Pupuk untuk cabai rawit perlu diberikan sejak bibit hingga masa panen yang panjang, karena rawit bisa dipetik berbulan-bulan selama tanaman tetap sehat. Kuncinya adalah hara lengkap di fase pertumbuhan agar percabangan banyak, lalu fosfor, kalium, kalsium, dan boron di fase berbuah agar bunga tidak rontok dan buah terus terbentuk. Dengan Pupuk Kilat, rawit disemprot 5 tutup botol per tangki setiap 7 hari hingga umur 49 hari, lalu 7 tutup botol per tangki mulai umur 56 hari dan setelah setiap petik.
Cabai rawit dikenal sebagai tanaman cabai yang paling tahan dan paling lama produktif. Satu tanaman yang dirawat baik bisa terus berbuah selama berbulan-bulan, bahkan lebih lama di pekarangan. Namun, banyak petani mengeluhkan rawit yang berbuah lebat di awal lalu cepat “kelelahan”, buahnya mengecil, dan bunganya rontok. Panduan ini membahas kebutuhan hara rawit, jadwal pemupukan, cara aplikasi, dan tips agar rawit terus berbuah.
Persiapan lahan sebelum menanam cabai rawit
Pemupukan yang baik dimulai dari lahan yang siap. Rawit tumbuh paling baik di tanah gembur, kaya bahan organik, dan tidak tergenang. Langkah persiapan yang umum dilakukan petani:
- Olah tanah sedalam 25–30 cm, lalu biarkan terkena sinar matahari beberapa hari agar tanah tidak terlalu padat.
- Taburkan kapur pertanian bila tanah asam, sekitar dua sampai tiga minggu sebelum tanam.
- Campurkan pupuk kandang atau kompos matang ke bedengan. Bahan organik membuat tanah mampu menahan air dan hara lebih lama.
- Buat bedengan tinggi dengan parit di antaranya, terutama di musim hujan, agar akar tidak terendam.
- Pasang mulsa plastik hitam perak bila memungkinkan, untuk menekan gulma, menjaga kelembapan, dan mengurangi serangan hama penghisap.
- Atur jarak tanam sekitar 50–60 cm antar tanaman agar sirkulasi udara baik dan penyakit tidak mudah menyebar.
Lahan yang gembur dan subur membuat akar rawit berkembang luas, sehingga pupuk yang diberikan setelahnya bisa diserap lebih baik.
Kebutuhan hara cabai rawit di setiap fase
| Fase | Umur perkiraan | Kebutuhan utama | Tujuan |
|---|---|---|---|
| Bibit | Persemaian 3–4 minggu | Hara lengkap ringan, asam amino | Bibit kekar dan akar banyak |
| Pertumbuhan | 0–49 HST | Nitrogen, fosfor, unsur mikro | Batang kokoh dan percabangan banyak |
| Pembungaan | Mulai sekitar 40–60 HST | Fosfor, boron, kalsium, hormon | Bunga banyak dan tidak mudah rontok |
| Pembuahan dan panen berulang | Mulai sekitar 80–100 HST dan seterusnya | Kalium, kalsium, hara lengkap | Buah terus terbentuk, ukuran stabil |
Pupuk Kilat mengandung C-Organik 15,51%, unsur makro dan mikro, hormon auksin, giberelin, kinetin, dan zeatin, serta 17 asam amino. Kombinasi ini membantu rawit di setiap fase tanpa perlu berganti-ganti pupuk daun dan perangsang buah.
Jadwal Pupuk Kilat untuk cabai rawit
Takaran memakai tutup botol (1 tutup = 10 ml) dan tangki semprot 14–16 liter. Kocok botol sebelum dipakai, semprot pagi (06.00–09.00) atau sore (16.00–18.00).
| Waktu | Takaran & cara | Tujuan |
|---|---|---|
| 1–2 hari sebelum tanam | Letakkan bibit di atas waring, semprot 3 tutup botol per tangki hingga basah merata, diamkan 1–2 hari | Bibit cepat beradaptasi, lebih tahan penyakit |
| 7 HST hingga 49 HST | Semprot 5 tutup botol per tangki ke seluruh daun setiap 7 hari | Pertumbuhan, akar, daun, dan percabangan |
| Mulai 56 HST | Semprot 7 tutup botol per tangki merata ke seluruh daun | Pembungaan dan pembentukan buah |
| Setiap selesai petik | Semprot 7 tutup botol per tangki | Pemulihan tanaman dan pembentukan buah baru |
Kebutuhan sekitar 5–10 liter per hektar, menyesuaikan panjang masa panen. Rawit yang dipanen lebih lama tentu membutuhkan lebih banyak penyemprotan setelah petik. Jadwal ini sama dengan cabai besar dan cabai keriting yang dibahas di pupuk untuk cabai.
