Saat membeli pestisida, yang perlu diperhatikan bukan merek, tetapi bahan aktifnya. Bahan aktif menentukan sasaran yang dikendalikan dan cara kerjanya, apakah racun kontak, racun lambung, atau sistemik. Berikut tabel 60 bahan aktif pestisida dan fungsinya yang dirangkum dari buku panduan PT. Agrikultur Gemilang Indonesia.
Tabel ini adalah informasi umum. Beberapa bahan aktif dibatasi atau sudah tidak boleh beredar di Indonesia. Selalu gunakan pestisida yang terdaftar resmi di Kementerian Pertanian dan ikuti petunjuk pada label.
Istilah cara kerja pestisida
- Racun kontak: bekerja saat bersentuhan langsung dengan hama.
- Racun lambung: bekerja saat termakan oleh hama.
- Racun pernapasan: bekerja melalui saluran napas hama.
- Sistemik: diserap dan diedarkan ke seluruh jaringan tanaman.
- Protektif atau preventif: melindungi sebelum penyakit menyerang.
- Kuratif: mengobati setelah penyakit menyerang.
- Pra tumbuh dan purna tumbuh: diaplikasikan sebelum atau sesudah gulma tumbuh.
Tabel 60 bahan aktif pestisida dan fungsinya
| No | Bahan aktif | Fungsi |
|---|---|---|
| 1 | Dikofol | Akarisida racun kontak untuk mengendalikan hama tungau |
| 2 | Heksitiazoks | Akarisida racun kontak untuk mengendalikan hama tungau |
| 3 | Propargit | Akarisida racun kontak untuk mengendalikan hama tungau |
| 4 | Piridaben | Akarisida racun kontak untuk mengendalikan hama tungau |
| 5 | Metil eugenol | Atraktan untuk mengendalikan hama lalat buah |
| 6 | Oksitetrasiklin | Bakterisida sistemik untuk mengendalikan penyakit hawar daun |
| 7 | Streptomisin sulfat | Bakterisida sistemik untuk mengendalikan penyakit layu bakteri dan hawar |
| 8 | Asam oksolinik | Bakterisida sistemik untuk mengendalikan penyakit layu bakteri dan hawar |
| 9 | Propineb | Fungisida kontak dan protektif untuk penyakit bercak daun, antraknosa, dan hawar daun |
| 10 | Tembaga hidroksida | Fungisida kontak untuk penyakit antraknosa dan cacar daun |
| 11 | Pikoksistrobin | Fungisida preventif dan kuratif untuk penyakit bercak daun |
| 12 | Azoksistrobin | Fungisida protektif dan kuratif untuk penyakit bercak daun dan antraknosa |
| 13 | Maneb | Fungisida protektif untuk penyakit bercak daun dan busuk daun |
| 14 | Klorotalonil | Fungisida protektif untuk penyakit bercak daun dan hawar daun |
| 15 | Mankozeb | Fungisida protektif untuk penyakit hawar daun |
| 16 | Difenokonazol | Fungisida protektif untuk penyakit karat daun dan bercak cokelat |
| 17 | Dimetomorf | Fungisida sistemik dan protektif untuk hawar daun, bulai, busuk daun, dan lanas tembakau |
| 18 | Benomil | Fungisida sistemik untuk penyakit bercak daun |
| 19 | Trisiklazol | Fungisida sistemik untuk penyakit blas |
| 20 | Asam fosfit | Fungisida sistemik untuk embun bulu, busuk pucuk, busuk hati, dan rebah batang |
| 21 | Metalaksil | Fungisida sistemik untuk penyakit antraknosa dan busuk daun |
| 22 | Triadimefon | Fungisida sistemik untuk penyakit karat daun |
| 23 | Tebukonazol | Fungisida sistemik, protektif, dan kuratif untuk penyakit bercak daun |
| 24 | Parakuat diklorida | Herbisida kontak pra tumbuh dan purna tumbuh untuk gulma berdaun lebar |
| 25 | Oksifluorfen | Herbisida kontak pra tumbuh dan purna tumbuh untuk gulma berdaun sempit |
| 26 | Etil karfentrazon | Herbisida pra tumbuh untuk gulma berdaun lebar dan berdaun sempit |
| 27 | Propaquizafop | Herbisida purna tumbuh untuk gulma berdaun sempit |
| 28 | Ametrin | Herbisida sistemik pra tumbuh dan purna tumbuh untuk gulma |
| 29 | Metil metsulfuron | Herbisida sistemik purna tumbuh untuk gulma berdaun lebar |
| 30 | 2,4-D dimetil amina | Herbisida sistemik purna tumbuh untuk gulma pada tanaman |
