Pupuk untuk apel di Indonesia diberikan mengikuti siklus perompesan (perontokan daun) karena apel di daerah tropis tidak mengalami musim dingin. Setelah panen, pohon diistirahatkan dan dipupuk, lalu daunnya dirompes agar tunas dan bunga muncul serempak. Setelah itu, tanaman membutuhkan hara lengkap untuk tunas, bunga, dan pembentukan buah, lalu kalium dan kalsium untuk pembesaran buah. Dengan Pupuk Kilat, kebun apel disemprot dan dikocor pada setiap fase tersebut.
Apel banyak dibudidayakan di dataran tinggi Jawa Timur, seperti Batu, Poncokusumo di Malang, dan Nongkojajar di Pasuruan. Karena siklusnya diatur oleh petani, apel bisa dipanen dua kali dalam setahun. Panduan ini membahas siklus budidaya apel di daerah tropis, kebutuhan hara di setiap fase, jadwal pemupukan, dan tips merawat kebun apel.
Siklus budidaya apel di daerah tropis
Di negara bermusim empat, apel menggugurkan daun di musim gugur, beristirahat di musim dingin, lalu bertunas dan berbunga di musim semi. Di Indonesia, petani meniru siklus ini secara buatan:
- Panen. Buah dipetik saat matang.
- Istirahat dan pemulihan (sekitar beberapa minggu). Pohon dipupuk dan dirawat agar cadangan makanan pulih.
- Perompesan. Daun dirontokkan secara manual atau dengan bahan perompes, sehingga tunas tidur terangsang tumbuh.
- Pelengkungan dan pemangkasan cabang. Cabang dilengkungkan agar tunas tumbuh merata di sepanjang cabang.
- Pertunasan dan pembungaan. Beberapa minggu setelah rompes, tunas dan bunga muncul bersamaan.
- Pembentukan dan pembesaran buah. Bunga yang terserbuki menjadi buah, lalu membesar selama beberapa bulan.
- Panen berikutnya. Siklus dimulai kembali.
Dengan siklus ini, satu pohon bisa dipanen sekitar dua kali dalam setahun, tergantung varietas dan cara pengaturan petani.
Kebutuhan hara apel di setiap fase
| Fase | Kebutuhan utama | Tujuan |
|---|---|---|
| Setelah panen (pemulihan) | Nitrogen, fosfor, bahan organik | Memulihkan cadangan makanan dan akar |
| Setelah rompes (tunas dan bunga) | Hara lengkap, unsur mikro, hormon pertumbuhan | Tunas serempak dan bunga sehat |
| Pembentukan buah | Kalsium, boron, kalium | Buah jadi lebih banyak, tidak mudah gugur |
| Pembesaran buah | Kalium dan hara lengkap | Buah besar, renyah, dan manis |
Pupuk Kilat mengandung C-Organik 15,51%, unsur makro dan mikro, hormon auksin, giberelin, kinetin, dan zeatin, serta 17 asam amino, sehingga bisa dipakai pada semua fase tersebut.
Jadwal Pupuk Kilat untuk apel
Takaran memakai tutup botol (1 tutup = 10 ml) dan tangki semprot 14–16 liter. Kocok botol sebelum dipakai. Jadwal ini mengikuti kelompok tanaman buah berbatang keras.
| Fase | Takaran & cara | Tujuan |
|---|---|---|
| Setelah panen (pemulihan) | Kocor 2 tutup botol per 2 liter air per pohon di bawah ujung tajuk, dan semprot 7 tutup botol per tangki ke daun | Pemulihan pohon sebelum rompes |
| Setelah rompes (tunas muncul) | Semprot 7 tutup botol per tangki ke cabang dan tunas setiap 7 hari sebanyak 3 kali | Tunas serempak dan sehat |
| Bunga muncul | Kocor 2 tutup botol per 2 liter air per pohon setiap 5 hari sebanyak 2–3 kali; hindari menyemprot saat bunga mekar penuh | Pembungaan dan pembentukan buah |
| Pembesaran buah | Semprot 10 tutup botol per tangki ke daun dan buah setiap 15–20 hari | Memperbesar buah dan meningkatkan mutu |
| Perawatan rutin | Semprot 7 tutup botol per tangki minimal 2 kali per bulan | Daun sehat dan tahan penyakit |
Pola ini sejalan dengan tanaman buah lain seperti durian dan kelengkeng yang dibahas di pupuk untuk durian dan kelengkeng. Takaran per liter air untuk semprotan skala kecil ada di takaran Pupuk Kilat per liter air.
