Cara merawat aglonema agar subur dan cantik adalah memberinya cahaya terang yang tidak langsung, media tanam porus yang cepat kering, penyiraman saat media bagian atas mulai kering, kelembapan udara yang cukup, serta pemupukan ringan setiap 10 hari. Aglonema juga perlu dipindah pot dan dipisah anakannya secara berkala agar rumpun tetap sehat dan terus bertunas.
Aglonema atau sri rejeki termasuk tanaman hias daun yang paling banyak dipelihara di Indonesia. Tanaman ini relatif mudah dirawat, tahan di dalam maupun luar ruangan, dan memiliki banyak jenis dengan warna daun yang menarik. Namun, kesalahan kecil seperti penyiraman berlebihan atau cahaya yang salah bisa membuat daun kusam, menguning, atau busuk. Panduan ini membahas langkah merawat aglonema dari cahaya hingga perbanyakan.
1. Cahaya dan suhu
Aglonema berasal dari hutan tropis yang teduh, sehingga menyukai cahaya terang tetapi tersaring.
| Kondisi cahaya | Dampak pada aglonema |
|---|---|
| Matahari langsung siang hari | Daun terbakar, muncul bercak cokelat, warna pudar |
| Cahaya terang tidak langsung (paranet 60–70%) | Ideal, warna cerah, pertumbuhan aktif |
| Teduh sedang (dalam ruangan dekat jendela) | Masih baik, pertumbuhan lebih lambat |
| Sangat gelap | Daun memanjang, warna memudar, jarang bertunas |
Suhu yang disukai sekitar 20–32 °C. Aglonema tidak tahan udara terlalu dingin dan angin kencang. Bila diletakkan di ruangan ber-AC, jauhkan dari hembusan langsung pendingin udara.
Aglonema berwarna merah dan merah muda biasanya membutuhkan cahaya sedikit lebih banyak dibanding aglonema hijau agar warnanya keluar maksimal. Bila warna mulai memudar, geser tanaman ke tempat yang sedikit lebih terang secara bertahap.
2. Media tanam
Akar aglonema tidak suka media yang padat dan selalu basah. Media yang baik bersifat porus, ringan, tetapi tetap mampu menahan sedikit kelembapan.
Contoh campuran media:
- Sekam bakar 2 bagian.
- Cocopeat atau serbuk sabut kelapa 1 bagian.
- Pakis cacah atau serat sabut kelapa 1 bagian.
- Kompos atau pupuk kandang matang 1 bagian.
Sebagian pehobi juga menambahkan pasir malang atau zeolit agar media lebih porus. Hindari tanah kebun murni karena mudah memadat dan menahan air terlalu lama.
3. Memilih pot
- Pilih pot berlubang banyak di bagian bawah agar air cepat keluar.
- Ukuran pot sesuai besar tanaman. Pot yang terlalu besar membuat media lama kering dan akar mudah busuk.
- Pot plastik ringan dan menjaga kelembapan lebih lama; pot tanah liat lebih cepat kering dan cocok di tempat lembap.
- Beri lapisan drainase dari kerikil atau pecahan genteng di dasar pot.
4. Penyiraman
Penyiraman yang salah adalah penyebab utama aglonema mati. Prinsipnya: siram bila media bagian atas sudah mulai kering, bukan setiap hari tanpa melihat kondisi media.
- Cek media dengan jari sedalam 2–3 cm. Bila kering, siram; bila masih lembap, tunda.
- Siram hingga air keluar dari lubang pot, lalu buang air yang tertampung di tatakan.
- Siram pagi hari agar daun dan media sempat mengering sebelum malam.
- Kurangi penyiraman di musim hujan dan untuk tanaman di dalam ruangan.
- Gunakan air bersih; air hujan atau air yang diendapkan semalam lebih disukai.
5. Kelembapan udara
Aglonema menyukai udara lembap. Di musim kemarau atau di ruangan ber-AC, ujung daun bisa mengering. Cara menjaga kelembapan:
- Kelompokkan beberapa pot agar saling menjaga kelembapan.
- Siram lantai di sekitar tanaman pada siang hari yang panas.
- Letakkan nampan berisi kerikil dan air di bawah pot, tanpa membuat dasar pot terendam.
- Semprot kabut halus di sekitar tanaman pada pagi hari, bukan malam hari.