| 31 | Tiametoksam | Insektisida sistemik dan racun kontak untuk kutu kebul, ulat grayak, dan Helopeltis |
| 32 | Delta endotoksin | Insektisida biologi racun kontak untuk hama penggerek batang dan ulat |
| 33 | Amitraz | Insektisida dan akarisida racun kontak dan pernapasan untuk kutu daun, tungau, dan thrips |
| 34 | Emamektin benzoat | Insektisida non-sistemik untuk hama perusak daun dan ulat |
| 35 | Triazofos | Insektisida racun kontak dan lambung untuk ulat grayak |
| 36 | Sipermetrin | Insektisida racun kontak dan lambung untuk hama ulat |
| 37 | Lamda sihalotrin | Insektisida racun kontak dan lambung untuk hama kumbang |
| 38 | Klorpirifos | Insektisida racun kontak dan lambung untuk ulat grayak, kutu daun, dan penggerek |
| 39 | Asefat | Insektisida racun kontak dan lambung untuk ulat grayak dan ulat daun |
| 40 | Imidakloprid | Insektisida racun kontak dan lambung untuk wereng, thrips, dan kutu daun |
| 41 | Fenobukarb (BPMC) | Insektisida racun kontak dan lambung untuk wereng, thrips, dan kutu daun |
| 42 | Abamektin | Insektisida racun kontak dan lambung untuk ulat grayak |
| 43 | Deltametrin | Insektisida racun kontak dan lambung untuk ulat grayak |
| 44 | Profenofos | Insektisida racun kontak dan lambung untuk ulat grayak |
| 45 | Klorfenapir | Insektisida racun kontak dan lambung untuk ulat grayak |
| 46 | BPMC | Insektisida racun kontak untuk hama lalat bibit |
| 47 | Siromazin | Insektisida racun kontak untuk larva lalat |
| 48 | Karbofuran | Insektisida sistemik racun kontak dan lambung untuk hama wereng |
| 49 | Karbosulfan | Insektisida sistemik racun kontak dan lambung untuk wereng cokelat |
| 50 | Metomil | Insektisida sistemik racun kontak dan lambung untuk ulat grayak |
| 51 | Dimehipo | Insektisida sistemik, racun kontak dan lambung untuk ulat grayak |
| 52 | Fipronil | Insektisida sistemik, racun kontak dan lambung untuk wereng dan rayap |
| 53 | Metil pirimifos | Insektisida racun kontak dan pernapasan untuk hama gudang dan ulat tepung |
| 54 | Fentin asetat | Moluskisida racun kontak untuk siput |
| 55 | Niklosamida | Moluskisida racun lambung dan pernapasan untuk hama siput |
| 56 | Diklorovos | Moluskisida racun lambung dan pernapasan untuk hama siput |
| 57 | Saponin | Moluskisida untuk hama siput murbei (keong mas) |
| 58 | Diklorvos | Pestisida racun lambung dan pernapasan untuk vektor penyakit virus |
| 59 | Brodifakum | Rodentisida antikoagulan untuk tikus |
| 60 | Etefon | Zat pengatur tumbuh untuk tanaman |
Mencampur pestisida dengan POC Kilat
POC Kilat dapat dicampur dengan pestisida, insektisida, atau fungisida dengan dosis campuran 7 tutup botol (70 ml) per tangki. Dengan begitu, penyemprotan hama sekaligus memberi nutrisi tambahan. Penjelasan lengkap ada di cara aplikasi POC Kilat.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa bahan aktif untuk mengendalikan ulat grayak?
Beberapa di antaranya abamektin, deltametrin, profenofos, klorfenapir, triazofos, metomil, dan dimehipo.
Apa bahan aktif untuk mengendalikan wereng?
Antara lain imidakloprid, fenobukarb (BPMC), karbofuran, karbosulfan, dan fipronil.
Apa bahan aktif fungisida untuk antraknosa?
Antara lain propineb, tembaga hidroksida, azoksistrobin, dan metalaksil.
Apakah semua bahan aktif di tabel ini masih boleh dipakai?
Tidak selalu. Beberapa bahan aktif dibatasi atau sudah tidak boleh beredar. Selalu gunakan produk yang terdaftar resmi di Kementerian Pertanian dan ikuti labelnya.
Baca juga
- Jenis-Jenis Pestisida dan Fungsinya, dari Akarisida hingga Rodentisida
- Cara Aplikasi POC Kilat: Rendam Benih, Semprot, Kocor, Labur
- Pupuk untuk Cabai: Jadwal dan Dosis POC Kilat dari Semai hingga Panen
