hit counter code Langsung ke konten
Konsultasi gratis via WhatsApp · Pengiriman ke seluruh Indonesia
Shopee WhatsApp
Urban Farming

Cara Menanam Sayur Hidroponik Sistem Wick di Rumah

Pupuk Kilat Diperbarui 8 menit baca

Hidroponik wick atau hidroponik sistem sumbu adalah cara menanam tanpa tanah dengan memakai kain flanel sebagai sumbu yang menyerap larutan nutrisi dari wadah di bawah ke media tanam di atasnya. Sistem ini tidak membutuhkan pompa dan listrik, bisa dibuat dari wadah bekas, dan sangat cocok untuk pemula yang ingin menanam sayuran daun seperti selada, pakcoy, kangkung, dan bayam di teras atau balkon rumah.

Panduan ini membahas cara kerja sistem wick, alat dan bahan, langkah merakit instalasi sederhana, cara menyemai, memberi nutrisi, merawat, hingga memanen. Bila Anda baru mengenal hidroponik, baca juga dasar-dasarnya di hidroponik untuk pemula.

Cara kerja sistem wick

Prinsipnya sederhana: air bergerak naik melalui serat kain flanel karena gaya kapiler, seperti minyak yang naik melalui sumbu kompor. Bagian bawah sumbu terendam larutan nutrisi di wadah, sedangkan bagian atasnya berada di dalam netpot bersama media tanam dan akar tanaman. Akar mendapat air dan nutrisi secara terus-menerus tanpa perlu disiram.

KelebihanKekurangan
Tanpa pompa dan listrikKurang cocok untuk tanaman besar yang rakus air
Murah, bisa dari barang bekasLarutan bisa terlalu pekat bila jarang diganti
Perawatan sederhanaPertumbuhan sedikit lebih lambat dibanding sistem dengan aliran
Cocok untuk teras dan balkonWadah perlu ditutup rapat agar tidak berlumut

Alat dan bahan

  • Wadah nutrisi: kotak plastik bertutup, ember, atau baskom. Untuk satu tanaman bisa memakai botol air mineral bekas.
  • Tutup atau styrofoam yang dilubangi sesuai ukuran netpot.
  • Netpot atau gelas plastik bekas yang diberi banyak lubang.
  • Kain flanel sebagai sumbu, dipotong memanjang sekitar 2 × 15–20 cm.
  • Media tanam: rockwool untuk semai, ditambah arang sekam, cocopeat, atau hidroton di dalam netpot.
  • Benih sayuran daun: selada, pakcoy, kangkung, bayam, atau sawi.
  • Nutrisi AB mix untuk sayuran daun.
  • TDS meter (opsional tetapi sangat membantu) untuk mengukur kepekatan nutrisi.
  • Plastik hitam atau cat gelap untuk menutup wadah bening agar tidak terkena cahaya.

Langkah merakit instalasi wick

  1. Siapkan wadah. Cuci bersih wadah dan tutupnya. Bila wadah bening, lapisi bagian luarnya dengan plastik hitam agar cahaya tidak masuk dan lumut tidak tumbuh.
  2. Lubangi tutup. Buat lubang seukuran netpot dengan jarak sekitar 15–20 cm antarlubang untuk sayuran daun.
  3. Pasang sumbu. Masukkan kain flanel melalui lubang di dasar netpot sehingga sebagian berada di dalam netpot dan sebagian menjuntai ke bawah.
  4. Isi media. Isi netpot dengan media tanam di sekitar sumbu, sisakan ruang untuk rockwool berisi bibit.
  5. Isi larutan nutrisi. Tuang larutan nutrisi ke wadah. Atur ketinggian larutan sehingga ujung sumbu terendam, tetapi dasar netpot tidak terendam terlalu dalam, agar akar tetap mendapat udara.
  6. Pasang netpot di lubang tutup dan pastikan berdiri tegak.

Menyemai benih

  1. Potong rockwool menjadi kotak kecil sekitar 2,5 cm, lalu basahi dengan air bersih.
  2. Buat lubang kecil di permukaan setiap kotak, masukkan 1–2 benih.
  3. Simpan di tempat teduh dan lembap. Benih sayuran daun umumnya berkecambah dalam beberapa hari.
  4. Setelah berkecambah, segera pindahkan ke tempat yang terkena sinar matahari pagi agar bibit tidak tumbuh kurus memanjang.
  5. Setelah muncul daun sejati, beri larutan nutrisi encer.
  6. Bibit siap dipindah ke instalasi wick setelah memiliki 3–4 helai daun, biasanya sekitar 2 minggu setelah semai.

