Pupuk untuk kakao yang diberikan tepat waktu membantu tanaman menyediakan cukup hara untuk bunga dan buah muda, sehingga pentil yang layu dan gugur bisa dikurangi. Pentil layu pada kakao disebabkan oleh perebutan hara dan karbohidrat di dalam tanaman, ditambah serangan hama seperti kepik pengisap buah dan penyakit busuk buah. Karena itu, mengurangi pentil layu membutuhkan kombinasi pemupukan berimbang, pemangkasan, pengaturan naungan, dan pengendalian hama-penyakit.
Kakao atau cokelat banyak ditanam petani di Sulawesi, Sumatera, Jawa, hingga Nusa Tenggara. Panduan ini membahas penyebab pentil layu, kebutuhan hara kakao, jadwal pemupukan dengan Pupuk Kilat, serta perawatan kebun agar lebih banyak buah yang jadi dan dipanen.
Mengenal pentil layu pada kakao
Pentil adalah buah kakao yang masih sangat muda, biasanya berukuran kurang dari sekitar 10 cm. Pentil layu ditandai dengan buah muda yang menguning, lalu menghitam, mengering, dan tetap menempel di batang atau cabang. Dalam jumlah tertentu, pentil layu sebenarnya wajar: tanaman kakao memang membentuk lebih banyak pentil daripada yang mampu dibesarkannya, lalu secara alami menggugurkan sebagian.
Masalahnya muncul bila pentil yang layu terlalu banyak, sehingga buah yang tersisa sedikit dan hasil panen rendah. Ada dua kelompok penyebab utama:
1. Penyebab fisiologis (hara dan karbohidrat)
Buah muda bersaing mendapatkan hara dan hasil fotosintesis dengan tunas baru, daun muda, dan buah yang lebih tua. Bila tanaman kekurangan hara, daunnya sedikit, terlalu banyak tunas air, atau naungan terlalu gelap, pasokan untuk pentil tidak cukup sehingga sebagian layu. Cuaca kering yang panjang juga memperparah kondisi ini.
2. Penyebab hama dan penyakit
- Kepik pengisap buah (Helopeltis). Menusuk buah muda dan meninggalkan bercak hitam; pentil yang terserang berat menjadi layu dan kering.
- Penggerek buah kakao (PBK). Larvanya merusak bagian dalam buah sehingga biji saling melekat dan sulit dikeluarkan; buah bisa matang tidak normal.
- Busuk buah. Disebabkan jamur, berkembang pesat di musim hujan dan kebun yang lembap; buah menghitam dan busuk.
| Ciri | Pentil layu fisiologis | Akibat hama/penyakit |
|---|---|---|
| Warna | Menguning lalu hitam merata | Bercak hitam, busuk, atau lubang |
| Waktu | Saat banyak tunas baru atau kemarau | Saat populasi hama tinggi atau musim hujan |
| Penanganan utama | Pemupukan, pemangkasan, naungan | Sanitasi, panen sering, pengendalian hama |
Kebutuhan hara tanaman kakao
Kakao membutuhkan hara makro seperti nitrogen untuk daun dan tunas, fosfor untuk akar dan pembungaan, serta kalium untuk pengisian buah dan mutu biji. Unsur sekunder dan mikro seperti kalsium, magnesium, boron, dan seng juga berperan pada pembentukan bunga, penyerbukan, dan perkembangan buah muda. Kekurangan salah satu unsur bisa memicu bunga gugur dan pentil layu.
Selain hara, tanaman kakao membutuhkan bahan organik yang cukup di sekitar perakaran. Daun kakao dan daun pohon pelindung yang gugur sebaiknya dibiarkan atau dikumpulkan di sekitar tanaman sebagai mulsa, karena lama-kelamaan akan menjadi humus.