Perkiraan kebutuhan Pupuk Kilat untuk kebun rawit
Kebutuhan pupuk bergantung pada luas lahan dan lama masa panen. Sebagai gambaran, kebutuhan Pupuk Kilat untuk cabai rawit sekitar 5–10 liter per hektar selama satu musim tanam. Untuk lahan yang lebih kecil, kebutuhannya bisa diperkirakan sebanding:
| Luas lahan | Perkiraan kebutuhan per musim |
|---|---|
| 1.000 m² | Sekitar 0,5–1 liter |
| 2.500 m² (¼ hektar) | Sekitar 1,25–2,5 liter |
| 5.000 m² (½ hektar) | Sekitar 2,5–5 liter |
| 1 hektar | Sekitar 5–10 liter |
Angka atas berlaku bila rawit dipanen dalam waktu lama dengan penyemprotan setelah setiap petik. Petani yang memiliki beberapa petak bisa memilih kemasan 5 liter atau 10 liter agar lebih hemat.
Takaran untuk rawit di pot dan pekarangan
Untuk rawit di pot atau polybag, gunakan takaran per liter air:
- Semprot daun: 3–5 ml per liter air setiap 7 hari pada fase pertumbuhan, lalu 5 ml per liter saat berbuah dan setelah setiap petik.
- Kocor media: 1 tutup botol per liter air, sekitar satu gelas per tanaman setiap 10 hari.
Penjelasan takaran per liter untuk berbagai tanaman ada di takaran Pupuk Kilat per liter air, dan cara menanam cabai di wadah di cara menanam cabai di polybag.
Cara aplikasi yang benar
Semprot daun. Semprot ke permukaan atas dan bawah daun hingga basah merata. Hindari menyemprot saat matahari terik atau saat hujan diperkirakan turun dalam satu sampai dua jam.
Campur dengan pestisida. Pupuk Kilat dapat dicampur pestisida dengan takaran 7 tutup botol per tangki. Larutkan pupuk lebih dulu, aduk, baru tambahkan pestisida. Cara ini menghemat tenaga dan waktu, karena pemupukan dan pengendalian hama dilakukan bersamaan.
Kocor. Tuang larutan di sekitar tanaman, bukan tepat di pangkal batang, saat tanah atau media sudah lembap.
Tips agar cabai rawit berbuah lebat terus
- Pangkas tunas air di bawah percabangan utama agar tanaman membentuk tajuk yang kuat.
- Petik buah secara rutin. Buah yang dibiarkan terlalu matang di pohon membuat tanaman memperlambat pembentukan bunga baru.
- Pupuk setelah setiap petik agar tanaman tidak kelelahan.
- Jaga kelembapan tanah stabil. Kekeringan saat berbunga membuat bunga rontok.
- Cukupkan sinar matahari minimal enam jam sehari.
- Tambahkan pupuk kandang atau kompos di sekitar tanaman setiap beberapa bulan untuk rawit yang dipelihara lama.
- Kendalikan hama penghisap seperti thrips, tungau, kutu daun, dan kutu kebul sejak awal.
- Buang daun tua dan daun sakit di bagian bawah tanaman.
Mengapa bunga cabai rawit rontok?
| Penyebab | Penjelasan | Solusi |
|---|---|---|
| Cuaca terlalu panas atau hujan terus | Penyerbukan gagal | Jaga kelembapan, beri naungan saat terik, lindungi dari hujan deras |
| Kekurangan boron dan kalsium | Bunga lemah dan mudah gugur | Pemupukan lengkap secara rutin |
| Kekurangan air | Tanaman stres | Siram teratur |
| Kelebihan nitrogen | Tanaman rimbun tetapi bunga sedikit | Kurangi pupuk nitrogen tinggi saat berbunga |
| Serangan thrips | Bunga dan pucuk rusak | Perangkap lekat biru, pengendalian tepat sasaran |
Penjelasan lengkap penyebab bunga rontok ada di penyebab bunga rontok.
Hama dan penyakit utama cabai rawit
Pemupukan yang tepat membuat tanaman lebih kuat, tetapi hama dan penyakit tetap perlu dikendalikan agar buah tidak rusak. Beberapa yang paling sering menyerang rawit:
- Thrips dan tungau. Daun menjadi keriting ke atas atau ke bawah, pucuk mengecil, dan bunga rusak. Pasang perangkap lekat biru atau kuning dan semprot pengendali tepat sasaran.
