon disemprot 7 tutup botol per tangki minimal dua kali sebulan, dikocor 2 tutup botol per 2 liter air per pohon menjelang berbunga, dan buahnya disemprot 10 tutup botol per tangki saat membesar.
Jambu kristal (jambu biji tanpa biji atau berbiji sedikit) dan jambu air sama-sama populer sebagai tanaman pekarangan maupun kebun. Jambu kristal bisa berbuah hampir sepanjang tahun bila dipangkas dan dipupuk teratur, sedangkan jambu air umumnya berbunga lebat di musim kemarau. Panduan ini membahas kebutuhan hara keduanya, jadwal pemupukan, cara merangsang bunga, pemangkasan, dan cara mencegah buah rontok.
Perbedaan jambu kristal dan jambu air
| Ciri | Jambu kristal | Jambu air |
|---|---|---|
| Kelompok | Jambu biji | Jambu air (kerabat jambu bol) |
| Pola berbuah | Bisa sepanjang tahun, mengikuti tunas baru setelah pangkas | Umumnya musiman, berbunga lebat setelah kemarau |
| Kunci berbuah | Pemangkasan rutin dan pupuk setelah pangkas | Perangsang bunga, cukup air saat pembesaran buah |
| Masalah utama | Lalat buah, buah kecil bila terlalu banyak | Bunga dan buah muda rontok, lalat buah |
| Perlakuan buah | Dibungkus sejak kecil | Dibungkus atau dijarangkan |
Kebutuhan hara jambu di setiap fase
| Fase | Kebutuhan utama | Tujuan |
|---|---|---|
| Pohon muda (belum berbuah) | Nitrogen, fosfor, unsur mikro | Tajuk dan akar terbentuk kuat |
| Setelah pangkas / setelah panen | Hara lengkap, hormon pertumbuhan | Tunas baru tumbuh serempak |
| Menjelang berbunga | Fosfor, kalium, boron | Bunga banyak dan sehat |
| Pentil hingga pembesaran buah | Kalium, kalsium, unsur mikro | Buah besar, manis, renyah, tidak mudah rontok |
Jadwal Pupuk Kilat untuk jambu kristal dan jambu air
Jambu termasuk tanaman buah berbatang keras. Takaran memakai tutup botol (1 tutup = 10 ml) dan tangki semprot 14–16 liter. Kocok botol sebelum dipakai, semprot pagi (06.00–09.00) atau sore (16.00–18.00).
| Fase | Takaran & cara | Tujuan |
|---|---|---|
| Perawatan rutin / setelah pangkas | Semprot 7 tutup botol per tangki ke seluruh daun dan tunas, minimal 2 kali per bulan | Tunas baru sehat, daun lebat |
| Perangsang bunga (semprot) | Semprot 10 tutup botol per tangki ke seluruh daun, setiap 5 hari sebanyak 3 kali | Merangsang pembungaan |
| Perangsang bunga (kocor) | Kocor 2 tutup botol per 2 liter air di bawah ujung tajuk, 2 liter per pohon, setiap 5 hari sebanyak 2–3 kali | Merangsang pembungaan |
| Perangsang bunga (labur batang) | Laburkan 2 tutup botol per 1 gelas air mineral merata pada batang, setiap 5 hari sebanyak 2–3 kali | Merangsang pembungaan |
| Pembesaran buah | Semprot buah 10 tutup botol per tangki; bila sulit dijangkau, kocor 2 tutup botol per 2 liter air per pohon | Memperbesar buah, mengurangi rontok |
Untuk jambu dalam pot (tabulampot), gunakan takaran per liter: semprot 5–7 ml per liter air setiap 7–10 hari di bulan pertama setelah pangkas, lalu setiap 15–20 hari, dan kocor 1 tutup botol per liter air sekitar dua gelas per pot. Takaran per liter untuk berbagai tanaman ada di takaran Pupuk Kilat per liter air.