Jadwal pupuk untuk kakao dengan Pupuk Kilat
Pupuk Kilat adalah pupuk organik lengkap plus hormon dan 17 asam amino yang dipakai untuk kakao dari bibit hingga tanaman menghasilkan. Takaran memakai tutup botol (1 tutup = 10 ml) dan tangki semprot 14–16 liter. Kocok botol sebelum dipakai.
| Waktu | Takaran & cara | Tujuan |
|---|---|---|
| 1 hari sebelum tanam | Semprot 7 tutup botol per tangki ke seluruh daun bibit hingga basah merata, semprot juga lubang tanam, diamkan 1 hari lalu tanam | Bibit cepat beradaptasi dan lebih tahan penyakit |
| 15 HST | Semprot 7 tutup botol per tangki ke daun, batang, dan akar; ulangi setiap 15 hari hingga tanaman berumur 3 bulan | Pertumbuhan awal dan penyerapan pupuk |
| Sebelum panen | Kocor 2 tutup botol per 2 liter air per tanaman, semprot 10 tutup botol per tangki; ulangi setiap 7 hari sebanyak 2–3 kali | Pengisian buah, mutu dan jumlah buah |
| Sesudah panen | Kocor 2 tutup botol per 2 liter air per tanaman, semprot 10 tutup botol per tangki; ulangi setiap 7 hari sebanyak 3 kali | Merangsang pembungaan dan tunas baru |
Pada kakao yang berbuah hampir sepanjang tahun, rangkaian “sesudah panen” dan “sebelum panen” bisa dilakukan bergantian mengikuti siklus panen di kebun. Pupuk dasar tetap diberikan sesuai anjuran setempat, dan pemakaian Pupuk Kilat secara rutin dapat membantu mengurangi pupuk kimia secara bertahap. Takaran per liter air untuk penyemprotan skala kecil ada di takaran Pupuk Kilat per liter air, dan jadwal kakao bersama kopi dibahas di pupuk untuk kopi dan kakao.
Tanda kebun kakao kekurangan hara
Selain pentil layu, kekurangan hara pada kakao terlihat dari daun muda yang pucat atau menguning, daun berukuran kecil, tepi daun mengering, tajuk tipis, dan pembungaan yang sedikit. Tanaman yang lemah juga lebih mudah terserang hama dan penyakit. Bila tanda-tanda ini muncul bersamaan dengan banyaknya pentil layu, perbaikan pemupukan dan bahan organik menjadi prioritas sebelum menambah pengendalian hama.
Cara mengurangi pentil layu
- Pupuk berimbang dan teratur. Jangan hanya memupuk saat tanaman berbuah lebat. Pemupukan setelah panen membantu tanaman memulihkan cadangan hara sebelum pembungaan berikutnya.
- Pangkas tunas air secara rutin. Tunas air yang tumbuh dari batang dan cabang menyedot banyak hara. Buang setiap dua sampai empat minggu.
- Pangkas pemeliharaan. Buang cabang yang sakit, bersilang, dan terlalu rimbun agar cahaya masuk ke tajuk dan sirkulasi udara lancar. Tinggi tanaman sebaiknya dijaga agar mudah dirawat dan dipanen.
- Atur naungan. Kakao membutuhkan naungan, tetapi naungan yang terlalu gelap membuat bunga dan buah sedikit. Pangkas pohon pelindung bila tajuknya terlalu rapat.
- Panen sering. Panen buah matang secara rutin, misalnya setiap minggu, untuk memutus siklus hama penggerek dan mengurangi sumber penyakit.
- Sanitasi kebun. Kumpulkan kulit buah dan buah busuk, lalu benam di dalam tanah atau jadikan kompos dengan benar. Jangan dibiarkan menumpuk di bawah pohon.
- Kendalikan kepik pengisap. Pantau pentil dan buah muda; bila bercak hitam mulai banyak, lakukan pengendalian. Semut hitam yang bersarang di kebun kakao juga dikenal membantu menekan kepik pengisap.
- Jaga kelembapan tanah di musim kemarau dengan mulsa daun dan, bila memungkinkan, penyiraman pada kebun muda.
Kalender perawatan kebun kakao
Kakao di Indonesia umumnya memiliki panen raya dan panen sela dalam setahun, tergantung pola hujan setempat. Kalender berikut membantu mengatur pekerjaan agar pemupukan dan perawatan tidak terlambat:
| Waktu | Kegiatan utama |
|---|---|
| Awal musim hujan | Pemupukan dasar, rangkaian semprot dan kocor Pupuk Kilat sesudah panen, pemangkasan pemeliharaan |
| Puncak musim hujan | Sanitasi buah busuk, panen sering, pangkas tunas air, pantau busuk buah |
| Masa pembungaan dan pentil | Pantau kepik pengisap, jaga kelembapan tanah, hindari pemangkasan berat |
| Menjelang panen | Rangkaian semprot dan kocor Pupuk Kilat sebelum panen, pengendalian penggerek buah |
| Musim kemarau | Mulsa daun di sekitar pohon, penyiraman tanaman muda bila memungkinkan |
Sesuaikan kalender ini dengan pengalaman panen di kebun Anda sendiri, karena pola panen kakao di setiap daerah bisa berbeda.