6. Pemupukan
Aglonema membutuhkan pupuk secara rutin tetapi dalam takaran ringan. Pupuk Kilat, pupuk organik lengkap plus hormon dan 17 asam amino, dipakai dengan takaran 3–5 ml per liter air setiap 10 hari, bergantian antara semprot daun dan kocor media.
| Kegiatan | Takaran | Frekuensi |
|---|---|---|
| Semprot daun (atas dan bawah) | 3–5 ml per liter air | Setiap 10 hari |
| Kocor media | 3–5 ml per liter air | Setiap 10 hari, bergantian dengan semprot |
| Setelah pindah pot | 3 ml per liter air | Mulai satu minggu setelah pindah |
Mulai dari takaran terendah, lalu naikkan bila tanaman merespons baik. Panduan pemupukan aglonema yang lebih rinci, termasuk kebutuhan hara dan tanda kelebihan pupuk, ada di pupuk untuk aglonema.
7. Memisahkan anakan (perbanyakan)
Aglonema diperbanyak dengan memisahkan anakan dari rumpun induk. Waktu terbaik adalah saat anakan sudah memiliki tiga sampai empat daun dan akarnya sendiri.
- Keluarkan tanaman dari pot dengan hati-hati, lalu bersihkan media dari akar.
- Cari titik sambungan antara anakan dan induk.
- Potong dengan pisau tajam dan bersih, pastikan anakan membawa akar sendiri.
- Olesi bekas potongan dengan fungisida atau abu gosok, lalu angin-anginkan sebentar.
- Tanam anakan di pot kecil dengan media baru yang sedikit lembap.
- Letakkan di tempat teduh selama satu sampai dua minggu, lalu pindahkan ke tempat yang lebih terang.
- Mulai pupuk ringan setelah daun baru tumbuh.
Selain anakan, aglonema juga bisa diperbanyak dengan stek batang atau cangkok bagi tanaman yang batangnya sudah tinggi, meskipun cara ini lebih lama.
Memindahkan aglonema ke pot baru
Aglonema perlu dipindah ke pot baru saat akar sudah keluar dari lubang pot, media terlihat padat dan berlumut, atau tanaman sudah terlalu besar untuk potnya. Waktu terbaik adalah awal musim hujan atau pagi hari yang tidak terlalu panas.
- Siram tanaman sehari sebelumnya agar media lembap dan akar tidak mudah putus.
- Keluarkan tanaman perlahan dengan menekan dinding pot atau memiringkan pot.
- Bersihkan media lama dari akar, lalu periksa akar. Potong akar yang hitam, lembek, atau berbau.
- Siapkan pot satu ukuran lebih besar, bukan jauh lebih besar, dengan lapisan drainase di dasarnya.
- Tanam dengan media baru yang sedikit lembap, padatkan perlahan di sekitar pangkal batang.
- Letakkan di tempat teduh selama satu minggu tanpa pupuk.
- Mulai kocor ringan dengan 3 ml Pupuk Kilat per liter air setelah tanaman segar kembali.
Merawat aglonema yang baru dibeli
Aglonema yang baru dibeli sering mengalami stres karena perubahan tempat, cahaya, dan kelembapan. Jangan langsung memindahkan pot atau memupuk dengan takaran tinggi. Letakkan tanaman di tempat teduh yang terang selama satu sampai dua minggu, siram secukupnya, dan amati perkembangannya. Bila ada daun yang menguning dalam minggu pertama, itu biasanya bagian dari penyesuaian. Setelah tanaman tampak segar dan mulai mengeluarkan daun baru, barulah mulai jadwal pemupukan rutin dan pindahkan ke pot baru bila diperlukan.
8. Masalah umum pada aglonema dan solusinya
| Masalah | Kemungkinan penyebab | Solusi |
|---|---|---|
| Daun menguning dari bawah | Penyiraman berlebihan, daun tua alami | Kurangi siram, buang daun tua |
| Ujung dan tepi daun cokelat kering | Udara kering, kelebihan pupuk | Tambah kelembapan, bilas media |
| Batang lunak dan busuk | Media terlalu basah, drainase buruk | Ganti media, potong bagian busuk |
| Warna daun pudar | Kurang cahaya | Pindah ke tempat lebih terang |
| Daun terbakar bercak | Matahari langsung | Pindah ke tempat teduh |
| Pertumbuhan lambat | Kurang hara, pot terlalu besar, kurang cahaya | Pupuk rutin, sesuaikan pot dan cahaya |
| Kutu putih di ketiak daun | Hama kutu putih | Bersihkan dengan kapas beralkohol atau air sabun encer |
Daun yang menguning bisa disebabkan banyak hal; pembahasannya ada di penyebab daun menguning.