Sebelum disemai, benih bisa direndam dalam larutan 1 tutup botol Pupuk Kilat per 2 liter air untuk membantu kecambah tumbuh serempak, lalu dibilas dan ditiriskan.

Memberi nutrisi

Larutan nutrisi dibuat dengan mencampur nutrisi A dan B ke dalam air bersih dalam jumlah yang sama, sesuai petunjuk pada kemasan. Jangan mencampur pekatan A dan B langsung tanpa air karena akan mengendap.

Tahap tanamanKepekatan nutrisi
Bibit baru dipindahRendah, ikuti anjuran kemasan untuk bibit
Pertumbuhan aktifDinaikkan bertahap sesuai anjuran untuk sayuran daun
Menjelang panenDipertahankan stabil

Pada sistem wick, larutan nutrisi tidak mengalir, sehingga kepekatannya bisa berubah: air menguap dan nutrisi tertinggal. Periksa kepekatan dengan TDS meter setiap dua sampai tiga hari. Bila terlalu pekat, tambahkan air bersih; bila terlalu encer, tambahkan nutrisi A dan B dalam jumlah sama. Ganti seluruh larutan setiap dua sampai tiga minggu agar keseimbangan unsur hara tetap terjaga.

Nutrisi utama hidroponik tetap AB mix. Pupuk organik lengkap seperti Pupuk Kilat tidak dituangkan ke wadah nutrisi, karena bahan organiknya dapat memicu lumut dan bau. Bila tanaman tampak stres atau pertumbuhannya melambat, Pupuk Kilat bisa disemprotkan ringan ke daun dengan takaran 3–5 ml per liter air setiap 7–10 hari. Cara menyemprot pupuk daun dibahas di pupuk daun.

Perawatan harian

  • Letakkan di tempat yang terkena sinar matahari minimal sekitar enam jam, terutama sinar pagi. Bila di dak terbuka, beri atap plastik UV agar terlindung dari hujan deras.
  • Periksa ketinggian larutan setiap hari, terutama saat cuaca panas. Sumbu harus selalu terendam.
  • Bersihkan lumut di sekitar netpot dan pastikan wadah tertutup rapat.
  • Periksa hama di bagian bawah daun. Ulat dan kutu daun bisa diambil manual atau dikendalikan dengan air sabun encer.
  • Jangan biarkan media terlalu basah; bila dasar netpot terendam terlalu dalam, kurangi ketinggian larutan.

Jadwal perawatan mingguan

Agar tidak ada pekerjaan yang terlewat, susun jadwal sederhana: setiap hari periksa ketinggian larutan dan kondisi daun; setiap dua sampai tiga hari ukur kepekatan nutrisi; setiap minggu bersihkan lumut, periksa hama di bawah daun, dan semprot daun ringan bila tanaman tampak lambat tumbuh; setiap dua sampai tiga minggu ganti seluruh larutan. Catat tanggal semai, pindah tanam, dan panen di buku kecil agar Anda bisa membandingkan hasil antarmusim tanam.

Panen

Sayuran daun pada sistem wick umumnya siap dipanen sekitar 4–6 minggu setelah pindah tanam, tergantung jenis sayuran, cahaya, dan nutrisi. Panen pagi hari agar sayuran segar. Cabut tanaman beserta akarnya, cuci, lalu potong akar sebelum dimasak. Setelah panen, bersihkan wadah, ganti larutan, dan cuci atau ganti sumbu sebelum menanam kembali.

Masalah umum dan solusinya

MasalahPenyebabSolusi
Daun layu siang hariSumbu kurang menyerap, larutan terlalu rendah, cuaca terlalu panasPakai sumbu lebih lebar, tambah larutan, beri naungan saat terik
Bibit kurus memanjangKurang cahayaPindahkan ke tempat lebih terang
Daun pucat menguningNutrisi terlalu encer atau sudah lama tidak digantiUkur kepekatan, ganti larutan
Ujung daun terbakarNutrisi terlalu pekatTambahkan air bersih
Larutan hijau berlumutWadah terkena cahayaTutup rapat, lapisi wadah dengan plastik gelap
Akar cokelat berbauAkar terendam terlalu dalam, larutan terlalu hangatKurangi ketinggian larutan, teduhkan wadah

Sayuran yang cocok untuk pemula

SayuranKelebihan untuk sistem wickPerkiraan panen setelah pindah tanam
KangkungTumbuh cepat, mudah, bisa dipanen berulangSekitar 3–4 minggu
PakcoyTahan banting, cocok untuk pemulaSekitar 4–5 minggu
SeladaRasa segar, harga jual baikSekitar 4–6 minggu
BayamCepat tumbuh, butuh cahaya cukupSekitar 3–4 minggu
Sawi hijauMudah tumbuh di dataran rendahSekitar 4–5 minggu

Mulailah dari kangkung atau pakcoy karena keduanya paling toleran terhadap kesalahan kecil dalam nutrisi dan cahaya. Setelah berhasil, coba selada yang lebih menyukai suhu sejuk dan sedikit naungan saat siang terik.

