Hama bawang merah yang paling merugikan adalah ulat bawang (ulat grayak), thrips, dan lalat pengorok daun, sedangkan penyakit utamanya adalah trotol (bercak ungu), moler (layu fusarium), antraknosa, dan busuk umbi. Pengendaliannya memadukan bibit sehat, pengamatan rutin, cara budidaya yang baik, musuh alami, dan pestisida yang tepat sasaran dan bergiliran. Tanaman yang cukup nutrisi juga lebih tahan dan lebih cepat pulih setelah terserang.
Bawang merah termasuk sayuran yang paling banyak menghabiskan biaya pestisida. Tidak jarang petani menyemprot dua sampai tiga kali seminggu karena khawatir serangan ulat dan penyakit. Penyemprotan yang terlalu sering selain mahal juga membuat hama cepat kebal. Panduan ini membahas hama dan penyakit utama bawang merah, gejalanya, dan cara mengendalikannya secara terpadu.
Hama utama bawang merah
| Hama | Gejala | Waktu rawan | Pengendalian |
|---|---|---|---|
| Ulat bawang (ulat grayak) | Daun berlubang dan transparan karena bagian dalam daun dimakan, daun terkulai | Sepanjang musim, terutama kemarau | Kumpulkan kelompok telur, perangkap feromon, lampu perangkap, pengendali tepat sasaran saat ulat masih kecil |
| Thrips | Daun berbintik putih keperakan, ujung daun mengering | Kemarau | Perangkap lekat biru atau kuning, jaga kelembapan, pengendali bergiliran |
| Lalat pengorok daun | Garis-garis berliku berwarna putih di daun | Kemarau | Perangkap lekat kuning, buang daun terserang |
| Ulat tanah | Pangkal tanaman muda terpotong di malam hari | Awal tanam | Olah tanah sempurna, cari ulat di sekitar tanaman pada pagi hari |
| Tikus | Umbi dimakan, tanaman roboh | Menjelang panen | Gropyokan bersama, sanitasi pematang |
Mengenal ulat bawang lebih dekat
Ulat bawang adalah hama paling ditakuti petani. Ngengatnya meletakkan telur berkelompok di ujung daun, lalu ulat muda masuk ke dalam daun bawang yang berongga dan memakan bagian dalamnya. Karena ulat berada di dalam daun, pestisida kontak sering tidak efektif bila disemprot terlambat.
Cara menekan serangannya:
- Kumpulkan dan musnahkan kelompok telur yang tampak seperti gumpalan kecil berbulu di ujung daun, terutama di minggu-minggu awal.
- Pasang perangkap feromon khusus ulat bawang untuk menangkap ngengat jantan dan memantau populasi.
- Pasang lampu perangkap di malam hari di beberapa titik lahan.
- Petik daun yang terserang dan musnahkan, jangan dibuang di pematang.
- Kendalikan saat ulat masih kecil, sebelum masuk jauh ke dalam daun.
- Gilir bahan aktif pengendali agar ulat tidak cepat kebal.
- Tanam serempak dengan petani sekitar agar hama tidak berpindah dari lahan satu ke lahan lain.
Penyakit utama bawang merah
| Penyakit | Gejala | Pemicu | Pengendalian |
|---|---|---|---|
| Trotol (bercak ungu) | Bercak putih kecil di daun yang membesar menjadi bercak ungu dengan tepi kuning | Udara lembap, hujan | Fungisida pencegahan bergiliran, jarak tanam cukup, buang daun sakit |
| Moler (layu fusarium) | Daun menguning dan memutar, tanaman layu, pangkal umbi busuk | Tanah lembap, bibit tertular, tanah yang terus ditanami bawang | Bibit sehat, rotasi tanaman, cabut tanaman sakit, perbaiki drainase |
| Antraknosa (otomatis/ngelumpruk) | Daun layu terkulai mulai dari pangkal, bercak putih lalu cokelat | Musim hujan | Buang tanaman sakit, fungisida bergiliran, drainase baik |
| Busuk umbi | Umbi lunak dan berbau, baik di lahan maupun di penyimpanan | Kelembapan tinggi, luka saat panen | Panen saat cukup umur, jemur dengan baik, simpan di tempat kering |
| Embun bulu | Lapisan seperti beludru keunguan di daun, daun mengering | Udara dingin dan lembap | Fungisida sesuai, jarak tanam cukup |
| Virus | Daun belang dan keriting, tanaman kerdil | Ditularkan serangga | Bibit sehat, kendalikan serangga penular |
Hama dan penyakit menurut fase pertumbuhan
| Umur tanaman | Yang perlu diwaspadai |
|---|---|
| 0–14 HST | Ulat tanah, busuk bibit, moler awal |
| 15–35 HST | Ulat bawang, thrips, lalat pengorok daun, trotol |
| 35–50 HST | Ulat bawang, trotol, antraknosa, embun bulu |
| Menjelang panen | Busuk umbi, tikus |
| Penyimpanan | Busuk umbi, umbi bertunas sebelum waktunya |
Membedakan gejala hama, penyakit, dan kekurangan hara
- Lubang atau daun transparan biasanya karena ulat.
