Pupuk untuk aglonema yang paling aman adalah pupuk dengan takaran ringan yang diberikan rutin, karena akar aglonema halus dan mudah terbakar oleh pupuk berlebihan. Kebutuhan utamanya adalah nitrogen untuk pertumbuhan daun, magnesium dan unsur mikro untuk warna daun yang cerah, serta hormon pertumbuhan untuk merangsang tunas atau anakan. Dengan Pupuk Kilat, aglonema cukup disemprot dan dikocor dengan takaran 3–5 ml per liter air setiap 10 hari.
Aglonema atau sri rejeki adalah tanaman hias daun yang populer karena warna dan corak daunnya yang beragam, mulai dari hijau, merah, merah muda, hingga perpaduan beberapa warna. Daun yang mengkilap dan rumpun yang penuh anakan membuat aglonema terlihat sehat dan bernilai tinggi. Panduan ini membahas kebutuhan hara aglonema, jadwal pemupukan, cara aplikasi, dan kesalahan yang sering terjadi.
Kebutuhan hara aglonema
| Unsur | Fungsi untuk aglonema | Tanda kekurangan |
|---|---|---|
| Nitrogen (N) | Pertumbuhan daun baru dan batang | Daun tua menguning, pertumbuhan lambat |
| Fosfor (P) | Perakaran dan pembentukan tunas | Akar sedikit, anakan jarang muncul |
| Kalium (K) | Ketahanan tanaman dan kekuatan jaringan | Tepi daun kering kecokelatan |
| Magnesium (Mg) | Pembentuk klorofil, warna daun | Daun pucat di antara tulang daun |
| Besi (Fe) dan mangan (Mn) | Warna daun muda yang cerah | Daun muda pucat kekuningan |
| Hormon sitokinin | Merangsang tunas dan anakan | Rumpun lambat bertambah |
Pupuk Kilat mengandung C-Organik 15,51%, unsur makro, unsur mikro seperti Fe, Mn, Cu, dan Zn, hormon auksin, giberelin, kinetin, dan zeatin, serta 17 asam amino. Kinetin dan zeatin termasuk kelompok sitokinin yang berperan dalam pembentukan tunas, sedangkan auksin membantu perakaran.
Jadwal Pupuk Kilat untuk aglonema
Takaran untuk tanaman hias adalah 3–5 ml per liter air. Gunakan gelas takar atau tutup botol (1 tutup = 10 ml) untuk larutan yang lebih banyak, misalnya 1 tutup botol untuk 2–3 liter air.
| Kegiatan | Takaran & cara | Frekuensi | Tujuan |
|---|---|---|---|
| Semprot daun | 3–5 ml per liter air, semprot ke permukaan atas dan bawah daun | Setiap 10 hari | Daun mengkilap, warna cerah |
| Kocor media | 3–5 ml per liter air, siramkan ke media hingga merata | Setiap 10 hari, bergantian dengan semprot | Perakaran dan tunas |
| Setelah pindah pot atau pisah anakan | 3 ml per liter air, kocor ringan | Satu minggu setelah pindah, lalu jadwal normal | Pemulihan akar |
| Tanaman sakit atau baru pulih | 3 ml per liter air | Setiap 10–14 hari | Pemulihan tanpa membebani akar |
Mulailah dari takaran terendah, yaitu 3 ml per liter, lalu naikkan ke 5 ml per liter bila tanaman merespons baik. Penjelasan takaran per liter air untuk berbagai tanaman ada di takaran Pupuk Kilat per liter air.
Cara aplikasi yang benar
Semprot daun. Gunakan semprotan tangan dengan butiran halus. Semprot pagi hari sekitar pukul 06.00–09.00 atau sore pukul 16.00–18.00, saat stomata daun terbuka dan cahaya tidak terlalu terik. Semprot ke permukaan bawah daun juga, karena penyerapan di bagian bawah daun cukup baik. Jangan menyemprot saat matahari terik karena sisa larutan bisa meninggalkan noda.
Kocor media. Siramkan larutan perlahan ke permukaan media di sekeliling batang, bukan tepat di pangkal batang. Pastikan media sudah sedikit lembap sebelum dikocor agar pupuk tersebar merata dan tidak langsung mengenai akar dalam konsentrasi tinggi.
Bersihkan daun. Sebelum menyemprot, lap daun yang berdebu dengan kain lembap. Daun yang bersih menyerap pupuk lebih baik dan tampak lebih mengkilap.
Tips agar aglonema cepat bertunas dan beranak
- Gunakan pot yang tidak terlalu besar. Aglonema cenderung lebih cepat beranak bila akarnya sudah memenuhi pot. Pot yang terlalu besar membuat tanaman fokus memanjangkan akar.