Penyerbukan bunga kakao
Bunga kakao berukuran kecil dan diserbuki terutama oleh serangga kecil yang berkembang biak di serasah daun dan bahan organik yang lembap. Kebun yang terlalu bersih dari serasah atau terlalu sering disemprot insektisida berspektrum luas biasanya memiliki sedikit serangga penyerbuk, sehingga banyak bunga gugur tanpa menjadi pentil. Membiarkan lapisan serasah di bawah tajuk dan menyisakan potongan kulit buah yang sudah dibenam dengan benar dapat membantu menjaga populasi serangga penyerbuk.
Merawat kakao sesuai umur
Tanaman belum menghasilkan (TBM). Fokus pada pembentukan batang utama dan cabang yang kokoh. Pangkas bentuk agar tanaman memiliki tiga sampai empat cabang utama yang seimbang. Semprot Pupuk Kilat setiap 15 hari sesuai jadwal hingga tanaman berumur 3 bulan, lalu lanjutkan pemupukan rutin sesuai anjuran setempat.
Tanaman menghasilkan (TM). Fokus pada keseimbangan antara daun, bunga, dan buah. Lakukan pemupukan setelah panen, pemangkasan tunas air, dan panen sering. Pada musim hujan, perketat sanitasi untuk mencegah busuk buah.
Tanaman tua. Kebun kakao yang sudah tua dan hasilnya terus menurun bisa diremajakan, misalnya dengan sambung samping menggunakan entres dari klon unggul. Setelah penyambungan, tunas baru membutuhkan nutrisi yang cukup agar cepat tumbuh dan berbuah.
Mencampur pupuk dengan pestisida
Untuk menghemat tenaga, Pupuk Kilat dapat dicampur dengan pestisida dengan takaran 7 tutup botol per tangki. Larutkan Pupuk Kilat lebih dulu di dalam air, aduk rata, baru tambahkan pestisida sesuai dosis label. Lakukan uji campur di wadah kecil bila baru pertama kali memakai pestisida tertentu, dan semprot segera setelah dicampur. Cara ini cocok saat penyemprotan kepik pengisap atau busuk buah bertepatan dengan jadwal pemupukan.
Kesalahan dalam memupuk kakao
- Hanya memupuk saat buah lebat, padahal tanaman perlu cadangan hara sebelum berbunga.
- Menabur pupuk menempel di batang, padahal akar penyerap ada di sekitar tajuk.
- Memupuk saat tanah kering sehingga pupuk sulit larut dan diserap.
- Membiarkan tunas air tumbuh liar sehingga hara terbuang untuk tunas yang tidak berbuah.
- Mengabaikan sanitasi sehingga pupuk yang diberikan habis untuk melawan hama dan penyakit.
Kesalahan pemupukan secara umum juga dibahas di kesalahan saat memupuk tanaman, dan pemupukan tanaman perkebunan lain di panduan pupuk tanaman perkebunan.
Hasil di lapangan dipengaruhi kondisi lahan, cuaca, varietas, dan cara budidaya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa penyebab pentil kakao layu?
Perebutan hara dan karbohidrat di dalam tanaman (fisiologis), ditambah serangan kepik pengisap buah, penggerek buah, dan penyakit busuk buah.
Apakah pentil layu bisa dicegah dengan pupuk saja?
Tidak sepenuhnya. Pupuk membantu menyediakan hara, tetapi perlu dibarengi pemangkasan tunas air, pengaturan naungan, panen sering, dan sanitasi kebun.
Kapan kakao dipupuk dengan Pupuk Kilat?
Pada tanaman menghasilkan, kocor 2 tutup botol per 2 liter air per tanaman dan semprot 10 tutup botol per tangki setiap 7 hari, 2–3 kali sebelum panen dan 3 kali sesudah panen.
Apakah Pupuk Kilat bisa dicampur pestisida untuk kakao?
Bisa, dengan takaran 7 tutup botol per tangki. Larutkan pupuk lebih dulu, baru tambahkan pestisida.