- Bintik keperakan biasanya karena thrips.
- Bercak berbentuk cincin atau ungu biasanya penyakit jamur.
- Daun memutar dan menguning dengan pangkal busuk biasanya moler.
- Daun menguning merata dari daun tua tanpa bercak bisa karena kekurangan nitrogen.
- Ujung daun mengering merata bisa karena kekurangan kalium atau kekeringan.
Pengamatan teliti mencegah salah obat, misalnya menyemprot insektisida padahal masalahnya adalah jamur.
Pengendalian hama terpadu pada bawang merah
- Gunakan bibit sehat. Pilih umbi bibit yang padat, tidak keropos, dan berasal dari tanaman yang tidak sakit.
- Rotasi tanaman. Gilir bawang merah dengan padi atau tanaman lain untuk memutus siklus penyakit tanah seperti moler.
- Olah tanah dan drainase baik. Bedengan tinggi dan parit dalam mencegah genangan.
- Jarak tanam cukup agar daun cepat kering setelah hujan.
- Pengamatan rutin dua kali seminggu di beberapa titik lahan.
- Perangkap dan pengendalian fisik untuk menekan populasi tanpa pestisida.
- Pestisida tepat sasaran, sesuai jenis hama atau penyakit, dengan dosis anjuran dan bahan aktif bergiliran.
- Sanitasi lahan, buang sisa tanaman sakit setelah panen.
Peran pemupukan dalam ketahanan bawang merah
Tanaman yang cukup nutrisi memiliki jaringan daun yang lebih kuat, akar yang lebih sehat, dan lebih cepat pulih setelah terserang hama atau penyakit. Sebaliknya, pemupukan nitrogen berlebihan membuat daun lunak dan disukai hama serta mudah terserang penyakit. Jadwal Pupuk Kilat untuk bawang merah:
| Waktu | Takaran & cara | Tujuan |
|---|---|---|
| 1–2 hari sebelum tanam | Letakkan bibit di atas waring, semprot 2 tutup botol per tangki hingga basah merata, diamkan 12 jam lalu tanam | Bibit cepat tumbuh dan lebih tahan penyakit |
| 7 HST hingga 21 HST | Semprot 5 tutup botol per tangki ke daun dan daerah perakaran setiap 7 hari | Pertumbuhan akar dan daun, ketahanan tanaman |
| 30–35 HST hingga 10 hari menjelang panen | Semprot 7 tutup botol per tangki ke daun dan daerah perakaran | Pertumbuhan dan pembesaran umbi |
Kebutuhan sekitar 5–6 liter per hektar. Pupuk Kilat dapat dicampur pestisida dengan takaran 7 tutup botol per tangki, sehingga pemupukan dan pengendalian dilakukan sekali jalan dan menghemat tenaga. Panduan lengkap ada di pupuk untuk bawang merah, dan gambaran sayuran lain di panduan pupuk sayuran.
Langkah pemulihan setelah serangan ulat atau penyakit
Bila serangan sudah terjadi, tanaman bawang masih bisa dipulihkan selama umbi belum rusak:
- Hentikan sumber serangan: petik daun yang terserang ulat atau penyakit dan musnahkan.
- Kendalikan hama atau penyakit dengan bahan aktif yang sesuai, sekali tuntas, tidak setengah-setengah.
- Beri nutrisi pemulihan dengan menyemprot Pupuk Kilat sesuai fase tanaman, 5 tutup botol per tangki sebelum 21 HST atau 7 tutup botol per tangki setelah 30 HST.
