Langsung ke konten
Konsultasi gratis via WhatsApp · Pengiriman ke seluruh Indonesia
Shopee WhatsApp
Ilmu Pupuk dan Pestisida

60 Bahan Aktif Pestisida dan Fungsinya (Tabel Lengkap)

Pupuk Kilat Diperbarui 5 menit baca

Saat membeli pestisida, yang perlu diperhatikan bukan merek, tetapi bahan aktifnya. Bahan aktif menentukan sasaran yang dikendalikan dan cara kerjanya, apakah racun kontak, racun lambung, atau sistemik. Berikut tabel 60 bahan aktif pestisida dan fungsinya yang dirangkum dari buku panduan PT. Agrikultur Gemilang Indonesia.

Tabel ini adalah informasi umum. Beberapa bahan aktif dibatasi atau sudah tidak boleh beredar di Indonesia. Selalu gunakan pestisida yang terdaftar resmi di Kementerian Pertanian dan ikuti petunjuk pada label.

Istilah cara kerja pestisida

  • Racun kontak: bekerja saat bersentuhan langsung dengan hama.
  • Racun lambung: bekerja saat termakan oleh hama.
  • Racun pernapasan: bekerja melalui saluran napas hama.
  • Sistemik: diserap dan diedarkan ke seluruh jaringan tanaman.
  • Protektif atau preventif: melindungi sebelum penyakit menyerang.
  • Kuratif: mengobati setelah penyakit menyerang.
  • Pra tumbuh dan purna tumbuh: diaplikasikan sebelum atau sesudah gulma tumbuh.