- Kutu kebul dan kutu daun. Selain menghisap cairan, keduanya menularkan virus kuning keriting. Kendalikan sejak tanaman masih muda.
- Lalat buah. Buah berlubang kecil, lalu busuk dan rontok. Kumpulkan buah yang jatuh dan pasang perangkap lalat buah.
- Antraknosa (patek). Bercak cekung kehitaman pada buah, terutama saat musim hujan. Buang buah sakit dan semprot fungisida secara bergiliran.
- Layu. Tanaman layu mendadak meski tanah lembap. Cabut tanaman sakit dan perbaiki drainase.
Pupuk Kilat dapat dicampur dengan pestisida atau fungisida dengan takaran 7 tutup botol per tangki, sehingga pemupukan dan pengendalian dilakukan sekali jalan.
Memperpanjang umur produktif cabai rawit
Setelah panen besar beberapa bulan, rawit biasanya mulai menurun hasilnya. Untuk memperpanjang masa produktif:
- Pangkas peremajaan: potong ranting yang sudah tua dan kering, sisakan cabang utama yang sehat.
- Tambah bahan organik di sekitar tanaman.
- Lanjutkan pemupukan rutin dengan semprot dan kocor.
- Kendalikan virus dengan mencabut tanaman yang daunnya keriting dan belang agar tidak menular.
Rawit yang dirawat dengan cara ini bisa kembali bertunas dan berbuah untuk beberapa bulan berikutnya.
Membaca gejala kekurangan hara pada cabai rawit
| Unsur | Gejala | Bagian yang terkena lebih dulu |
|---|---|---|
| Nitrogen (N) | Daun hijau pucat hingga kekuningan merata, tanaman kerdil | Daun tua |
| Fosfor (P) | Daun hijau gelap keunguan, pertumbuhan lambat, bunga sedikit | Daun tua |
| Kalium (K) | Tepi daun menguning lalu cokelat, buah kecil dan mudah layu | Daun tua |
| Magnesium (Mg) | Kuning di antara tulang daun, tulang daun tetap hijau | Daun tua |
| Kalsium (Ca) | Pucuk muda keriting atau mati, ujung buah busuk | Pucuk dan buah |
| Boron (B) | Bunga mudah rontok, buah bengkok atau berbentuk tidak normal | Bunga dan buah |
| Besi (Fe) | Daun muda kuning, tulang daun hijau | Daun muda |
Hati-hati, beberapa gejala ini mirip dengan serangan hama. Daun keriting ke atas atau ke bawah, misalnya, lebih sering disebabkan thrips, tungau, atau virus daripada kekurangan hara. Periksa bagian bawah daun dengan kaca pembesar sebelum menyimpulkan penyebabnya.
Kesalahan dalam memupuk cabai rawit
- Hanya memupuk di awal lalu berhenti saat tanaman mulai berbuah.
- Memberi pupuk nitrogen tinggi terus-menerus, sehingga tanaman rimbun tetapi buah sedikit.
- Tidak memupuk setelah petik.
- Menabur pupuk kimia menempel di batang.
- Mengabaikan kebutuhan air saat berbunga dan berbuah.
Gejala hama dan penyakit cabai dibahas di hama dan penyakit cabai, dan gambaran pemupukan sayuran lain di panduan pupuk sayuran.
Hasil di lapangan dipengaruhi kondisi lahan, cuaca, varietas, dan cara budidaya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Pupuk apa yang bagus untuk cabai rawit agar berbuah lebat?
Pupuk lengkap dengan fosfor, kalium, kalsium, boron, dan unsur mikro. Pupuk Kilat disemprot 5 tutup botol per tangki setiap 7 hari hingga 49 HST, lalu 7 tutup per tangki mulai 56 HST dan setelah setiap petik.
Berapa takaran Pupuk Kilat untuk rawit di pot?
Semprot daun 3–5 ml per liter air setiap 7 hari, naik menjadi 5 ml per liter saat berbuah, dan kocor 1 tutup botol per liter air sekitar satu gelas per tanaman setiap 10 hari.
Kenapa bunga cabai rawit banyak rontok?
Bisa karena cuaca terlalu panas atau hujan, kekurangan boron dan kalsium, kekurangan air, kelebihan nitrogen, atau serangan thrips.
Apakah rawit perlu dipupuk setelah dipetik?
Perlu. Semprot 7 tutup botol per tangki setelah setiap petik agar tanaman cepat pulih dan terus membentuk buah baru.
Apakah Pupuk Kilat bisa dicampur pestisida untuk rawit?
Bisa, dengan takaran 7 tutup botol per tangki. Larutkan pupuk lebih dulu, baru tambahkan pestisida.