- Pastikan media porus. Campuran sekam bakar, cocopeat, pakis cacah, dan sedikit kompos membuat akar sehat dan mudah bertunas.
- Cukupkan cahaya tidak langsung. Aglonema menyukai cahaya terang tetapi tidak terkena matahari langsung, misalnya di teras dengan paranet 60–70%.
- Pupuk rutin dengan takaran ringan, bukan sesekali dengan takaran tinggi.
- Jaga kelembapan udara, terutama di musim kemarau, dengan meletakkan tanaman berkelompok atau menyiram lantai di sekitarnya.
- Pisahkan anakan yang sudah berakar sendiri agar induk terangsang mengeluarkan anakan baru.
Agar warna daun aglonema tetap cerah
Warna merah dan merah muda pada aglonema sangat dipengaruhi cahaya. Tanaman yang terlalu teduh cenderung kehilangan warna dan menjadi lebih hijau. Sebaliknya, cahaya yang terlalu terik membuat daun pucat atau terbakar. Letakkan aglonema di tempat dengan cahaya terang yang tersaring. Selain cahaya, unsur mikro seperti besi, mangan, dan magnesium membantu menjaga warna daun muda tetap cerah, sehingga pemupukan rutin dengan pupuk yang lengkap penting untuk aglonema berwarna.
Media tanam yang mendukung pemupukan
Pupuk hanya bekerja baik bila media tanam sehat. Media aglonema sebaiknya ringan, porus, dan tidak mudah memadat. Campuran yang banyak dipakai pehobi adalah sekam bakar, cocopeat, pakis atau serat sabut kelapa, dan sedikit kompos atau pupuk kandang yang sudah matang. Media seperti ini menahan air secukupnya, tetapi kelebihan air tetap bisa mengalir keluar. Ganti media setiap satu sampai dua tahun, atau saat media terlihat padat, berlumut, dan berbau. Saat mengganti media, buang akar yang busuk dan biarkan tanaman beradaptasi satu minggu sebelum kembali dipupuk.
Perhatikan juga lubang drainase pot. Pot tanpa lubang yang cukup membuat air dan sisa pupuk menumpuk di dasar pot sehingga akar mudah busuk. Gunakan pot berlubang banyak, dan beri lapisan kerikil atau pecahan genteng di dasar pot bila perlu.
Contoh jadwal perawatan aglonema selama satu bulan
| Hari ke- | Kegiatan | Catatan |
|---|---|---|
| 1 | Semprot daun Pupuk Kilat 3–5 ml per liter air | Semprot pagi, permukaan atas dan bawah daun |
| 1–30 | Siram saat media bagian atas mulai kering | Cek dengan jari sedalam 2–3 cm |
| 7 | Bersihkan daun dengan kain lembap | Debu menghalangi cahaya dan membuat daun kusam |
| 11 | Semprot daun Pupuk Kilat 3–5 ml per liter air | Untuk tanaman kecil, pakai takaran bawah |
| 14 | Periksa hama di ketiak daun dan bawah daun | Kutu putih dan tungau sering bersembunyi di sana |
| 21 | Semprot daun Pupuk Kilat 3–5 ml per liter air | Bila daun sedang bertunas, jaga kelembapan udara |
| 28 | Periksa akar yang keluar dari lubang pot | Tanda tanaman perlu pindah ke pot lebih besar |
Pola ini bisa diulang setiap bulan. Di musim hujan atau bila tanaman diletakkan di ruangan yang lembap, kurangi penyiraman tetapi tetap pertahankan jadwal pemupukan setiap 10 hari dengan takaran rendah.
Mencatat tanggal pemupukan di label kecil yang ditempel di pot membantu Anda tidak lupa atau memupuk terlalu sering, terutama bila koleksi aglonema sudah banyak.
Kesalahan dalam memupuk aglonema
- Memberi pupuk dengan takaran tinggi karena ingin cepat besar, sehingga ujung akar dan tepi daun terbakar.
- Menabur pupuk butiran menempel di batang, membuat pangkal batang busuk.
- Memupuk tanaman yang media kering kerontang, sehingga akar langsung terkena larutan pekat.
- Memupuk tanaman yang baru dipindah pot, padahal akar masih beradaptasi.
- Menyiram terlalu sering, sehingga pupuk tercuci dan akar busuk.
- Mengabaikan cahaya, lalu menganggap pupuk tidak bekerja.
Pemupukan aglonema menurut musim
Kebutuhan pupuk aglonema sedikit berbeda antara musim hujan dan musim kemarau.