Jenis jambu yang banyak ditanam
| Jenis | Ciri | Catatan perawatan |
|---|---|---|
| Jambu kristal | Daging putih renyah, biji sangat sedikit | Butuh pangkas rutin dan bungkus buah |
| Jambu biji merah | Daging merah, berbiji, rasa manis segar | Lebih tahan kondisi kurang terawat, buah untuk jus |
| Jambu air merah (citra dan sejenisnya) | Kulit merah mengilap, renyah, manis | Perangsang bunga di musim kemarau, cukup air saat pentil |
| Jambu air hijau atau putih | Kulit hijau muda atau putih, rasa segar | Perawatan sama dengan jambu air merah |
| Jambu air jamaika (jambu bol) | Buah besar, merah tua | Pohon lebih tinggi, butuh ruang lebar |
Pilih bibit hasil cangkok atau okulasi dari pohon induk yang jelas varietasnya, agar pohon cepat berbuah dan sifat buahnya sama dengan induknya.
Cara aplikasi yang benar
Kocor. Buat parit dangkal melingkar di bawah ujung tajuk, tempat akar penyerap banyak berada. Tuang larutan, lalu tutup kembali dengan tanah. Jangan mengocor menempel di pangkal batang.
Labur batang. Bersihkan batang dari lumut dan kotoran, lalu oleskan larutan dengan kuas merata pada batang utama setinggi sekitar satu meter dari tanah.
Semprot. Arahkan semprotan ke permukaan bawah dan atas daun hingga basah merata. Saat pembesaran buah, arahkan juga ke buah sebelum dibungkus.
Campur pestisida. Pupuk Kilat dapat dicampur pestisida dengan takaran 7 tutup botol per tangki. Larutkan pupuk lebih dulu, baru tambahkan pestisida.
Pemangkasan jambu kristal agar terus berbuah
Jambu kristal berbunga di tunas baru. Karena itu, pemangkasan adalah cara utama untuk mengatur kapan dan berapa banyak pohon berbuah.
- Pangkas ujung ranting yang sudah selesai berbuah, sisakan dua sampai tiga ruas dari cabang.
- Buang tunas air yang tumbuh tegak lurus ke atas dan ranting yang tumbuh ke dalam tajuk.
- Bentuk tajuk melebar dan rendah, sehingga buah mudah dibungkus dan dipanen.
- Semprot pupuk 5–7 hari setelah pangkas, saat mata tunas mulai bengkak.
- Pangkas bergiliran per cabang bila ingin panen terus-menerus, tidak semua cabang sekaligus.
Tunas baru biasanya mengeluarkan bunga dalam beberapa minggu setelah pangkas, lalu buah siap panen sekitar tiga sampai empat bulan setelah bunga mekar.
Merangsang jambu air berbunga
Jambu air umumnya berbunga lebat setelah mengalami masa kering. Untuk membantu pembungaan:
- Kurangi penyiraman beberapa minggu menjelang musim berbunga, tanpa membuat pohon layu.
- Hentikan pupuk nitrogen tinggi, karena merangsang daun, bukan bunga.
- Mulai perangsang bunga dengan semprot, kocor, dan labur batang sesuai jadwal di atas.
- Kembalikan penyiraman normal setelah kuncup bunga muncul agar bunga dan pentil tidak rontok.
Mencegah bunga dan buah jambu rontok
| Penyebab | Penjelasan | Solusi |
|---|---|---|
| Kekurangan air saat pentil | Pohon menggugurkan sebagian buah | Siram teratur sejak bunga mekar |
| Hujan lebat saat berbunga | Penyerbukan gagal | Lanjutkan pemupukan rutin setelah hujan reda |
| Kekurangan boron dan kalsium | Bunga dan pentil lemah | Pemupukan lengkap dengan unsur mikro |
| Buah terlalu banyak | Pohon tidak mampu membesarkan semua | Jarangkan buah, sisakan buah terbaik |
| Lalat buah dan hama penggerek | Buah busuk dan jatuh | Bungkus buah, pasang perangkap |
Membungkus dan menjarangkan buah
- Jarangkan buah pada tandan atau ranting yang terlalu padat. Untuk jambu kristal, sisakan satu buah terbaik per tangkai. Untuk jambu air, sisakan beberapa buah per tandan.
- Bungkus buah saat sebesar kelereng hingga bola pingpong, memakai plastik bening berlubang kecil atau kantong khusus buah.