- Perbaiki drainase bila serangan berkaitan dengan genangan, terutama pada moler dan antraknosa.
- Amati kembali tiga sampai lima hari kemudian untuk memastikan daun baru tumbuh sehat.
Mencatat serangan di lahan sendiri
Catatan sederhana membantu Anda mengenali pola serangan di lahan sendiri dari musim ke musim. Catat tanggal pengamatan, umur tanaman, jenis hama atau penyakit, persentase tanaman terserang, cuaca, serta pengendalian yang dilakukan. Dari catatan ini, Anda bisa memperkirakan kapan serangan biasanya muncul dan menyiapkan pencegahan lebih awal di musim berikutnya.
Musuh alami: sekutu petani bawang
Tidak semua serangga di lahan bawang adalah hama. Laba-laba, kepik predator, tawon parasit, dan semut tertentu memangsa telur dan ulat hama. Penyemprotan insektisida yang terlalu sering ikut membunuh musuh alami ini, sehingga hama justru cepat meningkat lagi. Mengurangi penyemprotan yang tidak perlu membantu musuh alami berkembang.
Mencegah busuk umbi di penyimpanan
- Panen saat cukup umur, ditandai sebagian besar daun sudah rebah dan menguning.
- Hindari panen saat hujan.
- Jemur dengan daun menutupi umbi agar umbi tidak terbakar matahari.
- Simpan setelah kering askip dalam ikatan yang digantung di para-para berventilasi baik.
- Buang umbi yang luka atau busuk sejak awal.
Batas kapan perlu menyemprot
Menyemprot berdasarkan jadwal tetap tanpa melihat kondisi lahan sering membuang biaya. Lebih hemat bila keputusan menyemprot didasarkan pada hasil pengamatan: jumlah kelompok telur, persentase tanaman terserang, dan cuaca. Saat cuaca lembap dan berkabut, pencegahan penyakit jamur lebih diutamakan. Saat kemarau, pemantauan ulat dan thrips lebih penting. Penyuluh pertanian setempat bisa membantu menentukan batas pengendalian yang sesuai di daerah Anda.
Kesalahan dalam mengendalikan hama bawang merah
- Menyemprot terlalu sering dengan bahan aktif yang sama.
- Mencampur banyak pestisida sekaligus tanpa mengetahui kecocokannya.
- Menyemprot terlambat, saat ulat sudah besar dan masuk ke dalam daun.
- Membuang sisa tanaman sakit di pematang, sehingga menjadi sumber penularan.
- Menanam bawang terus-menerus di lahan yang sama, sehingga moler semakin parah.
- Memberi nitrogen berlebihan yang membuat daun lunak.
Gejala hama dan penyakit tanaman lain dibahas di hama dan penyakit tanaman, dan analisa usahanya di analisa usaha bawang merah.
Hasil di lapangan dipengaruhi kondisi lahan, cuaca, varietas, dan cara budidaya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa hama utama bawang merah?
Ulat bawang (ulat grayak), thrips, lalat pengorok daun, ulat tanah, dan tikus menjelang panen.
Apa penyebab bawang merah moler?
Moler disebabkan jamur fusarium yang berkembang di tanah lembap, terbawa bibit yang tertular, dan menumpuk di lahan yang terus ditanami bawang. Gunakan bibit sehat dan lakukan rotasi tanaman.
Bagaimana mengendalikan ulat bawang?
Kumpulkan kelompok telur, pasang perangkap feromon dan lampu, petik daun terserang, kendalikan saat ulat masih kecil, dan gilir bahan aktif pengendali.
Apa itu penyakit trotol pada bawang merah?
Penyakit jamur yang menimbulkan bercak putih kecil yang membesar menjadi bercak ungu dengan tepi kuning, terutama saat udara lembap.
Bagaimana mencegah busuk umbi bawang merah saat disimpan?
Panen saat cukup umur dan tidak saat hujan, jemur dengan daun menutupi umbi, simpan setelah kering askip di para-para berventilasi, dan buang umbi yang luka atau busuk.
Apakah Pupuk Kilat bisa dicampur pestisida untuk bawang merah?
Bisa, dengan takaran 7 tutup botol per tangki. Larutkan pupuk lebih dulu, baru tambahkan pestisida.