Tabel 60 bahan aktif pestisida dan fungsinya

NoBahan aktifFungsi
1DikofolAkarisida racun kontak untuk mengendalikan hama tungau
2HeksitiazoksAkarisida racun kontak untuk mengendalikan hama tungau
3PropargitAkarisida racun kontak untuk mengendalikan hama tungau
4PiridabenAkarisida racun kontak untuk mengendalikan hama tungau
5Metil eugenolAtraktan untuk mengendalikan hama lalat buah
6OksitetrasiklinBakterisida sistemik untuk mengendalikan penyakit hawar daun
7Streptomisin sulfatBakterisida sistemik untuk mengendalikan penyakit layu bakteri dan hawar
8Asam oksolinikBakterisida sistemik untuk mengendalikan penyakit layu bakteri dan hawar
9PropinebFungisida kontak dan protektif untuk penyakit bercak daun, antraknosa, dan hawar daun
10Tembaga hidroksidaFungisida kontak untuk penyakit antraknosa dan cacar daun
11PikoksistrobinFungisida preventif dan kuratif untuk penyakit bercak daun
12AzoksistrobinFungisida protektif dan kuratif untuk penyakit bercak daun dan antraknosa
13ManebFungisida protektif untuk penyakit bercak daun dan busuk daun
14KlorotalonilFungisida protektif untuk penyakit bercak daun dan hawar daun
15MankozebFungisida protektif untuk penyakit hawar daun
16DifenokonazolFungisida protektif untuk penyakit karat daun dan bercak cokelat
17DimetomorfFungisida sistemik dan protektif untuk hawar daun, bulai, busuk daun, dan lanas tembakau
18BenomilFungisida sistemik untuk penyakit bercak daun
19TrisiklazolFungisida sistemik untuk penyakit blas
20Asam fosfitFungisida sistemik untuk embun bulu, busuk pucuk, busuk hati, dan rebah batang
21MetalaksilFungisida sistemik untuk penyakit antraknosa dan busuk daun
22TriadimefonFungisida sistemik untuk penyakit karat daun
23TebukonazolFungisida sistemik, protektif, dan kuratif untuk penyakit bercak daun
24Parakuat dikloridaHerbisida kontak pra tumbuh dan purna tumbuh untuk gulma berdaun lebar
25OksifluorfenHerbisida kontak pra tumbuh dan purna tumbuh untuk gulma berdaun sempit
26Etil karfentrazonHerbisida pra tumbuh untuk gulma berdaun lebar dan berdaun sempit
27PropaquizafopHerbisida purna tumbuh untuk gulma berdaun sempit
28AmetrinHerbisida sistemik pra tumbuh dan purna tumbuh untuk gulma
29Metil metsulfuronHerbisida sistemik purna tumbuh untuk gulma berdaun lebar
302,4-D dimetil aminaHerbisida sistemik purna tumbuh untuk gulma pada tanaman
31TiametoksamInsektisida sistemik dan racun kontak untuk kutu kebul, ulat grayak, dan Helopeltis
32Delta endotoksinInsektisida biologi racun kontak untuk hama penggerek batang dan ulat
33AmitrazInsektisida dan akarisida racun kontak dan pernapasan untuk kutu daun, tungau, dan thrips
34Emamektin benzoatInsektisida non-sistemik untuk hama perusak daun dan ulat
35TriazofosInsektisida racun kontak dan lambung untuk ulat grayak
36SipermetrinInsektisida racun kontak dan lambung untuk hama ulat
37Lamda sihalotrinInsektisida racun kontak dan lambung untuk hama kumbang
38KlorpirifosInsektisida racun kontak dan lambung untuk ulat grayak, kutu daun, dan penggerek
39AsefatInsektisida racun kontak dan lambung untuk ulat grayak dan ulat daun
40ImidaklopridInsektisida racun kontak dan lambung untuk wereng, thrips, dan kutu daun
41Fenobukarb (BPMC)Insektisida racun kontak dan lambung untuk wereng, thrips, dan kutu daun
42AbamektinInsektisida racun kontak dan lambung untuk ulat grayak
43DeltametrinInsektisida racun kontak dan lambung untuk ulat grayak
44ProfenofosInsektisida racun kontak dan lambung untuk ulat grayak
45KlorfenapirInsektisida racun kontak dan lambung untuk ulat grayak
46BPMCInsektisida racun kontak untuk hama lalat bibit
47SiromazinInsektisida racun kontak untuk larva lalat
48KarbofuranInsektisida sistemik racun kontak dan lambung untuk hama wereng
49KarbosulfanInsektisida sistemik racun kontak dan lambung untuk wereng cokelat
50MetomilInsektisida sistemik racun kontak dan lambung untuk ulat grayak
51DimehipoInsektisida sistemik, racun kontak dan lambung untuk ulat grayak
52FipronilInsektisida sistemik, racun kontak dan lambung untuk wereng dan rayap
53Metil pirimifosInsektisida racun kontak dan pernapasan untuk hama gudang dan ulat tepung
54Fentin asetatMoluskisida racun kontak untuk siput
55NiklosamidaMoluskisida racun lambung dan pernapasan untuk hama siput
56DiklorovosMoluskisida racun lambung dan pernapasan untuk hama siput
57SaponinMoluskisida untuk hama siput murbei (keong mas)
58DiklorvosPestisida racun lambung dan pernapasan untuk vektor penyakit virus
59BrodifakumRodentisida antikoagulan untuk tikus
60EtefonZat pengatur tumbuh untuk tanaman

Mencampur pestisida dengan POC Kilat

POC Kilat dapat dicampur dengan pestisida, insektisida, atau fungisida dengan dosis campuran 7 tutup botol (70 ml) per tangki. Dengan begitu, penyemprotan hama sekaligus memberi nutrisi tambahan. Penjelasan lengkap ada di cara aplikasi POC Kilat.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa bahan aktif untuk mengendalikan ulat grayak?

Beberapa di antaranya abamektin, deltametrin, profenofos, klorfenapir, triazofos, metomil, dan dimehipo.

Apa bahan aktif untuk mengendalikan wereng?

Antara lain imidakloprid, fenobukarb (BPMC), karbofuran, karbosulfan, dan fipronil.

Apa bahan aktif fungisida untuk antraknosa?

Antara lain propineb, tembaga hidroksida, azoksistrobin, dan metalaksil.

Apakah semua bahan aktif di tabel ini masih boleh dipakai?

Tidak selalu. Beberapa bahan aktif dibatasi atau sudah tidak boleh beredar. Selalu gunakan produk yang terdaftar resmi di Kementerian Pertanian dan ikuti labelnya.

Baca juga

Masih ragu soal dosis?Konsultasi gratis dengan CS kami lewat WhatsApp.
Masih bingung soal pemakaian? Kirim foto tanaman Anda, CS kami bantu rekomendasikan cara pakai yang tepat.
Ditulis oleh Pupuk Kilat

Tanya atau bagikan pengalaman Anda

Email Anda tidak dipublikasikan. Untuk order, silakan chat WhatsApp CS.

Tanya CS