- Semprot buah dengan pupuk sebelum dibungkus.
- Catat tanggal bungkus untuk memperkirakan waktu panen.
Hama dan penyakit jambu
- Lalat buah: buah berlubang kecil lalu busuk. Bungkus buah dan pasang perangkap lalat buah.
- Kutu putih: menempel di buah dan tangkai, membuat buah kotor. Bersihkan dan semprot pengendali yang sesuai.
- Ulat dan penggerek batang: daun berlubang atau ranting layu. Potong bagian yang terserang.
- Antraknosa dan bercak daun: muncul saat lembap. Pangkas agar tajuk terbuka dan buang daun sakit.
Pemupukan jambu muda
Jambu hasil cangkok atau okulasi biasanya mulai berbuah dalam satu sampai dua tahun. Selama masa ini:
- Semprot 7 tutup botol per tangki minimal dua kali sebulan untuk membentuk tajuk.
- Kocor 2 tutup botol per 2 liter air per pohon setiap bulan.
- Tambahkan pupuk kandang di bawah tajuk setiap awal musim hujan.
- Buang bunga pertama pada pohon yang masih sangat kecil agar tenaga dipakai untuk membentuk tajuk.
Jambu dalam pot (tabulampot)
Jambu kristal dan jambu air termasuk tanaman yang paling mudah berbuah dalam pot. Gunakan pot atau drum berdiameter minimal 50 cm, media campuran tanah, kompos, dan sekam bakar, serta letakkan di tempat terkena matahari penuh. Pangkas teratur agar tajuk tetap pendek, dan ganti sebagian media setiap tahun.
Panen jambu pada saat yang tepat
Jambu kristal dipanen saat kulit buah mulai berubah dari hijau tua menjadi hijau muda kekuningan dan buah terasa padat, biasanya sekitar tiga sampai empat bulan setelah bunga mekar. Jambu air dipanen saat warnanya sudah penuh sesuai varietas dan buah terasa renyah. Petik pagi hari, potong tangkainya dengan gunting, dan letakkan di wadah beralas agar kulit tidak memar.
Kesalahan dalam memupuk jambu
- Hanya memupuk saat pohon sedang berbuah, padahal tunas dan bunga dibentuk lebih awal.
- Memberi pupuk nitrogen tinggi menjelang berbunga.
- Tidak pernah memangkas jambu kristal, sehingga tunas baru sedikit.
- Membiarkan buah terlalu banyak sehingga semuanya kecil.
- Mengocor menempel di pangkal batang.
Gambaran pemupukan tanaman buah lain ada di panduan pupuk tanaman buah, dan cara merangsang pohon buah berbunga di cara merangsang pohon buah berbunga.
Hasil di lapangan dipengaruhi kondisi lahan, cuaca, varietas, dan cara budidaya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Pupuk apa yang bagus untuk jambu kristal agar berbuah lebat?
Pupuk lengkap yang diberikan rutin setelah pangkas, ditambah perangsang bunga. Pupuk Kilat disemprot 7 tutup botol per tangki minimal dua kali sebulan dan buahnya disemprot 10 tutup botol per tangki saat membesar.
Bagaimana cara merangsang jambu air berbunga?
Kurangi penyiraman menjelang musim berbunga, hentikan pupuk nitrogen tinggi, lalu kocor 2 tutup botol per 2 liter air per pohon dan labur batang 2 tutup botol per gelas air setiap 5 hari sebanyak 2–3 kali.
Kenapa buah jambu banyak yang rontok?
Bisa karena kekurangan air saat pentil, hujan lebat saat berbunga, kekurangan boron dan kalsium, buah terlalu banyak, atau serangan lalat buah.
Kapan jambu kristal dipangkas?
Setelah ranting selesai berbuah. Potong ujung ranting dengan menyisakan dua sampai tiga ruas, lalu semprot pupuk 5–7 hari kemudian.
Berapa takaran Pupuk Kilat untuk jambu dalam pot?
Semprot 5–7 ml per liter air setiap 7–10 hari di bulan pertama setelah pangkas, lalu setiap 15–20 hari, dan kocor 1 tutup botol per liter air sekitar dua gelas per pot.