Cara aplikasi yang benar
Kocor. Buat parit dangkal melingkar di bawah ujung tajuk, tempat akar penyerap banyak berada. Tuang larutan, lalu tutup kembali dengan tanah. Jangan mengocor menempel di pangkal batang.
Semprot. Arahkan semprotan ke seluruh bagian cabang, tunas, daun, dan buah. Semprot pagi atau sore hari, dan hindari saat bunga mekar penuh agar penyerbukan tidak terganggu.
Pada kebun apel dengan jarak tanam rapat, semprot dari dua sisi barisan agar seluruh bagian tajuk terkena larutan secara merata.
Pupuk dasar. Pupuk kandang atau kompos diberikan setelah panen di parit melingkar, ditambah pupuk dasar kimia sesuai anjuran setempat. Pemakaian Pupuk Kilat secara rutin dapat membantu mengurangi pupuk kimia secara bertahap.
Tips merawat kebun apel
- Beri waktu istirahat yang cukup setelah panen sebelum merompes, agar pohon tidak kelelahan.
- Rompes saat pohon sehat dan cadangan makanan cukup, ditandai daun hijau tua dan cabang matang.
- Lengkungkan cabang dengan tali agar tunas tumbuh merata, bukan hanya di ujung cabang.
- Pangkas cabang yang sakit, kering, dan bersilang agar tajuk terbuka dan cahaya masuk.
- Jarangkan buah dengan menyisakan satu sampai dua buah per tandan agar ukuran buah seragam dan besar.
- Kendalikan hama dan penyakit seperti kutu, tungau, ulat, embun tepung, dan bercak daun, terutama saat musim hujan.
- Jaga kebersihan kebun dari daun dan buah yang gugur.
Hama dan penyakit apel yang perlu diwaspadai
| Masalah | Gejala | Penanganan |
|---|---|---|
| Embun tepung | Lapisan putih seperti tepung di daun dan tunas muda | Pangkas bagian terserang, fungisida sesuai anjuran |
| Bercak daun | Bercak cokelat di daun, daun rontok sebelum waktunya | Sanitasi kebun, jaga sirkulasi udara |
| Kutu daun dan kutu sisik | Tunas keriting, ada koloni kutu atau sisik di cabang | Pantau rutin, kendalikan saat populasi meningkat |
| Tungau | Daun berbintik pucat dan kusam | Jaga kelembapan, kendalikan bila serangan berat |
| Ulat daun dan ulat buah | Daun dan buah berlubang | Petik dan musnahkan, pasang pembungkus buah |
| Busuk buah | Buah busuk berwarna cokelat, terutama musim hujan | Buang buah busuk, panen tepat waktu |
Pohon apel yang dipupuk berimbang dan dipangkas dengan baik biasanya lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit, dan lebih cepat pulih setelah terserang.
Kalender kerja kebun apel dalam satu siklus
- Minggu 0: panen buah, bersihkan kebun dari buah busuk dan daun gugur.
- Minggu 1–4: masa istirahat, berikan pupuk kandang dan pupuk dasar, kocor dan semprot Pupuk Kilat untuk pemulihan, kendalikan hama dan penyakit daun.
- Minggu 5: perompesan daun, pelengkungan cabang, dan pemangkasan.
- Minggu 6–8: tunas dan bunga muncul, semprot Pupuk Kilat setiap 7 hari sebanyak 3 kali, kocor saat bunga muncul.
- Minggu 9–10: pembentukan buah, penjarangan buah, kendalikan hama bunga dan buah muda.
- Minggu 11 hingga panen: pembesaran buah, semprot 10 tutup botol per tangki setiap 15–20 hari, bungkus buah bila perlu.
Lama setiap tahap berbeda menurut varietas dan ketinggian kebun, sehingga kalender ini perlu disesuaikan dengan pengalaman di kebun sendiri.
Varietas apel yang banyak ditanam
- Manalagi: buah manis, aroma harum, rasa kurang asam. Banyak ditanam di Batu dan sekitarnya.
- Rome Beauty: kulit merah, rasa segar manis-asam, cocok untuk buah meja dan olahan.
- Anna: kulit merah kekuningan, rasa segar, berbuah relatif cepat.
- Wanglin: dikenal di beberapa kebun dataran tinggi dengan rasa manis.
Setiap varietas memiliki kebiasaan berbunga dan umur buah yang sedikit berbeda, sehingga jadwal rompes dan pemupukan perlu disesuaikan.