Kualitas air untuk hidroponik

Air adalah bahan utama larutan nutrisi, sehingga kualitasnya ikut menentukan hasil. Air sumur atau air PAM umumnya bisa dipakai. Bila memakai air PAM yang berbau kaporit, endapkan dulu di wadah terbuka selama semalam. Hindari air yang keruh atau berbau. Ukur kepekatan air baku dengan TDS meter sebelum dicampur nutrisi; air yang sudah memiliki angka tinggi sebaiknya dicampur dengan air yang lebih bersih, misalnya air hujan yang ditampung dengan wadah bersih.

Suhu larutan juga penting. Larutan yang terlalu hangat, misalnya karena wadah terkena sinar matahari langsung sepanjang hari, membuat kadar oksigen terlarut turun dan akar mudah busuk. Letakkan wadah di bagian yang teduh sementara daun tetap mendapat cahaya, atau bungkus wadah dengan bahan yang memantulkan panas.

Menghitung kebutuhan larutan

Satu tanaman sayuran daun di sistem wick dapat menyerap beberapa ratus mililiter larutan per hari saat cuaca panas dan tanaman sudah besar. Karena itu, wadah yang terlalu kecil cepat habis dan kepekatannya mudah berubah. Sebagai patokan, sediakan wadah yang cukup besar agar larutan tidak perlu ditambah setiap hari, dan tandai batas minimal larutan di dinding wadah agar mudah dipantau.

Ide wadah wick dari barang bekas

  • Botol air mineral 1,5 liter: potong menjadi dua, bagian atas dibalik sebagai netpot, bagian bawah sebagai wadah nutrisi. Cocok untuk satu tanaman.
  • Kotak plastik makanan bertutup: bisa menampung 4–6 tanaman sayuran daun.
  • Styrofoam bekas kemasan buah: ringan dan menahan panas, cocok untuk 6–12 tanaman.
  • Ember cat bekas yang sudah dibersihkan: untuk satu tanaman yang lebih besar seperti sawi atau pakcoy.

Panduan lengkap berkebun di lahan sempit, termasuk menanam di pot dan polybag, ada di urban farming untuk pemula.

Hasil hidroponik dipengaruhi cahaya, suhu, kualitas air, dan konsistensi perawatan. Mulailah dari beberapa wadah, catat perkembangannya, lalu tambahkan instalasi bila sudah berhasil.

Mulai hidroponik di rumah?Tanyakan cara memakai Pupuk Kilat untuk rendam benih dan semprot daun sayuran Anda ke CS kami.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu hidroponik sistem wick?

Cara menanam tanpa tanah memakai kain flanel sebagai sumbu yang menyerap larutan nutrisi dari wadah di bawah ke media tanam di atasnya, tanpa pompa dan listrik.

Sayuran apa yang cocok untuk sistem wick?

Sayuran daun seperti selada, pakcoy, kangkung, bayam, dan sawi. Tanaman besar yang rakus air kurang cocok untuk sistem ini.

Berapa lama larutan nutrisi wick harus diganti?

Ganti seluruh larutan setiap 2–3 minggu, dan periksa kepekatan setiap 2–3 hari karena air menguap dan nutrisi bisa menjadi terlalu pekat.

Kenapa larutan nutrisi wick berlumut?

Karena wadah terkena cahaya. Tutup wadah rapat dan lapisi wadah bening dengan plastik gelap.

Apakah Pupuk Kilat bisa dimasukkan ke wadah nutrisi wick?

Tidak dianjurkan karena bahan organiknya dapat memicu lumut. Gunakan Pupuk Kilat untuk merendam benih dan menyemprot daun dengan takaran ringan.

Masih bingung soal pemakaian? Kirim foto tanaman Anda, CS kami bantu rekomendasikan cara pakai yang tepat.
Ditulis oleh Pupuk Kilat
Tanya CS