Hama yang sering menyerang aglonema
Aglonema relatif jarang diserang hama berat, tetapi beberapa hama kecil bisa merusak keindahan daun:
- Kutu putih bersembunyi di ketiak daun dan pangkal batang, berupa gumpalan putih seperti kapas. Bersihkan dengan kapas yang dibasahi alkohol atau air sabun encer.
- Tungau merah membuat daun berbintik pucat dan kusam, terutama saat udara kering. Tingkatkan kelembapan dan semprot bagian bawah daun dengan air.
- Siput dan bekicot memakan daun muda di malam hari. Periksa pot pada malam hari dan pungut secara manual.
- Thrips membuat daun muda berbintik keperakan dan keriting. Pasang perangkap lekat biru di sekitar koleksi.
Tanaman yang sehat dan mendapat nutrisi cukup biasanya lebih cepat pulih setelah serangan hama ringan.
9. Kebiasaan sederhana yang membuat aglonema tetap cantik
- Lap daun dengan kain lembap setiap minggu agar bebas debu dan mengkilap.
- Putar pot sedikit setiap minggu agar tanaman tumbuh seimbang ke segala arah.
- Buang daun tua dan kering secara rutin.
- Periksa ketiak daun dari kutu dan siput.
- Ganti media setiap 1–2 tahun.
- Catat jadwal siram dan pupuk bila Anda memiliki banyak koleksi.
Dengan perawatan yang konsisten, aglonema bisa hidup bertahun-tahun dan terus menambah anakan.
Membaca kebutuhan cahaya dari daun aglonema
Aglonema tidak menyukai sinar matahari langsung, tetapi juga tidak tumbuh baik di tempat yang terlalu gelap. Daun memberi tanda apakah letak tanaman sudah tepat:
| Tanda pada tanaman | Arti | Tindakan |
|---|---|---|
| Warna merah atau merah muda memudar, daun lebih hijau | Cahaya kurang | Pindahkan lebih dekat ke jendela dengan cahaya tidak langsung |
| Batang memanjang, jarak antar daun renggang, tanaman condong | Cahaya kurang dan datang dari satu sisi | Pindahkan ke tempat lebih terang, putar pot setiap minggu |
| Daun tampak pucat, ada bercak cokelat kering seperti terbakar | Cahaya terlalu terik | Pindahkan ke tempat teduh atau pasang paranet |
| Tepi daun menggulung | Cahaya terlalu panas dan udara kering | Kurangi cahaya, naikkan kelembapan udara |
| Warna cerah, daun tegak, tunas baru muncul teratur | Cahaya sudah sesuai | Pertahankan letak tanaman |
Aglonema berdaun gelap atau hijau umumnya lebih tahan di tempat teduh, sedangkan jenis berwarna merah dan merah muda membutuhkan cahaya yang lebih terang agar warnanya keluar. Saat memindahkan tanaman ke tempat yang lebih terang, lakukan bertahap selama satu sampai dua minggu agar daun tidak kaget.
Kesalahan saat merawat aglonema
- Menyiram setiap hari tanpa melihat kondisi media.
- Menjemur di bawah matahari langsung agar warnanya keluar.
- Memakai pot tanpa lubang drainase.
- Memberi pupuk berlebihan karena ingin cepat besar.
- Memisahkan anakan terlalu cepat sebelum anakan memiliki akar sendiri.
Gambaran pemupukan tanaman hias lain ada di pupuk untuk tanaman hias, dan contoh perawatan tanaman hias berbunga di cara merawat anggrek.
Hasil perawatan dipengaruhi kondisi media, cahaya, jenis aglonema, dan konsistensi perawatan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Di mana sebaiknya aglonema diletakkan?
Di tempat dengan cahaya terang tidak langsung, misalnya teras dengan paranet 60–70% atau dekat jendela di dalam ruangan, tidak terkena matahari langsung siang hari.
Berapa kali aglonema harus disiram?
Tidak ada jadwal tetap. Siram bila media 2–3 cm bagian atas sudah kering, biasanya 2–3 kali seminggu, lebih jarang di musim hujan dan di dalam ruangan.
Media apa yang cocok untuk aglonema?
Media porus seperti campuran sekam bakar, cocopeat, pakis cacah, dan sedikit kompos matang.
Kapan anakan aglonema boleh dipisah?
Saat anakan sudah memiliki tiga sampai empat daun dan akar sendiri.
Bagaimana cara memupuk aglonema dengan Pupuk Kilat?
Semprot atau kocor dengan takaran 3–5 ml per liter air setiap 10 hari, mulai dari takaran terendah.