Menjarangkan buah apel
Penjarangan buah sangat menentukan ukuran dan mutu apel. Satu tandan bunga apel bisa menghasilkan beberapa buah, tetapi bila semuanya dibiarkan, buah akan kecil dan pohon kelelahan. Lakukan penjarangan saat buah sebesar kelereng, sisakan satu sampai dua buah terbaik per tandan, dan buang buah yang cacat, terlalu kecil, atau terserang hama. Pada cabang yang buahnya sangat lebat, kurangi jumlah tandan agar cabang tidak patah. Setelah penjarangan, semprot Pupuk Kilat 10 tutup botol per tangki agar buah yang tersisa membesar dengan baik.
Menjaga kesuburan tanah kebun apel
Kebun apel yang sudah berumur puluhan tahun sering mengalami penurunan kesuburan tanah karena terus diolah dan dipupuk kimia. Tanah menjadi keras, cepat kering, dan kurang responsif terhadap pupuk. Tambahkan pupuk kandang atau kompos setiap selesai panen, gunakan mulsa dari sisa pangkasan yang sudah dicacah, dan kurangi pengolahan tanah yang berlebihan. Pemakaian pupuk organik lengkap secara rutin membantu tanaman menyerap pupuk dasar lebih efisien.
Membaca gejala kekurangan hara pada apel
| Unsur | Gejala | Dampak pada buah |
|---|---|---|
| Nitrogen (N) | Daun pucat kekuningan, tunas pendek | Buah sedikit dan kecil |
| Kalium (K) | Tepi daun tua cokelat seperti terbakar | Buah kurang manis dan warna kurang menarik |
| Kalsium (Ca) | Pucuk muda mudah rusak | Bintik cokelat cekung di bawah kulit (bitter pit), buah cepat lunak saat disimpan |
| Magnesium (Mg) | Kuning di antara tulang daun tua, daun tua cepat gugur | Pengisian buah terganggu |
| Boron (B) | Pucuk mati, bunga kurang berkembang | Buah retak, berbentuk tidak normal, atau bergabus |
| Seng (Zn) | Daun kecil, sempit, bergerombol di ujung ranting | Tunas dan bunga lemah |
| Besi (Fe) | Daun muda kuning, tulang daun hijau | Pertumbuhan tunas baru lambat |
Kekurangan kalsium dan boron paling sering membuat buah apel turun mutunya. Keduanya diangkut terbatas di dalam tanaman, sehingga pemberian lewat daun pada fase pembesaran buah sering membantu. Hindari pemupukan nitrogen berlebihan menjelang panen, karena buah menjadi lebih lunak dan cepat rusak saat disimpan.
Kesalahan dalam memupuk apel
- Merompes pohon yang belum pulih, sehingga tunas dan bunga lemah.
- Memberi nitrogen berlebihan saat pembesaran buah, membuat buah kurang manis dan tunas air tumbuh liar.
- Menyemprot keras saat bunga mekar, sehingga penyerbukan terganggu.
- Tidak menjarangkan buah, sehingga buah kecil-kecil.
- Mengabaikan bahan organik, padahal tanah kebun apel yang terus diolah membutuhkan tambahan bahan organik.
Kebun apel di Jawa Timur
Petani apel di kawasan Batu, Poncokusumo, dan Nongkojajar menghadapi tantangan biaya perawatan yang tinggi dan tanah yang mulai lelah setelah puluhan tahun ditanami apel. Penambahan bahan organik dan pemupukan berimbang menjadi kunci untuk menjaga produktivitas. Informasi pengiriman Pupuk Kilat ke daerah tersebut ada di Pupuk Kilat Malang dan Pupuk Kilat Pasuruan. Gambaran pemupukan tanaman buah lain ada di panduan pupuk tanaman buah.
Hasil di lapangan dipengaruhi kondisi lahan, cuaca, varietas, dan cara budidaya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Kapan apel dipupuk?
Setelah panen untuk pemulihan, setelah rompes saat tunas muncul, saat bunga muncul, dan selama pembesaran buah.
Bagaimana jadwal Pupuk Kilat untuk apel setelah rompes?
Semprot 7 tutup botol per tangki ke cabang dan tunas setiap 7 hari sebanyak 3 kali, lalu kocor 2 tutup botol per 2 liter air per pohon setiap 5 hari 2–3 kali saat bunga muncul.
Apa itu rompes pada apel?
Perontokan daun setelah masa istirahat untuk merangsang tunas dan bunga muncul serempak, meniru siklus musim dingin di daerah tropis.
Berapa kali apel bisa dipanen dalam setahun?
Dengan pengaturan rompes, apel di Indonesia bisa dipanen sekitar dua kali dalam setahun, tergantung varietas dan cara budidaya.
Apakah Pupuk Kilat bisa dicampur pestisida untuk apel?
Bisa, dengan takaran 7 tutup botol per tangki. Larutkan pupuk lebih dulu, baru tambahkan pestisida.