Musim hujan. Udara lembap dan media lebih lama basah, sehingga akar lebih rawan busuk. Kurangi frekuensi kocor dan perbanyak semprot daun saat cuaca cerah. Pastikan pot tidak terkena tampias hujan terus-menerus dan media cepat kering. Bila tanaman diletakkan di luar, pindahkan ke tempat yang terlindung saat hujan deras berhari-hari.
Musim kemarau. Udara kering dan suhu lebih tinggi membuat tanaman lebih cepat menyerap air dan hara. Pertahankan jadwal pemupukan setiap 10 hari, jaga kelembapan udara, dan siram sedikit lebih sering. Pertumbuhan tunas biasanya lebih aktif di musim ini bila kebutuhan air dan cahaya tercukupi.
Aglonema di dalam ruangan
Aglonema termasuk tanaman hias yang cukup tahan di dalam ruangan, tetapi pertumbuhannya lebih lambat karena cahaya lebih sedikit. Untuk aglonema di dalam rumah atau kantor:
- Letakkan dekat jendela yang mendapat cahaya terang tetapi tidak terkena matahari langsung.
- Kurangi takaran pupuk menjadi 3 ml per liter air, karena tanaman tumbuh lebih lambat dan menyerap lebih sedikit hara.
- Kurangi penyiraman, karena media di dalam ruangan lebih lama mengering.
- Keluarkan tanaman secara bergiliran ke teras yang teduh selama satu sampai dua minggu agar mendapat cahaya lebih banyak.
- Lap daun secara rutin karena debu di dalam ruangan menutupi permukaan daun.
Pupuk Kilat untuk koleksi tanaman hias lain
Takaran 3–5 ml per liter air setiap 10 hari juga bisa dipakai untuk tanaman hias daun lain seperti philodendron, keladi, monstera, sansevieria, dan anthurium. Bila Anda memiliki banyak koleksi, buat larutan sekali untuk semua tanaman agar perawatan lebih praktis. Untuk anggrek yang memiliki kebutuhan sedikit berbeda, panduannya ada di pupuk untuk anggrek.
Mengenali gejala kelebihan pupuk
Bila tepi daun mengering kecokelatan, daun baru keriting, atau muncul kerak putih di permukaan media, kemungkinan pupuk diberikan terlalu banyak. Siram media dengan air bersih yang cukup banyak hingga air mengalir dari lubang pot untuk membilas sisa pupuk, lalu hentikan pemupukan selama dua sampai tiga minggu. Setelah itu, mulai lagi dengan takaran 3 ml per liter.
Kebutuhan pupuk menurut ukuran tanaman
- Aglonema kecil (2–4 daun): cukup 3 ml per liter, setiap 10–14 hari.
- Aglonema sedang: 3–5 ml per liter setiap 10 hari.
- Aglonema besar dan rumpun penuh: 5 ml per liter setiap 10 hari, dengan volume kocor lebih banyak.
Untuk anakan yang baru dipisahkan dari induknya, tunggu sampai daun baru muncul sebelum mulai dipupuk dengan takaran ringan.
Panduan perawatan aglonema secara lengkap, termasuk media, penyiraman, dan perbanyakan, akan membantu hasil pemupukan lebih maksimal. Gambaran pemupukan tanaman hias lainnya ada di pupuk untuk tanaman hias, dan contoh perawatan tanaman hias lain di cara merawat anggrek.
Hasil di lapangan dipengaruhi kondisi media, cahaya, jenis aglonema, dan cara perawatan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Pupuk apa yang bagus untuk aglonema?
Pupuk lengkap dengan takaran ringan yang mengandung nitrogen, unsur mikro, dan hormon pertumbuhan. Pupuk Kilat dipakai 3–5 ml per liter air setiap 10 hari lewat semprot dan kocor.
Berapa kali aglonema perlu dipupuk?
Setiap 10 hari dengan takaran 3–5 ml per liter air, bergantian antara semprot daun dan kocor media.
Bagaimana agar aglonema cepat beranak?
Gunakan pot yang pas, media porus, cahaya terang tidak langsung, pemupukan rutin dengan takaran ringan, dan pisahkan anakan yang sudah berakar.
Kenapa ujung daun aglonema kering kecokelatan?
Bisa karena kelebihan pupuk, udara terlalu kering, atau penyiraman tidak teratur. Bilas media dengan air bersih bila dicurigai kelebihan pupuk.
Apakah aglonema yang baru dipindah pot boleh dipupuk?
Tunggu sekitar satu minggu, lalu kocor ringan dengan 3 ml per liter air sebelum kembali ke jadwal normal.
