PUPUK ORGANIK CAIR

Admin Pupuk Kilat | Rabu, 11 Juli 2018 - 11:57:01 WIB | dibaca: 2518 pembaca

PUPUK ORGANIK CAIR
Pupuk Organik merupakan pupuk yang terbuat dari bahan organik yang didapatkan dari hasil pengolahan tanaman-tanaman tertentu. Mengandung berbagai unsur hara makro dan mikro tanah yang difungsikan untuk pertumbuhan tanaman, mikroba tanah, dan hormon untuk tanaman.
Mengandung Hormon tumbuhan dengan extrak formula merupakan rangkaian proses regulasi genetik dan berfungsi sebagai prekursor rangsangan guna terbentuknya hormon tumbuhan, sehingga gen yang semula tidak aktif mulai ekspresi lalu menjadi aktif dan kembali kepada genitika aslinya, produk berbentuk pekatan suspensi, dengan bau khas aroma susu, berwarna putih susu kelabu, tidak mengandung amoniak, tidak bau menyengat, tidak mengandung alkohol, tidak mengandung zat beracun di formulasikan dari bahan alami yang dibutuhkan untuk semua jenis tanaman.
Fungsi POC KILAT utamanya sebagai penyedia hara tanah bagi tanaman, adapun fungsi lainnya yaitu meningkatkan pertumbuhan tanaman, memperbaiki kondisi fisik dan biologi tanah, menjaga kelestarian alam serta mendukung terciptanya Pemupukan Berimbang, Peningkatan Produktifitas tanaman serta kelestarian alam menjadi prioritas utama bagi Pupuk Organik Cair KILAT dalam berpartisipasi Mengembangkan pertanian INDONESIA sekarang, saat ini dan masa depan.

KEUNGGULAN :
Mempercepat Perkecambahan Benih & Masa Pertumbuhan
Memperbanyak dan Memperkuat Akar Tanaman (Penyerapan  Hara semakin baik dan Tanaman Lebih Kokoh)
Merangsang Pembesaran Batang dan Daun
Merangsang Pembungaan (Semakin Banyak dan Tidak Rontok)
Mempu menyebabkan tanaman berbunga sebelum musimnya
Merangsang Pembesaran Buah
Meningkatkan imunitas tanaman (lebih kebal terhadap penyakit)
Peremajaan Tanaman (mengembalikan produktivitas tanaman yg sudah tua)
Mengurangi pemakaian pupuk An-Organik sampai 50% secara bertahap

KANDUNGAN :
 
Kandungan Pupuk :
C-Organik : 30,46%
N   : 5,66%
P   : 369,67mg/100g
K   : 289,27mg/100g
Mg   : 42,89mg/100g
Fe   : 1,86mg/100g
Zn   : 0,20mg/100g
Mn   : 0,38mg/100g
Kandungan Hormon :
Auksin 
IAA : 74,56 ppm
Giberelin
GA3 : 63,22 ppm
Zitokinin
Kinetin : 52,06 ppm
Zeatin : 73,40 ppm
 

 
Asam Amino :
Asam Aspartat, Asam Glutamat, Serin, Glisin, Histidin, Arginin, Threonin, Alanin, Prolin, Tirosin, Valin, Methionin, Sistin, Isoleusin, Leusin, Phenilalanin, Lisin

Patogen :
Salmonella negatif, E.Coli negatif


DOSIS APLIKASI :
1. SAYUR MAYUR seperti Sawi, Kangkung, Tomat, Wortel, Kacang Panjang, Cabai, Mentimun, Seledri dll. Penyemprotan 7-10 hari sekali, takaran 2-4 ml per 1 liter air.
2. TANAMAN BUAH BATANG MERAMBAT seperti Anggur, Apel, Semangka, Melon, Merica dll. Penyemprotan setiap 7-10 hari sekali pada bulan pertama dengan dosis 5 ml dan 20 hari sekali pada bulan selanjutnya
3. TANAMAN BUAH BATANG KERAS seperti Durian, Rambutan, Jambu, Jeruk, Pala, Belimbing, dll. Penyemprotan setiap 7-10 hari sekali pada bulan pertama dengan dosis 5 ml dan 20 hari sekali pada bulan selanjutnya
4. PALAWIJA seperti Jagung, Kacang Hijau, Padi, Umbi-umbian, Kacang Tanah, Kedelai dll. Penyemprotan pada umur 7, 20, 40, 60 HST dengan takaran 5 ml/liter air.
5. TANAMAN PERKEBUNAN seperti Cengkeh, Karet, Kopi, Kakao, dll.  Lakukan penyemprotan sebulan sekali pada 3 bulan pertamas, elanjutnya 3 bulan sekali dengan takaran 6-10 ml dicampur 1 liter air
6. TANAMAN HIAS seperti Aglonema, Herbas, Anthurium, Krisan, Anggrek, dll. Lakukan penyemprotan setiap 7-10 hari sekali, dengan takaran 2 ml dicampur 1 liter air.
7. BUAH NAGA lakukan penyemprotan setiap 5-7 hari sekali dengan takaran 5-10 ml dicampur 1 liter air ditambah siram/kocor akar dengan takaran 5 ml dicampur 1 liter air.
8. TANAMAN KHUSUS seperti Sawit, Kelapa.
TBM (Tanaman Belum Menghasilkan) : lakukan penyemprotan 3 bulan pertama setiap bulan, selanjutnya 3 bulan sekali dengan takaran 6-10 ml dicampur 1 liter air
TM (Tanaman Menghasilkan) : lakukan penyemprotan setiap panen, awal dan akhir musim hujan dengan takaran 20 ml  dicampur 1 liter air.